Apa Arti Syafakillah: Panduan Lengkap Doa untuk Orang Sakit dalam Islam
apa arti syafakillah
Kapanlagi.com - Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam sering menggunakan ungkapan syafakillah ketika menjenguk atau mendoakan orang yang sedang sakit. Kata ini merupakan bagian dari tradisi Islam yang mengajarkan pentingnya saling mendoakan dalam kebaikan, khususnya untuk kesembuhan.
Memahami apa arti syafakillah menjadi penting agar kita dapat menggunakannya dengan tepat sesuai konteks dan situasi yang ada. Ungkapan ini tidak hanya sekadar kata-kata, tetapi merupakan doa yang penuh makna dan harapan akan kesembuhan dari Allah SWT.
Mengutip dari buku Doa dan Dzikir 3 Bahasa karya Sa'id bin Ali bin Wahf Al Qahthani, tradisi mendoakan orang sakit telah diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW melalui berbagai hadis shahih. Praktik ini menunjukkan betapa pentingnya kepedulian sosial dan spiritual dalam ajaran Islam.
Advertisement
1. Pengertian dan Asal Usul Syafakillah
Syafakillah (شَفَاكِ اللهُ) berasal dari bahasa Arab yang secara harfiah berarti "semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu". Kata ini terdiri dari dua komponen utama: "syafa" yang berarti menyembuhkan atau memberikan kesembuhan, dan "ki" yang merupakan kata ganti untuk perempuan dalam bahasa Arab.
Dalam struktur bahasa Arab, penggunaan kata ganti sangat penting untuk menentukan kepada siapa doa atau ucapan tersebut ditujukan. Kata "ki" pada syafakillah menunjukkan bahwa doa ini khusus ditujukan kepada seorang perempuan yang sedang sakit. Hal ini berbeda dengan bentuk lain seperti syafakallah yang ditujukan untuk laki-laki.
Akar kata "syafa" dalam bahasa Arab memiliki makna yang mendalam terkait dengan kesembuhan dan pemulihan. Melansir dari Kitab Lisanul Arab, kata ini merujuk pada "ma yubri'u minas saqam" yang artinya "apa yang membebaskan dari penyakit", menunjukkan konsep kesembuhan yang menyeluruh.
Penggunaan syafakillah dalam tradisi Islam tidak terlepas dari ajaran Rasulullah SAW tentang pentingnya menjenguk dan mendoakan orang sakit. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa menjenguk orang sakit merupakan salah satu hak muslim terhadap muslim lainnya.
2. Perbedaan Syafakillah dengan Ungkapan Serupa
Dalam bahasa Arab, terdapat beberapa variasi ungkapan doa untuk orang sakit yang sering membingungkan, yaitu syafakillah, syafakallah, syafahallah, dan syafahullah. Masing-masing memiliki penggunaan yang spesifik berdasarkan jenis kelamin dan posisi orang yang didoakan.
- Syafakillah (شَفَاكِ اللهُ) - Digunakan untuk perempuan yang menjadi lawan bicara langsung, artinya "semoga Allah menyembuhkanmu (perempuan)"
- Syafakallah (شَفَاكَ اللهُ) - Digunakan untuk laki-laki yang menjadi lawan bicara langsung, artinya "semoga Allah menyembuhkanmu (laki-laki)"
- Syafahallah (شَفَاهَا اللهُ) - Digunakan untuk perempuan sebagai orang ketiga, artinya "semoga Allah menyembuhkannya (perempuan)"
- Syafahullah (شَفَاهُ اللهُ) - Digunakan untuk laki-laki sebagai orang ketiga, artinya "semoga Allah menyembuhkannya (laki-laki)"
Perbedaan mendasar terletak pada penggunaan kata ganti (dhamir) dalam bahasa Arab. Kata ganti "ka" untuk laki-laki dan "ki" untuk perempuan digunakan ketika berbicara langsung dengan orang yang sakit. Sementara kata ganti "ha" untuk perempuan dan "hu" untuk laki-laki digunakan ketika membicarakan orang ketiga yang tidak hadir.
Konteks Penggunaan yang Tepat
Memahami konteks penggunaan masing-masing ungkapan sangat penting untuk menghindari kesalahan. Syafakillah digunakan ketika kita berbicara langsung dengan seorang perempuan yang sedang sakit, baik secara tatap muka, melalui telepon, atau pesan tertulis yang ditujukan langsung kepadanya.
Sebaliknya, syafahallah digunakan ketika kita membicarakan seorang perempuan yang sakit kepada orang lain, misalnya ketika menanyakan kabar atau menyampaikan doa melalui perantara. Penggunaan yang tepat menunjukkan pemahaman yang baik terhadap adab dan tata bahasa Arab dalam konteks keagamaan.
