17 Bunga yang Tumbuh Subur di Tanah Liat, Cocok untuk Pekarangan Rumah

17 Bunga yang Tumbuh Subur di Tanah Liat, Cocok untuk Pekarangan Rumah
Bunga yang Tumbuh Subur di Tanah Liat - AI generated

Kapanlagi.com - Bunga yang tumbuh subur di tanah liat bisa menjadi pilihan bagi pemilik pekarangan dengan kondisi tanah yang sulit mengalirkan air. Situasi ini sering membuat tanaman sulit berkembang karena akar terlalu lama berada dalam tanah basah.

Meski demikian, tanah liat menyimpan unsur hara yang dapat dimanfaatkan tanaman jika jenis bunga yang dipilih sesuai. Karena itu, pemilik pekarangan tidak selalu perlu mengganti seluruh tanah sebelum mulai menanam bunga.

Lantas, bunga apa saja yang mampu tumbuh di tanah liat dan bagaimana cara merawatnya? Berikut KapanLagi hadirkan 17 pilihan bunga yang tumbuh subur di tanah liat, Jumat (21/8).

1. Black-Eyed Susan (Rudbeckia hirta)

Bunga yang tumbuh subur di tanah liat dan cocok untuk pekarangan rumah jenis black eyed susan - AI generated

Black-eyed Susan tumbuh liar di kawasan timur Amerika Serikat dan dikenal lewat kelopak kuning yang mengelilingi bagian tengah berwarna cokelat gelap. Tanaman ini termasuk bunga yang tumbuh subur di tanah liat karena akarnya menembus lapisan padat tanpa terganggu genangan air ringan.

Perawatan black-eyed Susan tergolong mudah karena tanaman ini tahan kekeringan setelah masa tumbuh awal terlewati. Sinar matahari penuh hingga sebagian menjadi syarat utama agar bunga muncul lebat sepanjang musim panas hingga awal musim gugur.

Selain mempercantik halaman, black-eyed Susan menarik kupu-kupu dan burung pemakan biji. Tanaman ini juga tumbuh berkelompok dari tahun ke tahun sehingga cocok ditanam di lahan terbuka atau pembatas taman.

2. Bee Balm (Monarda didyma)

Bee balm termasuk keluarga mint dan menghasilkan kelopak berbentuk pipa dengan warna beragam mulai dari merah, merah muda, hingga ungu muda. Struktur akarnya membantu memecah lapisan tanah liat secara bertahap setiap musim tanam.

Tanaman ini menyebar cepat di tanah liat sehingga pemilik kebun perlu membagi rumpun setiap dua tahun sekali pada awal musim semi. Sinar matahari penuh membuat bee balm berbunga maksimal, sementara kelembapan tanah yang stabil menekan risiko penyakit daun.

Aroma khas bee balm mengundang lebah, kupu-kupu, dan burung kolibri untuk mendekat. Karena itu tanaman ini sering dipilih untuk taman yang difungsikan sebagai habitat penyerbuk di pekarangan rumah.

3. Garden Phlox (Phlox paniculata)

Garden phlox dikenal luas sebagai bunga taman klasik yang mampu tumbuh di berbagai jenis tanah, termasuk tanah liat padat. Kelopaknya hadir dalam warna biru, merah muda, merah, lavender, hingga putih dengan aroma lembut yang tercium sepanjang hari.

Tanaman ini berbunga mulai pertengahan musim panas hingga suhu mulai turun menjelang musim gugur. Memotong bunga yang layu secara rutin membantu memperpanjang masa berbunga sekaligus menjaga tampilan rumpun tetap rapi.

Garden phlox cocok ditanam berkelompok di bagian belakang taman karena tinggi batangnya bisa mencapai satu meter. Kombinasi warna yang beragam membuat tanaman ini mudah dipadukan dengan bunga lain di sekitar pekarangan.

4. Bleeding Heart (Lamprocapnos spectabilis)

Bunga yang tumbuh subur di tanah liat dan cocok untuk pekarangan rumah jenis bleeding heart - AI generated

Bleeding heart menjadi pilihan bagi area teduh karena tanaman ini justru tumbuh subur di bawah naungan pohon dengan tanah liat lembap. Bentuk bunganya menyerupai hati kecil yang menggantung berderet di sepanjang batang melengkung.

