Cara Menggunakan Setrika Uap Philips dengan Benar dan Aman
cara menggunakan setrika uap philips
Kapanlagi.com - Setrika uap Philips menjadi pilihan banyak rumah tangga karena kemampuannya menghilangkan kusut pada pakaian dengan lebih efektif. Teknologi uap panas yang dihasilkan membuat serat kain lebih mudah diluruskan tanpa perlu menekan terlalu kuat.
Meskipun terlihat sederhana, penggunaan setrika uap yang tepat akan menghasilkan pakaian lebih rapi dan menjaga keawetan alat. Memahami cara menggunakan setrika uap Philips dengan benar juga membantu Anda menghemat waktu dan energi saat menyetrika.
Artikel ini akan membahas langkah-langkah praktis mulai dari persiapan, penggunaan, hingga perawatan setrika uap Philips. Dengan panduan lengkap ini, Anda dapat memaksimalkan fungsi setrika uap untuk hasil setrikaan seperti profesional.
Advertisement
1. Mengenal Setrika Uap Philips dan Cara Kerjanya
Setrika uap adalah perangkat rumah tangga yang menggunakan kombinasi panas dan uap air untuk meluruskan kain yang kusut. Cara kerja setrika uap cukup sederhana: air di dalam tangki dipanaskan hingga mencapai suhu tertentu dan berubah menjadi uap, kemudian uap tersebut keluar melalui lubang-lubang kecil di tapak setrika dan mengenai permukaan kain.
Uap panas ini membuat serat kain menjadi lebih lembut dan mudah diluruskan, sehingga proses menyetrika menjadi lebih cepat dan efisien. Philips sebagai produsen alat rumah tangga terkemuka telah mengembangkan berbagai model setrika uap dengan teknologi canggih, seperti sistem anti-kerak, tapak setrika non-lengket, dan pengaturan suhu otomatis yang menyesuaikan jenis kain.
Setrika uap Philips umumnya dilengkapi dengan fitur 2in1, yang memungkinkan pengguna memilih antara menyetrika dengan uap atau tanpa uap sesuai kebutuhan. Fitur ini sangat berguna karena tidak semua jenis kain memerlukan uap saat disetrika. Beberapa model seperti seri GC1418 dan GC1424 juga dilengkapi dengan fungsi semburan uap ekstra (steam burst) yang dapat mengeluarkan uap hingga 60 gram per menit untuk mengatasi kusut yang sangat membandel.
Melansir dari philips.co.id, setrika uap Philips OptimalTEMP dengan teknologi OptimalTEMP memberikan kombinasi suhu dan uap yang paling efektif untuk segala jenis bahan, 100% aman serta ampuh pada jenis kain jeans sampai sutra bahkan kain dengan bahan yang membutuhkan perawatan khusus. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk menyetrika berbagai jenis kain tanpa perlu khawatir merusak pakaian atau mengatur suhu secara manual.
2. Persiapan Sebelum Menggunakan Setrika Uap Philips
Sebelum memulai proses menyetrika, ada beberapa persiapan penting yang perlu dilakukan untuk memastikan hasil maksimal dan keamanan penggunaan. Langkah persiapan yang tepat akan membuat proses menyetrika lebih efisien dan melindungi pakaian dari kerusakan.
Pertama, periksa label perawatan pada pakaian yang akan disetrika. Label ini memberikan informasi penting tentang suhu maksimal yang aman untuk kain tersebut. Kain seperti sutra dan satin memerlukan suhu rendah, sementara katun dan linen dapat disetrika dengan suhu tinggi. Kosongkan semua saku pakaian dan rapikan kancing atau resleting agar tidak mengganggu proses menyetrika.
Kedua, siapkan air bersih untuk mengisi tangki setrika uap. Sebaiknya gunakan air suling atau air matang yang telah didinginkan untuk menghindari penumpukan kerak akibat kandungan mineral tinggi dalam air keran. Kerak dapat menyumbat saluran uap dan mengurangi kinerja setrika dalam jangka panjang. Pastikan juga papan setrika dalam kondisi bersih dan stabil sebelum digunakan.
Ketiga, siapkan area menyetrika yang aman dan nyaman. Pastikan ada cukup ruang untuk menggerakkan setrika dan kabel listrik tidak terhalang atau tertekuk. Ventilasi yang baik juga penting agar uap tidak membuat ruangan terlalu lembap. Dengan persiapan yang matang, cara menggunakan setrika uap Philips akan menjadi lebih mudah dan hasilnya lebih memuaskan.
