10 Jenis Tanaman untuk Tanah Pekarangan yang Keras, Lengkap dengan Cara Menanamnya

10 Jenis Tanaman untuk Tanah Pekarangan yang Keras, Lengkap dengan Cara Menanamnya
Jenis Tanaman untuk Tanah Pekarangan yang Keras - AI generated

Kapanlagi.com - Memilih tanaman untuk tanah pekarangan tidak bisa dilakukan sembarangan, terutama jika kondisi tanah keras dan padat. Tanah seperti ini sering membuat air sulit meresap dan akar kesulitan berkembang sehingga tanaman tertentu bisa lebih sulit tumbuh jika langsung ditanam di lahan.

Namun, tanah keras bukan berarti pekarangan tidak bisa ditanami. Beberapa jenis tanaman tetap bisa tumbuh dengan pengolahan tanah, penyiraman, serta penambahan bahan organik yang dilakukan sesuai kebutuhan. Pemilihannya juga bisa disesuaikan dengan luas lahan dan tujuan penanaman.

Jadi, tanaman apa saja yang cocok untuk tanah pekarangan dengan kontur keras dan padat? Berikut KapanLagi hadirkan 10 jenis tanaman yang bisa dipertimbangkan, dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (9/9).

1. Lidah Mertua

Jenis Tanaman untuk Tanah Pekarangan yang Keras Model Lidah Mertua - AI generated

Lidah mertua termasuk tanaman yang bisa ditanam pada lahan dengan kondisi tanah yang tidak mudah diolah. Tanaman ini memiliki daun yang tumbuh dari bagian pangkal sehingga tidak membutuhkan ruang tanah yang luas.

Sebelum menanam, tanah tetap perlu dicangkul agar bagian permukaannya tidak terlalu padat. Campuran tanah dengan kompos juga bisa digunakan untuk membantu akar memperoleh ruang tumbuh.

Penyiraman tidak perlu dilakukan terlalu sering. Pastikan air tidak menggenang karena kondisi tersebut bisa mengganggu bagian akar.

2. Kamboja

Jenis Tanaman untuk Tanah Pekarangan yang Keras Model Kamboja - AI generated

Kamboja bisa menjadi pilihan untuk pekarangan dengan tanah yang keras karena tanaman ini mampu tumbuh pada lahan yang mendapat paparan matahari. Penanaman sebaiknya dilakukan setelah tanah dilonggarkan terlebih dahulu.

Lubang tanam bisa dibuat lebih besar daripada ukuran akar agar tanaman mempunyai ruang untuk berkembang. Kompos dapat ditambahkan ke dalam tanah sebelum bibit ditanam.

Setelah tanaman tumbuh, penyiraman dilakukan sesuai kondisi tanah. Hindari menyiram ketika tanah masih menyimpan banyak air.

3. Bougenvil

Jenis Tanaman untuk Tanah Pekarangan yang Keras Model Bougenvil - AI generated

Bougenvil dapat ditanam di pekarangan dengan tanah yang padat setelah media tanam diolah terlebih dahulu. Tanaman ini juga bisa ditempatkan di dekat pagar untuk memanfaatkan area yang tersedia.

Tanah perlu dicangkul dan dicampur dengan kompos agar akar lebih mudah menembus bagian bawah tanah. Cara ini juga membantu air masuk ke area sekitar akar.

Perawatan berikutnya dapat dilakukan dengan menyiram tanaman sesuai kebutuhan. Pemangkasan juga bisa dilakukan untuk mengatur arah pertumbuhan tanaman.

4. Bunga Kertas

Jenis Tanaman untuk Tanah Pekarangan yang Keras Model Bunga Kertas - AI generated

Bunga kertas bisa dipertimbangkan sebagai salah satu jenis tanaman untuk tanah pekarangan yang keras. Tanaman ini dapat tumbuh di area terbuka selama mendapat cahaya matahari yang cukup.

Sebelum ditanam, pecahkan bagian tanah yang menggumpal menggunakan cangkul. Tambahkan kompos agar tanah memiliki campuran bahan yang bisa mendukung pertumbuhan akar.

Penyiraman sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tanah. Jika permukaan masih basah, penyiraman bisa ditunda agar air tidak menumpuk.

5. Kaktus

Jenis Tanaman untuk Tanah Pekarangan yang Keras Model Kaktus - AI generated

Kaktus bisa menjadi pilihan untuk pekarangan yang sulit menyimpan banyak tanaman. Tanaman ini tidak membutuhkan penyiraman dalam jumlah besar sehingga cocok bagi pemilik rumah yang tidak selalu memiliki waktu untuk merawat tanaman.

Jika ditanam langsung, tanah perlu dibuat lebih mudah mengalirkan air dengan mencampurkan pasir dan bahan organik. Tujuannya agar air tidak bertahan terlalu lama di sekitar akar.

Kaktus juga bisa ditanam menggunakan pot jika kondisi tanah pekarangan terlalu keras. Pot membuat media tanam lebih mudah dikendalikan.

