6 Kebiasaan Orang dengan Intergritas Rendah, Bisa Dilihat dari Tanda di Tempat Kerja Berikut
Kebiasaan Orang dengan Intergritas Rendah
Kapanlagi.com - Integritas rendah di tempat kerja bisa dialami oleh siapa saja. The SAGE Encyclopedia of Industrial and Organizational Psychology dalam pembahasan “Integrity at Work” menjelaskan integritas sebagai perilaku yang menunjukkan kejujuran, keandalan, serta kesesuaian dengan standar dan aturan yang berlaku di organisasi.
Dalam keseharian, tanda tersebut bisa muncul melalui kebiasaan saat bekerja, seperti bagaimana menjalankan tugas, memenuhi waktu kerja, menanggapi kesalahan, atau menyikapi tanggung jawab. Namun, satu kejadian belum cukup untuk menggambarkan integritas seseorang karena kondisi, aturan dan beban kerja setiap instansi bisa berbeda.
Lantas, kebiasaan apa saja yang bisa menjadi tanda untuk diperhatikan? Berikut Liputan6 hadirkan 6 perilaku yang dapat membantu pembaca memahami pola yang muncul di lingkungan kerja, Kamis (1/10).
Advertisement
1. Sering Mengeluh tentang Pekerjaan
Sering mengeluh tentang pekerjaan bisa terlihat dari kebiasaan mempersoalkan hampir setiap tugas yang diberikan. Keluhan dapat muncul ketika seseorang mendapat pekerjaan baru, menerima arahan, menghadapi tenggat waktu, atau harus mengerjakan bagian yang menjadi tanggung jawabnya.
Mengeluh sesekali tentu berbeda dengan menjadikan keluhan sebagai respons terhadap hampir semua pekerjaan. Hal yang perlu diperhatikan adalah apakah keluhan tersebut tetap diikuti dengan usaha menyelesaikan tugas atau justru digunakan untuk menghindari pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawabnya.
Keluhan juga tidak bisa langsung dianggap sebagai tanda integritas rendah. Seseorang mungkin sedang menghadapi beban kerja atau persoalan lain. Karena itu, kebiasaan tersebut perlu dilihat bersama perilaku lain, terutama cara orang tersebut tetap menjalankan kewajiban setelah menyampaikan keluhan.
2. Mengambil Hasil Kerja Orang Lain
Mengambil hasil kerja orang lain terlihat ketika seseorang menyampaikan pekerjaan rekan sebagai hasil pekerjaannya sendiri. Hal ini dapat terjadi saat rapat, membuat laporan, menyampaikan ide, atau menjelaskan hasil pekerjaan kepada atasan tanpa menyebut orang yang ikut mengerjakannya.
Dalam pekerjaan yang melibatkan beberapa orang, kontribusi setiap pihak perlu disampaikan sesuai kenyataan. Ketika hasil kerja seseorang diakui pihak lain, pembagian tanggung jawab menjadi tidak sesuai dengan pekerjaan yang sebenarnya dilakukan.
Namun, lupa menyebut nama rekan sekali tidak selalu menunjukkan pola yang sama. Hal yang lebih perlu diperhatikan adalah tindakan yang dilakukan berulang kali setelah orang tersebut mengetahui bahwa pekerjaan itu merupakan hasil kontribusi pihak lain.
3. Menghindari Tanggung Jawab Saat Terjadi Kesalahan
Kesalahan dalam pekerjaan dapat terjadi karena berbagai keadaan. Hal yang kemudian perlu diperhatikan adalah cara seseorang merespons setelah mengetahui adanya kesalahan, terutama ketika ia memiliki bagian dalam pekerjaan tersebut.
Mengakui bagian yang menjadi tanggung jawab dapat membantu tim memahami persoalan dan menentukan pekerjaan berikutnya. Sebaliknya, kebiasaan langsung menyalahkan orang lain dapat membuat persoalan sulit diselesaikan karena perhatian bergeser dari masalah yang perlu diperbaiki.
Karena itu, cara menghadapi kesalahan dapat menjadi bagian dari kebiasaan kerja yang perlu diamati. Satu kesalahan tidak cukup untuk membuat kesimpulan. Pola yang berulang, terutama ketika seseorang terus menghindari tanggung jawab, memberikan konteks yang berbeda.