3. Langkah-Langkah Menggunakan Setrika Uap Philips
Berikut adalah panduan lengkap langkah demi langkah untuk menggunakan setrika uap Philips dengan benar dan aman:
1. Mengisi Tangki Air dengan Benar
Langkah pertama dalam cara menggunakan setrika uap Philips adalah mengisi tangki air. Pastikan setrika dalam keadaan mati dan kabel belum terhubung ke listrik. Posisikan setrika dengan miring ke belakang sekitar 45 derajat untuk memudahkan pengisian air. Buka tutup tangki air dan isi dengan air bersih hingga mencapai tanda batas maksimal yang tertera pada tangki. Jangan mengisi air melebihi batas karena dapat menyebabkan kebocoran saat setrika dipanaskan. Setelah selesai, tutup kembali tangki dengan rapat untuk mencegah air tumpah saat digunakan.
2. Menyalakan dan Mengatur Suhu Setrika
Setelah tangki terisi, colokkan kabel setrika ke stop kontak listrik. Atur pengaturan suhu sesuai dengan jenis kain yang akan disetrika. Untuk setrika Philips dengan teknologi OptimalTEMP, setrika akan otomatis mengatur suhu yang sesuai untuk berbagai jenis kain. Namun untuk model standar, Anda perlu mengatur suhu secara manual: suhu rendah untuk kain sintetis dan sutra, suhu sedang untuk wol dan polyester, serta suhu tinggi untuk katun dan linen. Tunggu sekitar 2 menit hingga lampu indikator menyala atau berubah warna, menandakan setrika sudah siap digunakan.
3. Mengatur Fungsi Uap
Setelah setrika panas, atur tombol pengaturan uap ke posisi steam jika Anda ingin menggunakan fungsi uap. Untuk hasil maksimal pada kain tebal atau kusut membandel, pastikan suhu berada pada posisi maksimal. Setrika Philips biasanya memiliki dua tombol uap: tombol untuk semburan uap kontinu dan tombol untuk semburan uap ekstra (steam burst). Tekan tombol steam burst untuk mengeluarkan uap dalam jumlah besar saat menghadapi lipatan atau kusut yang sulit dihilangkan.
4. Teknik Menyetrika dengan Uap
Letakkan pakaian di atas papan setrika dengan posisi rata dan tidak berlipat. Mulai menyetrika dari bagian yang paling sulit seperti kerah, manset, atau saku. Gerakkan setrika dengan gerakan maju mundur yang lembut dan tidak terburu-buru. Jangan menekan setrika terlalu kuat karena uap sudah cukup untuk meluruskan serat kain. Untuk hasil terbaik, setrika pakaian saat masih sedikit lembap atau gunakan fungsi semprot untuk membasahi area yang sangat kusut.
5. Menyetrika Tanpa Uap
Jika Anda ingin menyetrika tanpa menggunakan uap, geser tombol pengaturan dari posisi steam ke non-steam. Turunkan juga pengaturan suhu dari maksimal ke suhu yang sesuai dengan jenis kain. Fungsi tanpa uap cocok untuk kain tipis, kain yang mudah meninggalkan bekas air, atau saat Anda hanya perlu merapikan pakaian yang tidak terlalu kusut. Cara ini juga menghemat air dan energi listrik.
6. Menggunakan Fungsi Semprot
Setrika uap Philips dilengkapi dengan fungsi semprot yang menghasilkan kabut halus untuk membasahi kain secara merata. Tekan tombol semprot yang biasanya terletak di bagian atas pegangan setrika untuk mengeluarkan semprotan air. Fungsi ini sangat berguna untuk melembapkan area kain yang sangat kering atau kusut, sehingga lebih mudah disetrika. Gunakan fungsi semprot sebelum menggerakkan setrika di area tersebut untuk hasil yang lebih rapi.
7. Menyelesaikan dan Mematikan Setrika
Setelah selesai menyetrika, putar tombol pengaturan ke posisi off dan cabut kabel dari stop kontak. Jangan langsung menyimpan setrika karena tapak setrika masih sangat panas. Biarkan setrika mendingin selama beberapa menit di tempat yang aman. Kosongkan sisa air dalam tangki dengan membuka tutup dan menuangkan air keluar, atau gunakan fungsi calc-clean jika tersedia pada model setrika Anda. Langkah ini penting untuk mencegah penumpukan kerak dan menjaga kinerja setrika dalam jangka panjang.
4. Tips Keselamatan Saat Menggunakan Setrika Uap
Keselamatan adalah prioritas utama saat menggunakan peralatan listrik yang menghasilkan panas tinggi seperti setrika uap. Berikut adalah beberapa tips penting untuk memastikan penggunaan yang aman:
- Jangan Arahkan Uap ke Kulit atau Wajah - Uap yang keluar dari setrika memiliki suhu sangat tinggi yang dapat menyebabkan luka bakar serius. Selalu arahkan setrika menjauhi tubuh Anda dan orang lain di sekitar.