3. Dasar Hukum dan Hadis Terkait
Tradisi mendoakan orang sakit memiliki landasan yang kuat dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW telah memberikan contoh konkret tentang bagaimana seharusnya umat Islam memperlakukan saudara yang sedang sakit, termasuk dalam hal mendoakan kesembuhan.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Allahumma rabban naas mudzhibal ba'si isyfi antasy-syaafii laa syafiya illaa anta syifaa'an laa yughaadiru saqoman." Artinya: "Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembuhkanlah ia. (Hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi."
Hadis lain yang diriwayatkan oleh Muslim menyebutkan bahwa hak muslim terhadap muslim lainnya ada enam, salah satunya adalah menjenguk ketika sakit. Hal ini menunjukkan bahwa mendoakan dan menjenguk orang sakit bukan hanya anjuran, tetapi merupakan kewajiban sosial dalam Islam.
Mengutip dari buku Tradisi & Kebudayaan Nusantara karya Sumanto Al Qurtuby & Izak Y.M. Lattu, doa untuk orang sakit harus memenuhi kriteria qaulan baligha, yaitu tutur kata yang baik dan cukup sehingga membekas di hati. Syafakillah termasuk dalam kategori ini karena singkat, padat, dan mudah dipahami.
4. Adab Menjenguk dan Mendoakan Orang Sakit
Islam mengajarkan adab khusus ketika menjenguk orang sakit, termasuk dalam hal mengucapkan doa dan memberikan dukungan moral. Syafakillah merupakan salah satu bentuk doa yang dapat diucapkan, namun ada adab-adab lain yang perlu diperhatikan.
- Memilih waktu yang tepat - Hindari menjenguk pada waktu istirahat atau ketika pasien sedang menjalani perawatan medis
- Tidak berlama-lama - Kunjungan sebaiknya singkat agar tidak memberatkan orang yang sakit
- Memberikan motivasi positif - Ucapkan kata-kata yang memberikan semangat dan harapan
- Mendoakan dengan tulus - Syafakillah dan doa lainnya harus diucapkan dengan ketulusan hati
- Membawa sesuatu yang bermanfaat - Jika memungkinkan, bawa makanan sehat atau buah-buahan
Rasulullah SAW juga mengajarkan doa khusus ketika menjenguk orang sakit: "La ba'sa thahurun insya Allah" yang artinya "Tidak apa-apa, semoga menjadi penghapus dosa, insya Allah." Doa ini memberikan penghiburan sekaligus mengingatkan bahwa sakit dapat menjadi penghapus dosa.
Manfaat Spiritual Menjenguk Orang Sakit
Menjenguk orang sakit memiliki manfaat spiritual yang luar biasa, baik bagi yang menjenguk maupun yang dijenguk. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, disebutkan bahwa orang yang menjenguk saudaranya yang sakit akan terus berada dalam "khurfatil jannah" (taman surga) hingga ia pulang.
Hadis lain menyebutkan bahwa 70.000 malaikat akan berdoa untuk orang yang menjenguk di pagi hari hingga sore, dan sebaliknya. Hal ini menunjukkan betapa mulianya amalan menjenguk orang sakit dalam pandangan Islam.
5. Cara Menjawab Syafakillah
Ketika seseorang mengucapkan syafakillah kepada kita, ada beberapa cara yang dianjurkan untuk menjawabnya sesuai dengan adab Islam. Jawaban yang tepat menunjukkan penghargaan terhadap doa yang telah diberikan dan harapan agar doa tersebut dikabulkan Allah SWT.
- Aamiin Yaa Rabbal Alamin (آمِيْنُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ) - Artinya "Kabulkanlah ya Allah, wahai Tuhan semesta alam"
- Jazakillahu Khairan (جَزَاكِ اللهُ خَيْرًا) - Artinya "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan" (untuk perempuan)
- Jazakallahu Khairan (جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا) - Artinya "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan" (untuk laki-laki)
- Syukron (شُكْرًا) - Artinya "Terima kasih", meskipun lebih baik dikombinasikan dengan jawaban lain
Jawaban yang paling utama adalah "Aamiin" karena menunjukkan bahwa kita mengaminkan doa yang telah diucapkan. Hal ini sesuai dengan ajaran Islam yang menganjurkan untuk mengaminkan doa-doa kebaikan yang diucapkan orang lain.
Etika dalam Menjawab Doa
Melansir dari buku Ensiklopedi Budaya Islam Nusantara yang disusun Tim Kementerian Agama, konsep berkah dalam Islam mencakup "tetapnya kebaikan Tuhan di dalam sesuatu." Ketika menjawab syafakillah, kita sebenarnya sedang berpartisipasi dalam proses pencarian berkah dan keberkahan hidup.
