Kapanlagi.com - Menjalankan bisnis tanpa mengetahui berapa keuntungan yang sebenarnya diperoleh ibarat berlayar tanpa kompas. Banyak pelaku usaha hanya fokus pada omzet besar, padahal yang lebih penting adalah seberapa besar keuntungan bersih yang tersisa. Inilah mengapa memahami cara menghitung persentase keuntungan menjadi keterampilan fundamental yang wajib dikuasai setiap pebisnis.
Persentase keuntungan merupakan metrik dalam bentuk persentase yang ditujukan untuk mengukur dan mengevaluasi keuntungan dari aktivitas bisnis atau usaha. Dengan mendapatkan angka persentase keuntungan, pelaku usaha bisa mengetahui tingkat profitabilitas dari usahanya. Perhitungan ini membantu Anda membandingkan kinerja bisnis dari waktu ke waktu, bahkan ketika skala usaha berubah.
Persentase keuntungan adalah proporsi laba yang diperoleh dari sebuah transaksi atau kegiatan usaha yang dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan laba tersebut. Dengan kata lain, angka ini menunjukkan efisiensi bisnis Anda dalam mengubah modal menjadi keuntungan.
Keuntungan adalah harga jual dari produk tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan harga belinya. Namun dalam konteks bisnis yang lebih kompleks, keuntungan tidak hanya sekadar selisih harga jual dan beli, melainkan mencakup berbagai komponen biaya operasional yang harus diperhitungkan.
Pada dasarnya, keuntungan artinya harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan harga belinya. Sementara itu, persentase keuntungan sendiri berarti perbandingan pecahannya per seratus. Cara memperoleh persentase keuntungan adalah dengan membagi jumlah sebagian dengan keseluruhannya, kemudian dikalikan seratus.
Sesuai dengan namanya, persen adalah perbandingan yang membandingkan pecahan per seratusnya. Nilai ini didapatkan dengan membagi jumlah bagian dengan jumlah total dan dikalikan seratus. Format persentase memudahkan analisis karena memberikan gambaran proporsional yang dapat dibandingkan antar periode atau antar produk.
Dalam praktiknya, cara menghitung persentase keuntungan melibatkan tiga komponen utama yang harus dipahami dengan baik. Pertama adalah harga beli atau modal yang dikeluarkan untuk memperoleh barang atau jasa. Kedua adalah harga jual yang ditetapkan kepada konsumen. Ketiga adalah selisih antara keduanya yang merupakan keuntungan nominal sebelum dikonversi menjadi persentase.
Banyak pelaku usaha, terutama UMKM, masih mengandalkan perhitungan sederhana dengan hanya melihat selisih uang masuk dan keluar. Padahal, cara menghitung persentase keuntungan memberikan wawasan yang jauh lebih mendalam tentang kesehatan finansial bisnis Anda.
Perhitungan keuntungan dan kerugian berperan penting untuk mengetahui pertumbuhan serta perkembangan perusahaan. Pasalnya, hal ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi finansial perusahaan. Jadi, nantinya perusahaan bisa mengetahui apa saja transaksi yang dapat menghasilkan keuntungan maupun kerugian.
Hasil dari cara menghitung persentase keuntungan bisa memberikan gambaran tentang tingkat profitabilitas perusahaan dari satu periode ke periode lainnya. Dengan membandingkan persentase keuntungan antar periode, Anda dapat mengidentifikasi tren positif atau negatif dalam bisnis Anda.
Mencatat keuntungan dan kerugian juga dapat mempermudah perusahaan saat akan menyusun laporan keuangan. Pasalnya, transaksi yang terjadi tanpa dicatat kemungkinan besar akan dilupakan dan hal ini bisa membuat kondisi keuangan perusahaan menjadi tidak stabil. Laporan keuangan yang lengkap dengan perhitungan persentase keuntungan juga diperlukan oleh pihak eksternal seperti investor atau lembaga keuangan.
Catatan keuntungan dari transaksi pembayaran yang masuk bisa membantu perusahaan mengambil keputusan bisnis dengan lebih tepat. Hal itu dapat mengoptimalkan keuntungan yang didapat dan perusahaan bisa menekan pengeluaran. Misalnya, Anda dapat memutuskan produk mana yang perlu diprioritaskan atau dihentikan berdasarkan persentase keuntungannya.