- Jauhkan dari Jangkauan Anak-anak - Simpan setrika di tempat yang tidak dapat dijangkau anak-anak. Jangan biarkan kabel menggantung di tepi meja atau papan setrika karena anak-anak dapat menariknya.
- Gunakan di Permukaan Stabil - Pastikan papan setrika atau permukaan yang digunakan stabil dan tidak mudah bergoyang. Setrika yang jatuh dapat menyebabkan kecelakaan atau kerusakan.
- Jangan Tinggalkan Setrika Menyala - Selalu matikan dan cabut kabel setrika jika Anda harus meninggalkan ruangan, meskipun hanya sebentar. Setrika yang dibiarkan menyala dapat menyebabkan kebakaran.
- Periksa Kabel Secara Berkala - Periksa kondisi kabel listrik secara rutin untuk memastikan tidak ada kerusakan, sobekan, atau kabel yang terkelupas. Kabel yang rusak dapat menyebabkan korsleting atau sengatan listrik.
- Gunakan Hanya Air Bersih - Jangan pernah mengisi tangki dengan cairan selain air bersih, seperti pewangi, pelembut kain, atau cairan pembersih. Bahan kimia ini dapat merusak komponen internal setrika dan menyebabkan kebocoran atau kerusakan permanen.
- Biarkan Dingin Sebelum Disimpan - Tunggu hingga setrika benar-benar dingin sebelum menyimpannya. Menyimpan setrika yang masih panas dapat merusak permukaan penyimpanan atau menyebabkan kebakaran.
5. Perawatan dan Pemeliharaan Setrika Uap Philips
Perawatan rutin sangat penting untuk menjaga kinerja optimal dan memperpanjang usia pakai setrika uap Philips. Dengan perawatan yang tepat, setrika Anda akan tetap berfungsi dengan baik selama bertahun-tahun.
Langkah perawatan pertama adalah selalu mengosongkan tangki air setelah setiap penggunaan. Sisa air yang dibiarkan dalam tangki dapat menyebabkan penumpukan kerak dan bakteri yang dapat merusak sistem uap. Setelah setrika dingin, buka tutup tangki dan tuangkan sisa air keluar. Biarkan tangki terbuka sebentar agar bagian dalam benar-benar kering sebelum ditutup kembali.
Untuk membersihkan kerak yang sudah terbentuk, gunakan fungsi calc-clean yang tersedia pada sebagian besar model setrika uap Philips. Caranya adalah dengan mengisi tangki dengan air, memanaskan setrika, kemudian mematikannya dan menggeser tombol calc-clean. Goyangkan setrika secara perlahan di atas wastafel agar kerak dan kotoran keluar bersama air. Lakukan pembersihan ini minimal sebulan sekali jika Anda menggunakan air keran biasa, atau setiap dua bulan jika menggunakan air suling.
Bersihkan tapak setrika secara teratur untuk menghilangkan noda atau sisa kain yang menempel. Gunakan kain lembut yang sedikit dibasahi dengan air atau larutan pembersih khusus tapak setrika. Jangan gunakan benda tajam, spons kasar, atau bahan abrasif yang dapat menggores lapisan anti-lengket pada tapak setrika. Untuk noda membandel, Anda dapat menggunakan pasta baking soda yang dioleskan dengan lembut, kemudian dilap bersih.
Simpan setrika di tempat yang kering dan aman setelah benar-benar dingin. Gulung kabel dengan rapi di sekitar area penyimpanan kabel yang biasanya tersedia di bagian belakang setrika. Hindari melipat atau menekuk kabel secara tajam karena dapat merusak kabel di bagian dalam. Simpan setrika dalam posisi berdiri atau sesuai petunjuk manual untuk mencegah kerusakan pada tapak setrika.
6. Mengatasi Masalah Umum pada Setrika Uap Philips
Meskipun setrika uap Philips dirancang dengan kualitas tinggi, beberapa masalah umum mungkin terjadi selama penggunaan. Berikut adalah panduan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut:
- Uap Tidak Keluar atau Lemah - Masalah ini biasanya disebabkan oleh tangki air yang kosong, pengaturan suhu yang terlalu rendah, atau saluran uap yang tersumbat kerak. Solusinya adalah memastikan tangki terisi air, mengatur suhu ke posisi yang lebih tinggi, dan melakukan pembersihan calc-clean untuk menghilangkan kerak.