6. Agave

Jenis Tanaman untuk Tanah Pekarangan yang Keras Model Agave - AI generated

Agave termasuk tanaman yang bisa ditempatkan pada area pekarangan yang mendapat cahaya matahari. Daunnya tumbuh dari pangkal dan kebutuhan airnya tidak sebanyak beberapa tanaman lain.

Tanah yang keras tetap perlu diolah sebelum agave ditanam. Buat lubang tanam yang cukup untuk akar, kemudian campurkan tanah dengan kompos.

Setelah ditanam, perhatikan kondisi tanah sebelum menyiram. Penyiraman berlebihan justru bisa membuat bagian akar mengalami masalah.

7. Rosela

Jenis Tanaman untuk Tanah Pekarangan yang Keras Model Rosela - AI generated

Rosela dapat menjadi pilihan bagi pemilik pekarangan yang ingin menanam tanaman yang bagian tertentu bisa dimanfaatkan. Tanaman ini tetap membutuhkan tanah yang sudah diolah agar akar bisa berkembang.

Cangkul tanah sebelum menanam benih atau bibit. Campurkan kompos untuk menambah bahan organik dan membuat tanah lebih mudah ditembus akar.

Penyiraman dilakukan secara teratur pada masa awal pertumbuhan. Setelah tanaman berkembang, kebutuhan air bisa disesuaikan dengan kondisi lahan dan cuaca.

8. Serai

Jenis Tanaman untuk Tanah Pekarangan yang Keras Model Serai - AI generated

Serai bisa ditanam pada pekarangan dengan tanah yang keras setelah tanah digemburkan. Tanaman ini juga bisa menjadi pilihan untuk memanfaatkan bagian lahan yang sebelumnya kosong.

Sebelum menanam, buat lubang dan masukkan kompos bersama tanah yang sudah dihancurkan. Bibit kemudian ditanam dan disiram secukupnya.

Serai dapat dipanen secara bertahap setelah tumbuh. Bagian tanaman yang tersisa bisa dipelihara sehingga kembali menghasilkan tunas.

9. Kunyit

Jenis Tanaman untuk Tanah Pekarangan yang Keras Model Kunyit - AI generated

Kunyit bisa ditanam di pekarangan selama tanah disiapkan terlebih dahulu. Rimpang kunyit membutuhkan ruang untuk berkembang sehingga tanah yang padat perlu dilonggarkan sebelum penanaman.

Campurkan kompos dengan tanah kemudian buat lubang tanam. Rimpang dapat diletakkan di dalamnya dan ditutup menggunakan tanah secukupnya.

Penyiraman perlu dilakukan dengan memperhatikan kelembapan tanah. Tanah yang terlalu basah dalam waktu lama sebaiknya dihindari agar rimpang tidak mudah mengalami kerusakan.

10. Singkong

Jenis Tanaman untuk Tanah Pekarangan yang Keras Model Singkong - AI generated

Singkong termasuk pilihan yang bisa dipertimbangkan untuk pekarangan dengan tanah yang sulit diolah. Batang stek dapat ditanam setelah tanah dibuat lebih gembur pada bagian tempat akar berkembang.

Pengolahan tanah tidak harus dilakukan pada seluruh pekarangan. Cukup buat beberapa lubang atau jalur tanam sehingga tenaga dan waktu yang diperlukan lebih sedikit.

Setelah ditanam, singkong perlu memperoleh air yang cukup terutama ketika masih dalam tahap awal pertumbuhan. Gulma di sekitar tanaman juga perlu dibersihkan secara berkala.

11. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Jenis Tanaman untuk Tanah Pekarangan

1. Tanaman apa yang cocok untuk tanah keras?

Beberapa pilihan antara lain lidah mertua, kamboja, bougenvil, bunga kertas, kaktus, agave, rosela, serai, kunyit, dan singkong. Tanah tetap perlu diolah sebelum tanaman ditanam.

2. Bagaimana cara membuat tanah pekarangan yang keras menjadi lebih mudah ditanami?

Tanah bisa dicangkul atau dipecah terlebih dahulu, kemudian dicampur dengan kompos atau bahan organik. Pengolahan dilakukan pada area yang akan digunakan untuk menanam.

3. Apakah tanaman bisa tumbuh di tanah yang keras?

Bisa, tetapi kondisi tanah perlu diperbaiki agar akar memperoleh ruang untuk berkembang. Pemilihan tanaman juga perlu disesuaikan dengan kondisi lahan.

4. Apakah kompos bisa digunakan untuk tanah pekarangan yang keras?

Kompos bisa dicampurkan ke tanah untuk menambah bahan organik. Penggunaannya dapat dilakukan sebelum penanaman dan diulang sesuai kebutuhan tanaman.

5. Apakah tanaman untuk tanah pekarangan harus ditanam langsung di tanah?

Tidak. Tanaman juga bisa ditanam menggunakan pot atau wadah jika kondisi tanah terlalu keras atau sulit diolah. Cara ini membuat media tanam lebih mudah disiapkan.

(kpl/rul)

Rekomendasi

Trending