Warna kelopak bleeding heart terdiri dari merah muda, merah, hingga putih dan muncul mulai akhir musim semi selama enam minggu di kawasan beriklim sejuk. Di daerah yang lebih hangat, tanaman ini kerap berbunga kembali saat cuaca mendingin pada musim gugur.

Karena menyukai naungan, bleeding heart cocok ditanam berdampingan dengan pakis atau tanaman penutup tanah lain. Bunga yang tumbuh subur di tanah liat ini juga tahan terhadap kondisi tanah asam hingga netral.

5. Daylily (Hemerocallis)

Daylily terkenal karena setiap kelopaknya hanya mekar satu hari, namun satu batang mampu menghasilkan banyak kuncup secara bergantian sehingga bunga tetap terlihat sepanjang musim. Akar daylily yang tebal dan berserat membuat tanaman ini mudah beradaptasi dengan tanah liat padat.

Tanaman ini tumbuh berkelompok dan menyebar perlahan, cocok dijadikan pembatas jalan setapak atau tepi taman. Sinar matahari penuh hingga sebagian membuat daylily tetap berbunga lebat tanpa perawatan rumit.

Selain tahan tanah liat, daylily juga tahan kekeringan setelah akar tertanam kuat. Kombinasi warna kuning, oranye, merah, dan ungu membuat tanaman ini fleksibel dipadukan dengan gaya taman apa pun.

6. Aster (Symphyotrichum spp.)

Aster berbunga pada akhir musim panas hingga musim gugur, saat sebagian besar bunga lain mulai layu. Kelopaknya berwarna ungu, biru, hingga merah muda dengan bagian tengah kuning yang menarik perhatian lebah dan kupu-kupu.

Tanaman ini termasuk bunga yang tumbuh subur di tanah liat karena akarnya tahan terhadap kelembapan musiman. Pemangkasan ringan pada awal musim panas membantu aster tumbuh lebih rimbun dan tidak mudah roboh saat berbunga lebat.

Aster cocok ditanam bersama tanaman berbunga musim gugur lain seperti tickseed atau coneflower. Kombinasi ini menjaga warna taman tetap hidup hingga menjelang musim dingin.

7. Coneflower (Echinacea purpurea)

Bunga yang tumbuh subur di tanah liat dan cocok untuk pekarangan rumah jenis coneflower - AI generated

Coneflower memiliki kelopak ungu muda hingga merah muda yang mengelilingi bagian tengah berbentuk kerucut berwarna oranye kecokelatan. Akar tunggangnya yang dalam membantu tanaman ini menembus lapisan tanah liat sekaligus bertahan saat musim kering tiba.

Tanaman ini tahan panas, kekeringan, dan kelembapan udara tinggi sehingga cocok untuk berbagai kondisi cuaca. Sinar matahari penuh membuat coneflower berbunga maksimal mulai musim panas hingga awal musim gugur.

Selain menarik kupu-kupu, biji coneflower yang mengering di akhir musim menjadi sumber makanan burung. Banyak pekebun sengaja membiarkan bunga layu tetap berdiri agar burung tetap datang ke pekarangan.

8. Yarrow (Achillea millefolium)

Yarrow tumbuh dalam rumpun rendah dengan daun menyerupai bulu dan kelompok bunga kecil yang rapat di bagian atas batang. Tanaman ini dikenal sangat adaptif terhadap kondisi tanah buruk, termasuk tanah liat padat maupun tanah miskin hara.

Yarrow tahan kekeringan sekaligus tahan terhadap musim hujan berkepanjangan, menjadikannya salah satu bunga yang tumbuh subur di tanah liat paling mudah dirawat. Warna kelopaknya beragam mulai putih, kuning, merah muda, hingga merah bata.

Bunga yarrow juga tahan lama saat dipotong sehingga sering dijadikan bunga potong untuk hiasan dalam rumah. Rumpunnya yang lebat membantu menekan pertumbuhan gulma di sekitar area tanam.

9. Coral Bells (Heuchera spp.)

Coral bells menonjol lewat daun berbentuk kipas dengan warna hijau, ungu, hingga oranye kecokelatan sepanjang tahun. Bunga kecil menyerupai lonceng muncul di ujung tangkai tipis pada musim semi hingga musim panas.