Alasan berikutnya mengapa penting untuk mengetahui cara menghitung keuntungan maupun kerugian perusahaan adalah karena Anda jadi lebih bisa memprediksi peristiwa di masa depan. Saat memiliki gambaran akan transaksi apa saja yang dapat menguntungkan maupun merugikan, Anda jadi lebih tahu transaksi mana saja yang bisa dihemat pada masa yang akan datang.
Sebelum mempelajari cara menghitung persentase keuntungan, Anda perlu memahami komponen-komponen yang terlibat dalam perhitungan tersebut.
Yang dimaksud dengan nilai beli atau harga beli barang adalah nilai yang diperoleh ketika membeli sebuah barang dan ini bisa diartikan sebagai modal. Dalam bisnis yang lebih kompleks, modal tidak hanya mencakup harga pembelian barang, tetapi juga biaya-biaya lain seperti ongkos kirim, biaya penyimpanan, dan biaya operasional lainnya.
Kemudian untuk harga jual adalah harga yang Anda terapkan untuk menjual barang atau jasa kepada konsumen. Harga jual ini harus lebih tinggi dari harga beli agar Anda mendapatkan keuntungan. Penetapan harga jual yang tepat memerlukan pertimbangan berbagai faktor termasuk harga pasar, daya beli konsumen, dan target margin keuntungan.
Sederhananya, keuntungan adalah selisih harga jual dan harga beli. Lalu, bagaimana dengan persentase keuntungan? Keuntungan nominal ini kemudian akan dikonversi menjadi persentase untuk memudahkan analisis dan perbandingan.
Memahami rumus adalah langkah fundamental dalam menguasai cara menghitung persentase keuntungan. Berikut adalah rumus dasar yang perlu Anda ketahui.
Sebelum menghitung persentase, Anda harus mengetahui terlebih dahulu berapa nominal keuntungan yang diperoleh:
Keuntungan = Harga Jual - Harga Beli
Persentase keuntungan dinyatakan dengan membagi besarnya keuntungan dengan harga pembelian, kemudian dikalikan dengan 100. Berikut rumus lengkapnya:
Persentase Keuntungan = (Keuntungan / Harga Beli) Ã 100%
Atau jika ditulis dalam satu rumus lengkap:
Persentase Keuntungan = ((Harga Jual - Harga Beli) / Harga Beli) Ã 100%
Selain keuntungan, Anda juga perlu mengetahui cara menghitung persentase kerugian untuk evaluasi bisnis yang komprehensif:
Kerugian = Harga Beli - Harga Jual
Persentase Kerugian = (Kerugian / Harga Beli) Ã 100%
Untuk memudahkan pemahaman, berikut adalah langkah-langkah sistematis dalam menghitung persentase keuntungan bisnis Anda.
Langkah pertama dalam menghitung persentase keuntungan adalah dengan mengidentifikasi harga jual dan harga beli produk Anda. Harga beli sendiri merupakan harga yang dibayarkan untuk mendapatkan barang atau jasa. Pastikan semua komponen biaya sudah tercatat dengan lengkap dan akurat.
Setelah data terkumpul, hitung selisih antara harga jual dan harga beli. Misalnya, jika Anda membeli produk seharga Rp50.000 dan menjualnya seharga Rp75.000, maka keuntungan nominal adalah Rp25.000.
Langkah terakhir adalah mengkonversi keuntungan nominal menjadi persentase dengan membagi keuntungan dengan harga beli, lalu mengalikan dengan 100%. Dari contoh di atas: (Rp25.000 / Rp50.000) Ã 100% = 50%.
Untuk memperjelas pemahaman tentang cara menghitung persentase keuntungan, mari kita lihat beberapa contoh kasus praktis yang sering terjadi dalam dunia bisnis.
Pak Bambang membeli batik tulis seharga Rp1.000.000,00. Karena ia adalah pedagang batik di luar Pulau Jawa, batik tersebut kemudian laku seharga Rp1.350.000,00. Berapa persentase keuntungan Pak Bambang dari penjualan batik tersebut?
Penyelesaian:
Keuntungan = Rp1.350.000 - Rp1.000.000 = Rp350.000
Persentase Keuntungan = (Rp350.000 / Rp1.000.000) Ã 100% = 35%
Berdasarkan contoh tersebut, Pak Bambang mengalami keuntungan sebanyak 35 persen dari aktivitas jual beli kain batik.