4. Sering Datang Terlambat
Sering datang terlambat menjadi kebiasaan yang mudah terlihat di lingkungan kerja. Keterlambatan sesekali dapat terjadi karena kondisi tertentu, tetapi keterlambatan yang berulang tanpa komunikasi dapat memengaruhi pekerjaan yang membutuhkan kehadiran atau koordinasi dengan orang tersebut.
Jam kerja merupakan bagian dari kesepakatan dalam banyak organisasi. Ketika seseorang berulang kali datang setelah waktu yang ditentukan, rekan kerja bisa harus menunggu, mengambil alih tugas, atau menyesuaikan pekerjaan yang berkaitan dengannya.
Meski begitu, keterlambatan perlu dilihat berdasarkan aturan dan kondisi masing-masing tempat kerja. Gangguan perjalanan, keadaan keluarga, atau kondisi tertentu dapat menjadi penyebab. Yang perlu diperhatikan adalah pola keterlambatan dan bagaimana seseorang menjalankan tanggung jawab setelah tiba di tempat kerja.
5. Tidak Menepati Kesepakatan Kerja
Kesepakatan menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari, mulai dari pembagian tugas hingga waktu penyelesaian. Persoalan dapat muncul ketika seseorang berulang kali menyetujui tanggung jawab tertentu tetapi tidak menjalankannya sesuai kesepakatan.
Keadaan berbeda terjadi ketika seseorang menghadapi kendala dan segera memberi tahu rekan atau atasannya. Informasi tersebut membuat pihak lain bisa menyesuaikan pekerjaan dan mencari cara agar tugas tetap berjalan.
Kebiasaan tidak menepati kesepakatan tanpa memberikan penjelasan dapat membuat rekan kerja kesulitan mengatur pekerjaan. Karena itu, perhatian sebaiknya diberikan pada pola perilaku, bukan satu kejadian ketika seseorang gagal memenuhi kesepakatan.
6. Bekerja Serampangan atau Seenaknya
Bekerja serampangan dapat terlihat ketika seseorang menyelesaikan tugas tanpa memperhatikan tanggung jawab yang sudah diberikan. Misalnya, pekerjaan diselesaikan sekadarnya, bagian yang diperlukan dilewati, atau hasil pekerjaan diserahkan kepada rekan untuk diperbaiki.
Kebiasaan tersebut bisa memengaruhi pekerjaan lain ketika tugas yang dikerjakan menjadi bagian dari proses berikutnya. Rekan kerja mungkin harus mengulang pekerjaan, mencari informasi yang belum tersedia, atau menyelesaikan bagian yang seharusnya sudah ditangani.
Namun, satu hasil pekerjaan yang kurang sesuai tidak otomatis menunjukkan integritas rendah. Kesalahan bisa muncul karena informasi yang belum lengkap atau arahan yang belum dipahami. Pola bekerja seenaknya yang berulang, sementara tanggung jawab tetap berpindah kepada orang lain, menjadi hal yang perlu diperhatikan.
7. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan Orang dengan Intergritas Rendah
Apa yang dimaksud dengan integritas di tempat kerja?
Integritas di tempat kerja berkaitan dengan kejujuran, keandalan, tanggung jawab, dan perilaku yang sesuai dengan aturan organisasi.
Apa contoh perilaku yang menunjukkan integritas rendah?
Contohnya menghindari tanggung jawab, mengambil hasil kerja orang lain, sering melanggar kesepakatan, atau mengabaikan aturan kerja.
Apakah sering mengeluh tentang pekerjaan berarti integritas rendah?
Tidak selalu. Keluhan perlu dilihat bersama pola perilaku lain dan cara seseorang tetap menjalankan tanggung jawabnya.
Apakah sering datang terlambat termasuk masalah integritas?
Keterlambatan perlu dilihat berdasarkan aturan tempat kerja, alasan yang mendasari, serta apakah kebiasaan tersebut terjadi berulang kali.
Bagaimana mengenali integritas seseorang di tempat kerja?
Perhatikan pola perilakunya dalam menjalankan tugas, memenuhi kesepakatan, mengikuti aturan, dan menghadapi tanggung jawab ketika terjadi masalah.
(kpl/rul)
Advertisement
D Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8