Tanaman ini cocok ditanam di area teduh sebagian dengan tanah liat yang tidak terlalu becek. Coral bells tahan terhadap rusa dan kelinci sehingga aman ditanam di pekarangan yang sering didatangi satwa liar.

Karena tinggi tanamannya rendah, coral bells sering dijadikan tanaman penutup tanah di bagian depan taman. Kombinasi warna daun yang beragam membuat tampilan taman tetap menarik meski di luar musim berbunga.

10. Russian Sage (Perovskia atriplicifolia)

Bunga yang tumbuh subur di tanah liat dan cocok untuk pekarangan rumah jenis Russian Sage - AI generated

Russian sage memiliki batang tinggi berwarna keperakan dengan kelompok bunga ungu kebiruan yang tumbuh sepanjang musim panas hingga awal musim gugur. Tanaman ini termasuk toleran terhadap tanah liat asalkan tidak tergenang air dalam waktu lama.

Aroma daun Russian sage yang khas membuat tanaman ini jarang diganggu rusa maupun kelinci. Sinar matahari penuh menjadi syarat utama agar batang tumbuh tegak dan tidak mudah roboh saat berbunga lebat.

Russian sage cocok ditanam berkelompok sebagai latar belakang taman karena tingginya bisa mencapai satu meter lebih. Tanaman ini juga menarik lebah dalam jumlah banyak selama musim berbunga berlangsung.

11. Hydrangea Annabelle (Hydrangea arborescens)

Hydrangea jenis Annabelle menghasilkan bunga berbentuk bulat besar berwarna putih yang muncul mulai musim semi hingga musim panas. Tanaman ini dikenal mampu berbunga meski ditanam di tanah liat yang cenderung padat.

Perawatan hydrangea Annabelle terbilang sederhana karena tanaman ini tahan pemangkasan berat setiap awal musim semi tanpa mengurangi jumlah bunga di musim berikutnya. Kelembapan tanah yang stabil membantu bunga tumbuh lebih besar dan tahan lama.

Selain mempercantik pekarangan, hydrangea Annabelle mengundang kupu-kupu, burung penyanyi, dan ngengat. Tanaman ini juga tahan terhadap gangguan rusa sehingga aman ditanam di halaman terbuka.

12. Mawar (Rosa spp.)

Mawar memiliki banyak varietas dengan bentuk kelopak dan warna yang beragam, mulai dari mawar semak hingga mawar rambat. Tanaman ini dapat tumbuh di tanah liat asalkan drainase diperbaiki dengan tambahan bahan organik secukupnya.

Mawar membutuhkan sinar matahari penuh, terutama pada pagi hari, dengan sedikit naungan saat siang terik. Perawatan rutin seperti pemangkasan dan pemantauan hama membantu mawar tetap berbunga sepanjang musim panas.

Selain menghasilkan bunga harum, mawar juga membentuk buah kecil yang disebut rose hip dan menjadi sumber makanan burung saat musim dingin tiba. Tanaman ini cocok ditanam sebagai titik utama taman rumah.

13. Crocus

Bunga yang tumbuh subur di tanah liat dan cocok untuk pekarangan rumah jenis Crocus - AI generated

Crocus termasuk bunga umbi yang muncul paling awal pada musim semi, bahkan saat salju belum sepenuhnya mencair. Umbinya yang kompak memungkinkan tanaman ini bertahan di tanah liat selama drainase permukaan tidak tergenang berlebihan.

Warna kelopak crocus meliputi ungu, kuning, dan putih dengan ukuran bunga yang kecil namun tumbuh serentak dalam jumlah banyak. Penanaman umbi dilakukan pada musim gugur agar bunga siap mekar begitu suhu mulai menghangat.

Crocus cocok ditanam berkelompok di bawah pohon atau di sela rumput karena masa tumbuhnya singkat. Setelah berbunga, umbi dapat dibiarkan di dalam tanah untuk kembali tumbuh pada musim semi berikutnya.

14. Bakung atau Daffodil (Narcissus spp.)

Daffodil menjadi penanda datangnya musim semi lewat kelopak kuning cerah berbentuk terompet yang khas. Umbinya tahan terhadap tanah liat selama air tidak menggenang di sekitar akar dalam waktu lama.

Penanaman daffodil dilakukan pada musim gugur agar akar sempat berkembang sebelum tanah membeku. Bunga yang tumbuh subur di tanah liat ini akan mekar kembali setiap tahun tanpa perlu ditanam ulang.