Menjawab doa dengan baik juga merupakan bentuk syukur atas perhatian dan kepedulian yang diberikan orang lain. Dalam tradisi Islam, bersyukur tidak hanya kepada Allah tetapi juga kepada sesama manusia yang telah berbuat baik kepada kita.
6. Doa-Doa Lain untuk Orang Sakit
Selain syafakillah, terdapat berbagai doa lain yang dapat diucapkan ketika menjenguk atau mendoakan orang sakit. Doa-doa ini berasal dari Al-Quran dan hadis Rasulullah SAW, sehingga memiliki keutamaan tersendiri.
- As'alullāhal azhīma rabbal 'arsyil 'azhimi an yassfiyaka - "Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu"
- Imsahil ba'sa rabban nasi. Bi yadikas syifa'u. La kasyifa lahu illa anta - "Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu"
- La ba'sa thahurun insya'allahu - "Semoga tidak apa-apa, semoga suci dengan kehendak Allah"
- Bismillah asy-shafi, bismillah alladzi laa yadurru ma'asmihi syai'un - "Dengan nama Allah Yang Maha Menyembuhkan"
- A'udhu bi'izzatillahi wa qudratihi min sharri ma ajidu - "Aku berlindung kepada Allah dan dengan Kekuatan-Nya dari kejahatan yang menimpa"
Setiap doa memiliki konteks dan keutamaan tersendiri. Doa yang paling utama adalah yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW, seperti yang tercantum dalam hadis Bukhari dan Muslim tentang doa ketika menjenguk orang sakit.
Keutamaan Membaca Al-Quran untuk Orang Sakit
Al-Quran juga memiliki khasiat sebagai obat spiritual untuk orang sakit. Dalam QS. Al-Isra ayat 82 disebutkan: "Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." Membacakan ayat-ayat tertentu dapat memberikan ketenangan dan kesembuhan spiritual.
Beberapa surat yang sering dibacakan untuk orang sakit antara lain Surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Bacaan ini dapat dikombinasikan dengan doa syafakillah untuk memberikan dukungan spiritual yang lebih komprehensif.
7. FAQ (Frequently Asked Questions)
Apakah syafakillah hanya boleh diucapkan untuk orang Islam?
Syafakillah sebagai doa kesembuhan dapat diucapkan untuk siapa saja yang sedang sakit, termasuk non-Muslim. Islam mengajarkan kasih sayang universal kepada seluruh umat manusia, sehingga mendoakan kesembuhan orang lain merupakan bentuk kemanusiaan yang mulia.
Bolehkah mengucapkan syafakillah melalui media sosial?
Ya, mengucapkan syafakillah melalui media sosial atau pesan tertulis diperbolehkan dan tetap memiliki nilai kebaikan. Yang terpenting adalah niat tulus untuk mendoakan kesembuhan orang yang sedang sakit, terlepas dari media yang digunakan untuk menyampaikannya.
Apa perbedaan syafakillah dengan syafakallah?
Perbedaan utama terletak pada jenis kelamin orang yang didoakan. Syafakillah digunakan untuk perempuan, sedangkan syafakallah untuk laki-laki. Keduanya memiliki arti yang sama yaitu "semoga Allah menyembuhkanmu" namun dengan kata ganti yang berbeda sesuai tata bahasa Arab.
Apakah ada waktu khusus untuk mengucapkan syafakillah?
Tidak ada waktu khusus untuk mengucapkan syafakillah. Doa ini dapat diucapkan kapan saja ketika kita mengetahui ada orang yang sedang sakit. Namun, waktu yang paling utama adalah ketika menjenguk langsung atau segera setelah mengetahui kabar sakit seseorang.
Bagaimana jika salah mengucapkan syafakillah untuk laki-laki?
Kesalahan dalam penggunaan kata ganti tidak mengurangi nilai doa, karena yang terpenting adalah niat baik untuk mendoakan kesembuhan. Namun, sebaiknya kita mempelajari penggunaan yang benar agar lebih tepat dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab.
Apakah syafakillah termasuk dalam doa mustajab?
Syafakillah merupakan doa yang baik dan dianjurkan dalam Islam. Meskipun tidak secara spesifik disebutkan sebagai doa mustajab, namun doa untuk kesembuhan orang sakit memiliki keutamaan tersendiri dan diharapkan dikabulkan Allah SWT, terutama jika diucapkan dengan ketulusan hati.
Bolehkah menambahkan doa lain setelah mengucapkan syafakillah?
Sangat dianjurkan untuk menambahkan doa-doa lain setelah syafakillah, seperti doa lengkap yang diajarkan Rasulullah SAW atau ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan kesembuhan. Semakin banyak doa kebaikan yang dipanjatkan, semakin besar harapan untuk dikabulkan Allah SWT.
(kpl/fed)
Advertisement