Cara Membuat Kasur Tidak Mudah Bau Apek: 10 Langkah Mudah agar Tidur Lebih Nyaman

Cara Membuat Kasur Tidak Mudah Bau Apek: 10 Langkah Mudah agar Tidur Lebih Nyaman
Cara Membuat Kasur Tidak Mudah Bau Apek (Pexels)

Kapanlagi.com - Mencari cara membuat kasur tidak mudah bau apek menjadi penting, terutama saat udara sedang lembap seperti musim hujan. Bau apek pada kasur biasanya menandakan ada kelembapan yang terperangkap di dalamnya.

Melansir dari laman Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), kunci mengendalikan jamur adalah mengendalikan kelembapan, dengan kelembapan udara dalam ruangan idealnya 30 hingga 50 persen. Di Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1077/Menkes/Per/V/2011 tentang Pedoman Penyehatan Udara dalam Ruang Rumah menyebut kelembapan kamar yang baik berada di kisaran 40 hingga 60 persen.

KL Lovers tidak perlu cemas karena perawatannya bisa dilakukan lewat kebiasaan sederhana di rumah. Berikut cara-caranya yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Pahami Dulu Penyebab Bau Apek pada Kasur

Cara Membuat Kasur Tidak Mudah Bau Apek (Pexels)

Kasur menyerap banyak hal dari sekitarnya, mulai dari keringat, minyak kulit, debu, hingga uap air di udara. Jika tidak segera kering, kelembapan ini menjadi tempat jamur dan bakteri tumbuh. Jamur dan bakteri inilah yang menimbulkan bau apek, lembap, atau seperti tanah.

Penyebab lain adalah tungau debu. Melansir dari Sleep Foundation, tungau debu hidup dari sel kulit mati dan jumlahnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan ribu di kasur dan perlengkapan tidur. Mengetahui penyebabnya membuat kita bisa memilih langkah pencegahan yang paling tepat.

2. Jemur atau Angin-anginkan Kasur Secara Rutin

Cara Membuat Kasur Tidak Mudah Bau Apek (Pexels)

Sinar matahari adalah cara paling sederhana untuk mengusir lembap. Melansir dari Hunker, menjemur kasur di bawah matahari dinilai sebagai pilihan terbaik karena sinar ultraviolet dapat membantu membunuh jamur yang masih aktif dan mengurangi bau.

Jemurlah kasur satu sisi selama beberapa jam, lalu balik dan jemur sisi lainnya. Untuk kasur busa atau kasur pegas yang berat, cukup sandarkan di tempat yang mendapat banyak angin. Sebaiknya baca dulu petunjuk perawatan dari pabrik, karena tiap bahan punya batas paparan panas yang berbeda.

3. Buka Jendela Setiap Pagi agar Udara Mengalir

Cara Membuat Kasur Tidak Mudah Bau Apek (Pexels)

Kamar yang pengap membuat uap air sulit keluar. Saat bangun tidur, buka jendela dan pintu selama setidaknya 30 menit agar udara segar masuk. Kebiasaan kecil ini membantu kamar tidak menyimpan lembap semalaman.

Jangan langsung merapikan tempat tidur begitu bangun. Biarkan seprai terbuka sebentar agar uap dari tubuh yang menempel pada kasur ikut menguap. Setelah itu, barulah tempat tidur dirapikan kembali.

4. Jaga Kelembapan Kamar di Angka yang Aman

Cara Membuat Kasur Tidak Mudah Bau Apek (Pexels)

Seperti dijelaskan di awal, EPA menyarankan kelembapan di bawah 60 persen, idealnya 30 sampai 50 persen. Pedoman Kemenkes juga menyebut angka 40 hingga 60 persen untuk ruang rumah. Artinya, kamar yang terlalu lembap lebih mudah ditumbuhi jamur.

Untuk mengetahuinya, KL Lovers bisa memakai alat pengukur kelembapan yang harganya relatif murah. Jika angkanya sering tinggi, gunakan pendingin ruangan atau penurun kelembapan udara. Perbaiki juga atap atau dinding yang bocor, karena rembesan air kecil pun bisa membuat kasur lembap.

5. Pakai Pelindung Kasur yang Mudah Dicuci

Pelindung kasur bekerja seperti pelapis yang menahan keringat, tumpahan, dan debu agar tidak langsung masuk ke dalam kasur. Pilih bahan yang menyerap keringat namun tetap bisa bernapas, sehingga udara tetap bisa mengalir.

Cuci pelindung kasur secara berkala sesuai petunjuk pada labelnya. Dengan cara ini, kotoran menumpuk di pelindung, bukan di kasur yang sulit dicuci. Satu langkah ini membuat perawatan kasur jauh lebih ringan.

6. Cuci Seprai dan Sarung Bantal Seminggu Sekali

Cara Membuat Kasur Tidak Mudah Bau Apek (Pexels)

Menurut Sleep Foundation, kebanyakan orang sebaiknya mencuci seprai sekali dalam seminggu. Jika kasur tidak dipakai setiap hari, jarak pencucian boleh diperpanjang menjadi sekitar dua minggu. Jika punya hewan peliharaan yang ikut tidur, mencuci lebih sering akan lebih baik.

Pastikan seprai benar-benar kering sebelum dipasang. Seprai yang masih lembap justru memindahkan air ke permukaan kasur. Saat musim hujan, gunakan pengering atau jemur di tempat yang berangin.