Daffodil tahan terhadap gangguan hewan pengerat karena kandungan di dalam umbinya bersifat racun bagi hewan tersebut. Sifat ini menjadikan daffodil pilihan aman untuk taman yang sering didatangi kelinci atau tupai.

15. Tickseed (Coreopsis verticillata)

Tickseed menghasilkan bunga kecil berwarna kuning dengan daun tipis menyerupai jarum yang tumbuh rimbun sepanjang musim panas. Tanaman ini tahan kekeringan sekaligus mampu beradaptasi dengan tanah liat yang memiliki drainase sedang.

Perawatan tickseed tergolong ringan karena tanaman ini jarang diserang hama maupun penyakit. Pemangkasan bunga yang layu secara berkala mendorong tickseed terus berbunga hingga awal musim gugur tiba.

Tickseed cocok dipadukan dengan aster dan daylily karena waktu berbunganya saling melengkapi sepanjang tahun. Bunga ini juga menarik kupu-kupu dan lebah yang mencari nektar di sore hari.

16. Butterfly Weed (Asclepias tuberosa)

Bunga yang tumbuh subur di tanah liat dan cocok untuk pekarangan rumah jenis Butterfly Weed - AI generated

Butterfly weed dikenal lewat kelompok bunga oranye cerah yang menjadi sumber makanan utama ulat kupu-kupu monarch. Akar tunggangnya yang panjang memungkinkan tanaman ini bertahan di tanah liat meski kondisi kering berkepanjangan.

Tanaman ini membutuhkan tambahan bahan organik saat pertama kali ditanam agar drainase tanah liat sedikit membaik. Setelah akar kuat tertanam, butterfly weed tidak lagi membutuhkan penyiraman rutin sepanjang musim panas.

Ukuran butterfly weed yang tidak terlalu tinggi membuatnya cocok ditanam di taman berskala kecil maupun besar. Tanaman ini menjadi pilihan utama bagi pekarangan yang ingin mendukung populasi kupu-kupu monarch.

17. Joe Pye Weed (Eutrochium purpureum)

Joe Pye weed tumbuh tinggi dengan kelompok bunga ungu kemerahan yang mekar pada pertengahan hingga akhir musim panas. Tanaman asli Amerika Utara ini justru tumbuh subur di tanah liat lembap yang sering dihindari tanaman lain.

Akar Joe Pye weed bersifat kuat dan berserat sehingga membantu memecah struktur tanah liat secara bertahap setiap musim. Tanaman ini juga tahan terhadap genangan air ringan di area rendah pekarangan.

Kupu-kupu dalam jumlah besar biasa mendatangi Joe Pye weed saat bunga mekar penuh. Tanaman ini cocok ditanam di bagian belakang taman karena tingginya bisa melebihi satu meter.

18. Pertanyaan Seputar Bunga yang Tumbuh Subur di Tanah Liat

Bunga apa saja yang cocok ditanam di tanah liat?

Black-eyed Susan, daylily, coneflower, aster, dan yarrow termasuk bunga yang tumbuh subur di tanah liat karena akarnya mampu menembus struktur tanah padat tanpa perawatan rumit.

Apakah tanah liat baik untuk tanaman bunga?

Tanah liat menyimpan banyak unsur hara dan air sehingga bunga yang tepat justru tumbuh lebih kuat dibanding di tanah berpasir, asalkan drainase permukaan tetap terjaga.

Bagaimana cara memperbaiki tanah liat sebelum menanam bunga?

Menambahkan kompos atau bahan organik ke permukaan tanah membantu memperbaiki struktur tanah liat secara bertahap tanpa perlu mengganti seluruh lapisan tanah kebun.

Apakah mawar bisa tumbuh di tanah liat?

Mawar dapat tumbuh di tanah liat selama mendapat sinar matahari penuh dan tambahan bahan organik untuk memperbaiki aliran air di sekitar akar.

Berapa lama bunga di tanah liat mulai berbunga setelah ditanam?

Sebagian besar bunga tahunan seperti aster dan tickseed mulai berbunga dalam satu musim tanam, sementara bunga umbi seperti crocus dan daffodil baru mekar pada musim berikutnya.

(kpl/rul)

Rekomendasi

Trending