Toko Makmur membeli berbagai jenis produk dengan total modal Rp5.000.000. Setelah semua produk terjual, toko mendapatkan total pendapatan Rp6.500.000. Berapa persentase keuntungan Toko Makmur?
Penyelesaian:
Keuntungan = Rp6.500.000 - Rp5.000.000 = Rp1.500.000
Persentase Keuntungan = (Rp1.500.000 / Rp5.000.000) Ã 100% = 30%
Jadi, Toko Makmur memperoleh keuntungan sebesar 30% dari total modal yang dikeluarkan.
Sebuah toko elektronik membeli laptop seharga Rp8.000.000 dan berencana menjualnya dengan harga Rp10.000.000. Namun, untuk menarik pembeli, toko memberikan diskon 10%. Berapa persentase keuntungan setelah diskon?
Penyelesaian:
Harga jual setelah diskon = Rp10.000.000 - (10% Ã Rp10.000.000) = Rp10.000.000 - Rp1.000.000 = Rp9.000.000
Keuntungan = Rp9.000.000 - Rp8.000.000 = Rp1.000.000
Persentase Keuntungan = (Rp1.000.000 / Rp8.000.000) Ã 100% = 12,5%
Bu Rosa membeli donat dari pemasok dengan harga Rp1.500 per buah. Karena sudah sore dan ingin cepat pulang, Bu Rosa menjual sisa donatnya dengan harga Rp1.000 per buah. Berapa persentase kerugian Bu Rosa?
Penyelesaian:
Kerugian = Rp1.500 - Rp1.000 = Rp500 per donat
Persentase Kerugian = (Rp500 / Rp1.500) Ã 100% = 33,3%
Bu Rosa mengalami kerugian sebesar 33,3% untuk setiap donat yang dijual dengan harga lebih murah.
Dalam dunia bisnis, istilah persentase keuntungan sering disamakan dengan margin keuntungan. Meskipun keduanya berkaitan erat, ada perbedaan konseptual yang perlu dipahami.
Margin adalah istilah untuk menyebutkan selisih antara keuntungan dan omset dalam sebuah bisnis yang berbentuk persentase. Dalam dunia bisnis, margin sering dikaitkan juga dengan istilah profit. Margin keuntungan lebih sering digunakan dalam konteks laporan keuangan perusahaan yang lebih kompleks.
Dalam bisnis, margin didapatkan dengan menghitung persentase total pendapatan usaha yang diwakili oleh laba kotor. Dari margin keseluruhan bisnis, pelaku usaha dapat menghitung margin untuk masing-masing produk yang diperjualbelikan.
Untuk bisnis skala kecil dan menengah, cara menghitung persentase keuntungan yang sederhana sudah cukup memadai. Namun, untuk perusahaan yang lebih besar, perhitungan margin dengan berbagai jenisnya (margin kotor, margin operasional, margin bersih) memberikan analisis yang lebih mendalam.
Setelah memahami cara menghitung persentase keuntungan, langkah selanjutnya adalah mengoptimalkan angka tersebut. Berikut beberapa strategi praktis yang dapat diterapkan.
Menaikkan harga jual adalah cara paling langsung untuk meningkatkan persentase keuntungan. Namun, ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak kehilangan pelanggan. Lakukan riset pasar untuk mengetahui harga kompetitor dan nilai tambah yang bisa Anda tawarkan untuk membenarkan harga yang lebih tinggi.
Negosiasikan harga yang lebih baik dengan supplier, beli dalam jumlah besar untuk mendapat diskon, atau cari supplier alternatif yang menawarkan harga lebih kompetitif tanpa mengorbankan kualitas. Setiap pengurangan biaya akan langsung meningkatkan persentase keuntungan Anda.
Identifikasi dan eliminasi pemborosan dalam proses bisnis. Gunakan teknologi untuk mengotomatisasi tugas-tugas rutin, optimalkan manajemen inventori untuk mengurangi biaya penyimpanan, dan tingkatkan produktivitas karyawan melalui pelatihan.
Setelah menghitung persentase keuntungan untuk setiap produk, prioritaskan promosi dan penjualan produk-produk yang memberikan margin tertinggi. Ini tidak berarti menghentikan produk dengan margin rendah, tetapi mengalokasikan sumber daya secara lebih efektif.