7. Beri Ruang Udara di Bawah Kasur

Kasur yang menempel langsung ke lantai atau papan tertutup sulit mendapat sirkulasi udara. Uap air bisa terkumpul di bagian bawah dan memicu bau apek, yang sering baru terlihat saat kasur diangkat.

Gunakan ranjang dengan kaki atau alas berongga agar udara bisa lewat. Sesekali angkat kasur dan periksa bagian bawahnya. Jika terasa lembap, biarkan kasur terbuka hingga kering sebelum dipasang kembali.

8. Taburkan Soda Kue lalu Sedot dengan Penyedot Debu

Cara Membuat Kasur Tidak Mudah Bau Apek (AI Generated)

Soda kue dikenal membantu menyerap bau. Melansir dari Tom's Guide, soda kue dapat ditaburkan di permukaan kasur untuk membantu mengurangi bau. Caranya, bersihkan kasur dari debu terlebih dahulu, taburkan soda kue tipis merata, lalu diamkan beberapa jam atau semalaman.

Setelah itu, sedot semua serbuk dengan penyedot debu. Ulangi di sisi lain jika memungkinkan. Langkah ini cocok dilakukan sebulan sekali atau saat kasur mulai terasa kurang segar.

9. Semprot Tipis Cuka Putih untuk Mengurangi Bau

Campuran cuka putih dan air dapat membantu mengurangi bau lembap. Melansir dari Hunker, cuka putih bisa disemprotkan pada kasur hingga permukaannya terasa sedikit lembap, lalu dibiarkan mengering sebelum dilapisi seprai.

Ingat, semprot tipis saja dan jangan sampai membasahi kasur. Menurut Tom's Guide, kasur harus benar-benar kering sebelum dipasangi seprai agar jamur tidak tumbuh. Bau cuka akan hilang setelah kasur kering.

10. Hindari Makan dan Minum di Atas Kasur

Cara Membuat Kasur Tidak Mudah Bau Apek (Pexels)

Remah makanan dan tumpahan minuman bisa meresap ke lapisan dalam kasur. Sisa makanan menjadi sumber makanan bagi bakteri dan jamur, sehingga bau tidak sedap bisa bertahan lama.

Jika terlanjur tumpah, segera tepuk-tepuk dengan kain bersih untuk menyerap cairan. Jangan digosok karena cairan bisa semakin dalam. Lalu keringkan sebaik mungkin dengan kipas angin atau sinar matahari.

11. Keringkan Secepatnya Jika Kasur Terkena Cairan

Menurut EPA, bahan yang basah sebaiknya dikeringkan dalam 24 hingga 48 jam agar jamur tidak tumbuh. Aturan ini berlaku juga untuk kasur yang terkena air hujan, tumpahan, atau ompol.

Gunakan kipas angin dan letakkan kasur di tempat berangin. Jangan menutup kasur dengan seprai sebelum kering sempurna. Semakin cepat kasur kering, semakin kecil peluang bau apek muncul.

12. Balik, Putar, dan Bersihkan Kasur secara Berkala

Membalik atau memutar kasur membantu udara masuk ke seluruh bagian dan menjaga pemakaian lebih merata. Cek lebih dulu apakah kasur boleh dibalik, karena sebagian model hanya memiliki satu sisi untuk tidur.

Sleep Foundation menyarankan kasur dibersihkan sekitar setiap enam bulan sekali. Kasur juga sebaiknya diganti setiap enam sampai delapan tahun agar kualitas tidur terjaga. Jika bau apek tidak hilang dan muncul bercak jamur, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan penggantian.

13. Jadwal Perawatan Kasur agar Tetap Segar

KebiasaanSeberapa Sering
Buka jendela dan angin-anginkan tempat tidurSetiap pagi
Cuci seprai dan sarung bantalSeminggu sekali
Cuci pelindung kasurSesuai petunjuk, umumnya sebulan sekali
Sedot debu pada kasurSebulan sekali
Taburkan soda kue dan jemur kasurSebulan sekali atau saat terasa kurang segar
Balik atau putar kasurSesuai petunjuk pabrik
Bersihkan kasur menyeluruhSekitar enam bulan sekali

Itulah cara membuat kasur tidak mudah bau apek yang bisa dilakukan tanpa biaya besar. Intinya, jaga kamar tetap kering, beri udara bergerak, dan bersihkan perlengkapan tidur secara rutin. Jika dilakukan konsisten, tidur KL Lovers akan terasa lebih segar dan nyaman.

14. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kasur Tidak Bau Apek

1. Apa penyebab utama kasur bau apek?

Penyebab utamanya adalah kelembapan yang terperangkap sehingga memicu jamur dan bakteri. Keringat, tumpahan, dan debu juga ikut memperparah bau.

2. Berapa kelembapan kamar yang ideal?

EPA menyarankan di bawah 60 persen, idealnya 30 sampai 50 persen. Pedoman Kemenkes untuk kamar adalah 40 sampai 60 persen.

3. Seberapa sering kasur perlu dijemur?

Tidak ada angka baku. Jemur atau angin-anginkan saat kasur terasa lembap atau sebulan sekali, terutama di musim hujan.

4. Apakah soda kue aman untuk semua jenis kasur?

Soda kue umumnya dipakai pada permukaan kasur, asalkan ditaburkan tipis dan disedot bersih. Cek petunjuk perawatan pabrik untuk kasur berbahan khusus.

5. Kapan kasur perlu diganti?

Sleep Foundation menyarankan mengganti kasur setiap enam sampai delapan tahun. Ganti lebih cepat jika bau apek tidak hilang atau muncul bercak jamur.

(kpl/ibr)

Rekomendasi

Trending