Jelang Miss World 2013 (3)
KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Pro kontra ajang kecantikan yang diikuti kontestan asal Indonesia masih terus bergema. Padahal keikutsertaan Indonesia dalam event tersebut bukan sekali dua kali. Hingga kini, Indonesia masih saja mengirimkan wakilnya ke event serupa bertaraf internasional kendati belum pernah menjadi pemenang. Pro kontra tahun ini pun kian memanas saat Indonesia menjadi negara tuan rumah ajang Miss World 2013. Karuan keputusan panitia penyelenggara Media Nusantara Citra menuai protes dari beragam pihak seperti Front Pembela Islam (FPI), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), kendati telah digadang-gadang bahwa pada pemilihan kali ini tidak ada sesi bikini. Bahkan FPI sesumbar akan menggagalkan event bertaraf internasional di Bali tersebut jika masih dihelat. "Semua harus siap bubarkan acara Miss World. Apalagi digelar di Bali, kita juga harus siap sikat acara Miss World, jangan biarkan Bali jadi kota maksiat karena acara itu," ungkap tokoh FPI Habib Rizieq di Markas FPI Petamburan, Jakarta Pusat, Minggu (25/8). Mereka juga bakal meminta pertanggungjawaban bila Miss World tetap dilanjutkan. Pasalnya event tersebut tidak sesuai dengan budaya ketimuran dan kearifan lokal. "Kalau tetap digelar, kami akan minta pertanggungjawaban pemerintah. Bertentangan dengan budaya, apalagi dengan budaya, apalagi dengan umat Islam, dengan syariat," jelasnya. Sementara MUI dan HTI senada menyeru agar kegiatan Miss World tidak diteruskan karena tak sesuai dengan ajaran Islam, pun jika sesi bikini dihilangkan. Sebab pada event ini selalu mengedepankan kecantikan dan kemolekan tubuh dengan pakaian ketat. "Kalau mau menguji IQ silakan bikin kontes IQ. Jangan mengelabui kelompok tertentu bahwa bukan hanya cantik fisik tetapi juga inner beauty," ucap Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri KH Muhyiddin Junaidi di Jakarta, Jumat (24/8). Bahkan Menteri Agama Suryadharma Ali ingin penyelenggara memperhatikan pernyataan MUI tersebut. Sebab hal ini menyangkut keamanan kontestan yang menjadi tanggung jawab kepolisian. Tapi ia juga berharap agar tak menjadi kontroversi di tengah masyarakat. "Saya berharap agar tidak ada kontroversi di kita. Kita memerlukan ketenangan," ujarnya di Padang, Kamis (29/8). Melihat beragam pernyataan kontra, penyelenggara bergeming. Mereka tetap melanjutkan ajang Miss World 2013. Apalagi pihak keamanan yang menurunkan lebih kurang seribu personil telah menjamin selama pelaksanaan berlangsung. Belum lagi keterlibatan pecalang, keamanan adat Bali. Bahkan Direktur RCTI Syafril Nasution di Denpasar, Bali, Selasa (27/8), menilai apa yang ada selama ini tentang Miss World lantaran kurang sosialisasi. "Ini hanya karena kurangnya informasi saja sehingga kontes Miss World dianggap seperti yang mereka pikirkan. Jangan sampai berpikiran negatif ini akan merugikan negara kita dengan mengobrak abrik budaya," tegas Syafril. Pun dengan sesi bikini yang selama ini menjadi pembicaraan kontra, menurutnya tidak ada sama sekali. "Pakaian bikini itu tidak akan dilakukan. Bahkan sudah 7 tahun Miss World tidak ada bikini," imbuhnya. Pro kontra yang menjadi pembicaraan hangat di media ini juga mendapat perhatian kalangan selebritas seperti Tata Liem, Syaharani, Glenn Fredly dan Dessy Ilsanti. Tata menganggap keikutsertaan Indonesia di ajang kecantikan berkelas internasional sebenarnya sudah lama terjadi walau mendapat tentangan dari berbagai pihak. Namun perlahan tentangan memudar. Apalagi sejumlah kontestan dari Indonesia mulai diperhitungkan.



Kurang Pintar, Indonesia Tak Pernah Menang Ajang Miss World?
Pro - Kontra Gelaran Miss World di Indonesia, Apa Kata Mereka?
Soal Ajang Ratu Kecantikan, Nadine Chandrawinata Angkat Bicara
Pertarungan India - Venezuela Berebut Mahkota Miss World
Seru! 54 Tahun Persaingan Venezuela - India di Ajang Miss World
Bagaimana Penyelenggaraan dan Penilaian Miss World?
Mengintip Kans Indonesia di Ajang Miss World
(Gisela Cindy resmi menikah dengan Sian di Kanada!)
(kpl/pur/dis/dew)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Mila Nurwanti Sebut April Sebagai Pesaing Terberat di D'Academy