Meskipun persentase keuntungan tetap sama, peningkatan volume penjualan akan meningkatkan keuntungan nominal. Lakukan strategi pemasaran yang efektif, perbaiki layanan pelanggan, dan perluas jangkauan pasar Anda.
Banyak pelaku usaha, terutama pemula, melakukan kesalahan dalam menerapkan cara menghitung persentase keuntungan. Berikut beberapa kesalahan yang perlu dihindari.
Kesalahan paling umum adalah hanya menghitung harga pembelian produk tanpa memasukkan biaya-biaya lain seperti ongkos kirim, biaya penyimpanan, biaya kemasan, atau biaya operasional. Ini menyebabkan perhitungan keuntungan menjadi lebih tinggi dari yang sebenarnya.
Omzet yang besar tidak selalu berarti keuntungan yang besar. Banyak bisnis yang memiliki omzet tinggi tetapi persentase keuntungannya sangat kecil karena biaya operasional yang tinggi. Fokus pada persentase keuntungan, bukan hanya omzet.
Untuk analisis yang akurat, gunakan periode perhitungan yang konsisten. Jangan membandingkan persentase keuntungan bulanan dengan tahunan tanpa melakukan penyesuaian yang tepat.
Beberapa bisnis memiliki fluktuasi musiman yang signifikan. Persentase keuntungan di musim ramai mungkin berbeda dengan musim sepi. Pertimbangkan faktor ini dalam analisis jangka panjang.
Karena tidak jauh berbeda dari persentase keuntungan, cara menghitung persentase kenaikan pun punya rumus yang mirip. Bedanya, kenaikan di sini tidak didapatkan dengan cara mengurangi harga jual dengan harga beli, tapi mengurangi nilai akhir dengan nilai awal. Sebab, persentase kenaikan bukan hanya berbicara soal keuntungan (profit). Persentase kenaikan lebih umum dan bisa digunakan untuk berbagai konteks seperti kenaikan penjualan, kenaikan produksi, atau kenaikan gaji.
Tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua jenis bisnis. Persentase keuntungan ideal bervariasi tergantung industri, skala bisnis, dan model operasional. Namun, sebagai panduan umum, bisnis ritel biasanya menargetkan 20-50%, sementara bisnis jasa bisa mencapai 50-90%. Yang terpenting adalah memastikan persentase keuntungan cukup untuk menutupi semua biaya dan memberikan profit yang layak.
Untuk bisnis dengan banyak produk, Anda bisa menghitung persentase keuntungan secara keseluruhan dengan menjumlahkan total pendapatan dan total modal, kemudian menerapkan rumus yang sama. Alternatifnya, hitung persentase keuntungan untuk setiap produk secara terpisah untuk analisis yang lebih detail.
Konsepnya mirip tetapi tidak persis sama. Persentase keuntungan sederhana hanya membandingkan keuntungan dengan harga beli, sementara margin laba bersih dalam akuntansi formal membandingkan laba bersih (setelah semua biaya termasuk pajak) dengan total pendapatan. Margin laba bersih memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang profitabilitas bisnis.
Persentase negatif menunjukkan bahwa bisnis Anda mengalami kerugian. Ini adalah sinyal penting untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan. Identifikasi penyebab kerugian, apakah dari harga jual yang terlalu rendah, biaya yang terlalu tinggi, atau kombinasi keduanya, lalu buat strategi perbaikan.
Untuk bisnis kecil, sebaiknya hitung persentase keuntungan minimal setiap bulan. Untuk bisnis yang lebih besar atau yang bergerak cepat, perhitungan mingguan atau bahkan harian mungkin diperlukan. Perhitungan rutin membantu Anda mendeteksi masalah lebih cepat dan membuat keputusan yang lebih tepat waktu.
Ya, Excel sangat membantu untuk menghitung persentase keuntungan, terutama jika Anda memiliki banyak produk atau transaksi. Buat kolom untuk harga beli, harga jual, keuntungan (dengan rumus =harga jual - harga beli), dan persentase keuntungan (dengan rumus =(keuntungan/harga beli)*100%). Dengan cara ini, perhitungan akan otomatis terupdate setiap kali Anda memasukkan data baru.