- Air Bocor dari Setrika - Kebocoran air dapat terjadi jika tangki diisi terlalu penuh, suhu terlalu rendah sehingga air tidak menguap sempurna, atau segel tangki rusak. Pastikan mengisi air hanya sampai batas maksimal, gunakan suhu yang sesuai untuk fungsi uap, dan periksa kondisi segel tangki.
- Noda atau Bercak pada Pakaian - Noda dapat muncul jika tapak setrika kotor atau ada kerak yang keluar bersama uap. Bersihkan tapak setrika secara menyeluruh dan lakukan pembersihan calc-clean untuk menghilangkan kerak dari saluran uap.
- Setrika Tidak Panas - Jika setrika tidak panas sama sekali, periksa apakah kabel terhubung dengan baik ke stop kontak dan pastikan ada aliran listrik. Jika masalah berlanjut, mungkin ada kerusakan pada elemen pemanas dan perlu dibawa ke service center resmi Philips.
- Bau Tidak Sedap dari Setrika - Bau dapat disebabkan oleh air yang terlalu lama berada dalam tangki atau pertumbuhan bakteri. Kosongkan tangki setelah setiap penggunaan dan bersihkan dengan larutan cuka putih yang diencerkan, kemudian bilas dengan air bersih.
- Lampu Indikator Berkedip Terus - Pada beberapa model, lampu berkedip menandakan setrika sedang memanaskan atau ada masalah dengan sensor suhu. Tunggu beberapa saat hingga lampu stabil. Jika terus berkedip, konsultasikan dengan manual atau hubungi layanan pelanggan Philips.
7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah setrika uap Philips harus selalu menggunakan air?
Ya, jika Anda ingin menggunakan fungsi uap. Namun setrika uap Philips juga dapat digunakan tanpa air untuk fungsi setrika kering biasa. Cukup atur tombol pengaturan ke posisi non-steam dan setrika akan berfungsi seperti setrika biasa tanpa mengeluarkan uap.
2. Bolehkah mengisi tangki setrika dengan air pewangi atau pelembut kain?
Tidak boleh. Hanya gunakan air bersih, air suling, atau air matang yang telah didinginkan. Cairan pewangi, pelembut kain, atau bahan kimia lainnya dapat merusak komponen internal setrika, menyumbat saluran uap, dan membatalkan garansi. Jika ingin pakaian wangi, semprotkan pewangi langsung ke pakaian sebelum atau setelah disetrika.
3. Berapa lama waktu pemanasan setrika uap Philips?
Umumnya setrika uap Philips membutuhkan waktu sekitar 2 menit untuk mencapai suhu siap pakai. Lampu indikator akan menyala atau berubah warna ketika setrika sudah siap digunakan. Waktu pemanasan dapat bervariasi tergantung model dan pengaturan suhu yang dipilih.
4. Seberapa sering harus melakukan pembersihan calc-clean?
Jika menggunakan air keran biasa, lakukan pembersihan calc-clean minimal sebulan sekali. Jika menggunakan air suling atau air dengan kandungan mineral rendah, pembersihan dapat dilakukan setiap 2-3 bulan sekali. Pembersihan rutin ini penting untuk mencegah penumpukan kerak yang dapat mengurangi kinerja setrika.
5. Apakah setrika uap lebih baik daripada setrika biasa?
Setrika uap umumnya lebih efektif untuk menghilangkan kusut, terutama pada kain tebal seperti katun dan linen. Uap membantu melunakkan serat kain sehingga lebih mudah diluruskan tanpa perlu menekan terlalu kuat. Namun setrika biasa lebih sederhana, tidak perlu perawatan khusus, dan cocok untuk kain tipis atau penggunaan ringan.
6. Bagaimana cara menyetrika pakaian agar hasilnya seperti laundry profesional?
Gunakan setrika uap dengan suhu yang sesuai untuk jenis kain, setrika saat pakaian masih sedikit lembap, gunakan fungsi steam burst untuk bagian kusut, dan setrika dengan gerakan yang teratur. Untuk aroma wangi seperti laundry, gunakan pewangi pakaian berkualitas saat mencuci dan semprotkan sedikit air setrika khusus sebelum menyetrika.
7. Apakah setrika uap Philips aman untuk semua jenis kain?
Setrika uap Philips dengan teknologi OptimalTEMP aman untuk semua jenis kain dari jeans hingga sutra. Namun untuk model standar, Anda perlu mengatur suhu sesuai jenis kain. Selalu periksa label perawatan pada pakaian dan gunakan suhu rendah untuk kain halus seperti sutra, satin, atau bahan sintetis, serta suhu tinggi untuk katun dan linen.
(kpl/fed)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba