Cara Menggunakan Tanda Tangan Elektronik untuk Dokumen Digital yang Sah dan Aman
cara menggunakan tanda tangan elektronik (c) Ilustrasi AI
Kapanlagi.com - Tanda tangan elektronik (TTE) telah mengubah cara kita mengesahkan dokumen di era digital. Dengan menandatangani dokumen secara elektronik, Anda mempercepat alur kerja tanpa perlu lagi mencetak, menandatangani manual, lalu memindai kembali dokumen tersebut ke sistem elektronik. Memahami cara menggunakan tanda tangan elektronik kini menjadi kebutuhan penting bagi individu maupun pelaku bisnis.
Tanda tangan elektronik diakui secara hukum dan dapat diterapkan di hampir setiap negara industri di dunia, bahkan negara berkembang mulai memberlakukan regulasi terkait e-signature. Di Indonesia sendiri, UU ITE telah memberikan landasan hukum yang kuat bagi penggunaan TTE tersertifikasi. Cara menggunakan tanda tangan elektronik yang benar memastikan dokumen Anda memiliki kekuatan hukum setara dengan tanda tangan basah.
Secara sederhana, tanda tangan elektronik adalah istilah umum yang menggambarkan teknologi keseluruhan untuk mengesahkan, mengautentikasi, dan menandatangani dokumen digital. Menandatangani dokumen secara elektronik menghemat waktu, mengurangi kebutuhan proses berbasis kertas, serta memberikan fleksibilitas untuk menandatangani dari hampir mana saja dan di perangkat apa pun. Artikel ini membahas panduan lengkap langkah demi langkah agar Anda dapat memanfaatkan teknologi ini secara optimal.
Advertisement
1. Cara Menggunakan Tanda Tangan Elektronik Melalui Platform Resmi PSrE
Langkah paling direkomendasikan dalam cara menggunakan tanda tangan elektronik yang sah adalah melalui platform Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) yang telah diakui pemerintah. Di Indonesia, terdapat sejumlah PSrE resmi yang menyediakan layanan TTE tersertifikasi dengan sertifikat elektronik dan kekuatan hukum penuh.
Proses autentikasi dimulai dengan memverifikasi identitas penandatangan, yang dapat dicapai melalui berbagai metode seperti verifikasi email, login media sosial, atau metode yang lebih aman seperti sertifikat digital dan verifikasi biometrik.
Pilih platform PSrE resmi: Kunjungi situs atau unduh aplikasi dari penyedia layanan TTE yang terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Berdasarkan informasi dari Kapanlagi.com, beberapa PSrE yang beroperasi di Indonesia antara lain Balai Sertifikasi Elektronik BSSN, VIDA, Privy, Digisign, Tilaka, Xignature, eSign, dan Peruri.
Buat akun dan verifikasi identitas: Daftarkan diri dengan menyiapkan dokumen KTP atau paspor, alamat email aktif, dan nomor telepon. Verifikasi akun biasanya dilakukan melalui swafoto atau liveness detection untuk memastikan keaslian identitas Anda.
Berlangganan layanan: Pilih paket langganan sesuai kebutuhan. Skema berlangganan bervariasi berdasarkan jangka waktu dan kuota TTE yang tersedia.
Unggah dokumen: Siapkan dokumen dalam format PDF atau format lain yang didukung, lalu unggah ke platform PSrE melalui menu yang tersedia.
Bubuhkan tanda tangan: Pilih menu tanda tangan, tentukan lokasi pembubuhan pada dokumen, lalu masukkan kode OTP atau PIN sebagai verifikasi tambahan sebelum TTE dibubuhkan secara resmi.
Unduh dan bagikan dokumen: Setelah dokumen ditandatangani, simpan dan bagikan kepada pihak terkait langsung melalui platform tersebut. Dokumen yang telah ditandatangani akan dilengkapi kode QR dan sertifikat elektronik.
2. Cara Menggunakan Tanda Tangan Elektronik di File PDF
Menandatangani dokumen PDF secara elektronik merupakan metode yang paling umum dilakukan. Anda dapat mengetik nama sebagai tanda tangan, menandatangani dengan mouse komputer, mengunggah gambar tanda tangan, atau menggunakan jari maupun stylus pada perangkat layar sentuh. Berikut langkah-langkah cara menggunakan tanda tangan elektronik pada file PDF.
Buka platform penandatanganan: Gunakan aplikasi seperti Adobe Acrobat atau layanan online penandatanganan PDF. Dengan Adobe Acrobat, Anda dapat menandatangani berbagai jenis dokumen.
Unggah file PDF: Pilih dokumen yang akan ditandatangani dan pastikan file sudah final serta siap untuk disahkan.
Pilih area tanda tangan: Klik tautan atau area pada dokumen yang menunjukkan lokasi untuk menandatangani, lalu jendela pop-up akan terbuka agar Anda dapat membuat tanda tangan elektronik di kolom yang tersedia.
Buat tanda tangan: Gambar tanda tangan menggunakan alat yang tersedia, ketik nama, atau unggah gambar tanda tangan Anda.
Terapkan dan simpan: Klik Apply untuk menambahkan tanda tangan ke dokumen, lalu pilih Click to Sign di bagian bawah untuk menyelesaikan proses.
3. Cara Menggunakan Tanda Tangan Elektronik di Microsoft Word
Microsoft Word juga dapat dimanfaatkan untuk membubuhkan tanda tangan elektronik pada dokumen. Meski tidak menghasilkan TTE tersertifikasi, metode ini cocok untuk kebutuhan dokumen internal yang tidak memerlukan kekuatan hukum tinggi. Berikut cara menggunakan tanda tangan elektronik di Word.
Siapkan gambar tanda tangan: Tulis tanda tangan Anda di atas kertas kosong, lalu foto hasilnya. Simpan dalam format PNG agar latar belakang otomatis transparan.
Buka dokumen Word: Buka file yang ingin ditandatangani di Microsoft Word.
Sisipkan gambar: Klik menu Insert, pilih Picture, kemudian pilih This Device dan masukkan foto tanda tangan yang telah diambil.
Atur posisi dan transparansi: Letakkan gambar pada posisi yang tepat. Gunakan menu Color lalu pilih Set Transparent Color untuk membuat latar belakang foto menjadi transparan.
Simpan dokumen: Simpan file dalam format yang diinginkan setelah tanda tangan terpasang dengan benar.
Perlu diketahui bahwa dokumen yang ditandatangani melalui Microsoft Word atau aplikasi pengolah kata lainnya bersifat seperti gambar yang disisipkan, sehingga tidak memiliki sertifikat elektronik atau mekanisme verifikasi keaslian. Untuk dokumen penting yang memerlukan kekuatan hukum penuh, disarankan menggunakan platform PSrE resmi.
4. Cara Menggunakan Tanda Tangan Elektronik di Google Docs
Google Docs menyediakan fitur bawaan yang memungkinkan Anda membubuhkan tanda tangan elektronik sederhana pada dokumen. Anda bahkan dapat membuat draf kontrak langsung dari Google Docs dan menggunakannya sebagai template untuk menginisiasi permintaan tanda tangan elektronik. Berikut langkah-langkah penerapan cara menggunakan tanda tangan elektronik melalui Google Docs.
Buka Google Docs: Masuk ke akun Google Anda, lalu buka dokumen yang akan ditandatangani melalui menu Docs.
Akses menu Drawing: Klik menu Insert, kemudian pilih Drawing dan klik New.
Gambar tanda tangan: Gunakan alat menggambar yang tersedia pada bidang kanvas untuk membuat tanda tangan Anda secara bebas.
Simpan dan letakkan: Klik Save and Close untuk menyisipkan gambar tanda tangan ke dalam dokumen, lalu posisikan di tempat yang sesuai.
Sesuaikan ukuran: Atur ukuran dan penempatan gambar tanda tangan agar proporsional dengan area penandatanganan pada dokumen.
5. Cara Menggunakan Tanda Tangan Elektronik pada Perangkat Mobile
Kemudahan teknologi digital pada perangkat smartphone memungkinkan Anda menandatangani dokumen kapan saja dan di mana saja. Menandatangani dokumen secara elektronik menghemat waktu dan memberikan fleksibilitas penuh. Cara menggunakan tanda tangan elektronik di perangkat mobile dapat dilakukan melalui beberapa metode berikut.
Unduh aplikasi TTE resmi: Instal aplikasi PSrE seperti Privy, VIDA, atau Digisign dari Google Play Store maupun App Store pada smartphone Anda.
Daftar dan verifikasi akun: Buat akun baru dengan mengisi data pribadi, lalu lakukan verifikasi identitas melalui swafoto dan pemindaian KTP elektronik.
Pilih dokumen: Buka menu dokumen yang menunggu ditandatangani atau unggah file baru dari penyimpanan perangkat Anda.
Bubuhkan tanda tangan: Gunakan jari Anda di layar sentuh untuk menandatangani langsung, atau pilih tanda tangan yang telah tersimpan sebelumnya di aplikasi.
Verifikasi dengan OTP atau biometrik: Masukkan kode OTP yang dikirimkan ke nomor ponsel Anda, atau gunakan verifikasi biometrik seperti sidik jari atau pengenalan wajah untuk mengonfirmasi.
Selesaikan proses: Konfirmasi tanda tangan dengan menyelesaikan proses, dan pengirim secara otomatis akan menerima dokumen yang telah Anda tandatangani.
Salem Bajaba, Information and Communication Technologies Manager di Binladin Contracting Group, menyatakan: "Pengadaan perangkat IT dulu membutuhkan setidaknya dua hari. Kini tanda tangan elektronik menghemat banyak waktu. Kami telah memangkas proses persetujuan pengadaan menjadi hanya 30 menit."
6. Cara Menggunakan Tanda Tangan Elektronik Berbentuk QR Code
Tanda tangan elektronik dalam bentuk QR Code semakin populer digunakan pada dokumen resmi pemerintah maupun bisnis. QR Code memungkinkan verifikasi keaslian dokumen secara cepat dengan memindai kode tersebut menggunakan smartphone. Berikut langkah-langkah cara menggunakan tanda tangan elektronik berbentuk QR Code.
Buka aplikasi PSrE: Masuk ke aplikasi TTE resmi yang mendukung fitur penandatanganan berbasis QR Code melalui perangkat smartphone Anda.
Unggah dokumen: Pilih dan unggah dokumen yang ingin ditandatangani ke dalam aplikasi dalam format PDF.
Verifikasi identitas: Masukkan kode OTP yang diterima di ponsel Anda, lalu tunggu sistem memverifikasi data penandatangan.
Pilih fitur QR Code: Setelah identitas terverifikasi, pilih fitur tanda tangan berbentuk QR Code yang tersedia pada menu aplikasi.
Lengkapi data: Masukkan informasi yang dibutuhkan seperti nama lengkap, nomor telepon, dan alamat email sesuai ketentuan.
Terapkan pada dokumen: QR Code yang dihasilkan akan otomatis ditambahkan ke dokumen sebagai bukti penandatanganan yang dapat diverifikasi oleh siapa pun.
7. Cara Memverifikasi Keabsahan Tanda Tangan Elektronik
Memverifikasi keabsahan TTE sama pentingnya dengan proses penandatangannya sendiri. Integritas data dijamin melalui cryptographic hash function yang menciptakan sidik jari digital unik, sehingga setiap perubahan pada dokumen setelah penandatanganan dapat terdeteksi dan menjaga integritas dokumen. Berikut cara menggunakan tanda tangan elektronik yang tepat sekaligus memverifikasi keabsahannya.
Verifikasi melalui situs Komdigi: Kunjungi halaman verifikasi resmi di situs Kementerian Komunikasi dan Digital, lalu unggah dokumen PDF yang ingin diperiksa. Sistem akan menampilkan status TTE beserta informasi penandatangan.
Gunakan Adobe Reader: Buka dokumen PDF melalui Adobe Reader versi terbaru, lalu periksa menu Signature Properties. Menu ini menampilkan status validitas TTE, identitas penandatangan, serta waktu pembubuhan.
Verifikasi melalui platform PSrE: Sejumlah PSrE menyediakan fitur verifikasi langsung di situs web mereka. Cukup unggah dokumen dan sistem akan menampilkan detail informasi TTE tersertifikasi.
Periksa sertifikat elektronik: Tanda tangan elektronik memiliki banyak lapisan keamanan dan autentikasi bawaan, termasuk bukti transaksi yang dapat diterima pengadilan. Pastikan sertifikat menampilkan nama penerbit, identitas penandatangan, dan masa berlaku.
Periksa audit trail: Penyedia layanan TTE biasanya menyediakan rekam jejak elektronik (audit trail) yang mencatat riwayat tindakan terkait dokumen, termasuk detail kapan dokumen dibuka, dilihat, dan ditandatangani.
8. Tiga Tingkatan Keamanan Tanda Tangan Elektronik
Tidak semua tanda tangan elektronik memiliki tingkat keamanan yang sama. Di sebagian besar dunia, tanda tangan elektronik biasanya dikategorikan berdasarkan tingkat jaminan (level of assurance), yang menunjukkan seberapa baik mereka menjamin niat, persetujuan, dan identitas penandatangan. Regulasi eIDAS di Uni Eropa mengklasifikasikan tanda tangan elektronik ke dalam tiga tingkatan yang kini juga menjadi acuan global.
Simple Electronic Signature (SES): Tingkat jaminan rendah yang mencakup tanda tangan dalam bentuk elektronik apa pun, termasuk tanda tangan yang digambar dengan mouse, gambar tanda tangan basah yang dipindai ke dokumen digital, atau sekadar nama yang diketik ke PDF. Sayangnya, bentuk dasar ini mudah disengketakan.
Advanced Electronic Signature (AES): Menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi karena mengharuskan penandatangan diidentifikasi secara unik dan ditautkan ke tanda tangan. Jenis ini menggunakan teknik kriptografi untuk memastikan identitas penandatangan dan integritas dokumen.
Qualified Electronic Signature (QES): Digunakan terutama di Uni Eropa, QES merupakan jenis paling aman yang memerlukan perangkat pembuatan tanda tangan yang memenuhi kualifikasi serta sertifikat dari penyedia terakreditasi. QES diakui setara dengan tanda tangan tulisan tangan.
Di Indonesia, Kapanlagi.com mencatat bahwa terdapat dua jenis TTE berdasarkan regulasi, yaitu TTE tersertifikasi yang dibuat menggunakan sertifikat elektronik dari PSrE, dan TTE tidak tersertifikasi yang menggunakan kode otorisasi. Perbedaan utama keduanya terletak pada tingkat keamanan dan pengakuan hukum.
9. Perbedaan Tanda Tangan Elektronik dan Tanda Tangan Digital
Tanda tangan elektronik (e-signature) adalah konsep hukum yang berbeda dari tanda tangan digital (digital signature). Meskipun tanda tangan elektronik dapat sesederhana nama yang dimasukkan ke dokumen elektronik, tanda tangan digital semakin banyak digunakan untuk mengimplementasikan tanda tangan elektronik dengan cara yang dilindungi secara kriptografis.
Tanda tangan digital memberikan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi karena menggunakan public key infrastructure (PKI) dan sertifikat digital, sehingga jauh lebih sulit dipalsukan atau disengketakan. Selain itu, tanda tangan digital bersifat tamper-evident dan mencegah isi dokumen yang telah ditandatangani diubah tanpa meninggalkan jejak.
Istilah "tanda tangan digital" dan "tanda tangan elektronik" sering digunakan secara bergantian, padapi keduanya berbeda. Tanda tangan digital adalah jenis tanda tangan elektronik yang menyediakan tingkat keamanan ekstra, dan keduanya sama-sama mengikat secara hukum.
Tanda tangan elektronik dimaksudkan untuk menyediakan metode identifikasi yang aman dan akurat bagi penandatangan selama transaksi berlangsung. Untuk memahami lebih lanjut soal perbedaan tanda tangan elektronik dan digital, penting untuk mengetahui kebutuhan spesifik dokumen Anda sebelum memilih metode yang tepat.
10. Landasan Hukum Tanda Tangan Elektronik di Indonesia dan Dunia
Penggunaan tanda tangan elektronik didukung oleh kerangka hukum yang kuat di berbagai negara. Memahami landasan hukum ini penting agar Anda dapat menerapkan cara menggunakan tanda tangan elektronik yang sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Menurut Kapanlagi.com, penerapan sistem tanda tangan elektronik di Indonesia didasarkan pada UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Regulasi ini memastikan bahwa TTE memiliki kekuatan hukum yang sah apabila memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Secara hukum, tanda tangan elektronik diakui di banyak negara berkat undang-undang dan regulasi yang memvalidasi penggunaannya Berikut beberapa regulasi utama di tingkat global:
ESIGN Act (Amerika Serikat): Ditandatangani menjadi undang-undang pada tahun 2000, ESIGN Act mengakui tanda tangan elektronik sebagai sah secara hukum dan dapat diterapkan untuk sebagian besar transaksi, dengan beberapa pengecualian seperti perintah pengadilan tertentu dan surat wasiat.
eIDAS (Uni Eropa): Regulasi Electronic Identification and Trust Services mulai berlaku pada Juli 2016 di Uni Eropa dan menetapkan tiga tingkatan tanda tangan elektronik.
UNCITRAL Model Law: Pada tahun 1996, PBB menerbitkan UNCITRAL Model Law on Electronic Commerce, yang sangat berpengaruh dalam pengembangan undang-undang tanda tangan elektronik di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat.
UU ITE Indonesia: Pasal 11 ayat (1) UU ITE menetapkan bahwa TTE memiliki kekuatan hukum yang sah selama data pembuatannya hanya dimiliki penandatangan, perubahan setelah penandatanganan dapat diketahui, dan terdapat mekanisme identifikasi penandatangan.
11. Keuntungan Menggunakan Tanda Tangan Elektronik untuk Bisnis dan Pribadi
Mengadopsi cara menggunakan tanda tangan elektronik memberikan berbagai keuntungan signifikan bagi efisiensi operasional. Berdasarkan temuan Deloitte, pelanggan korporat yang menggunakan platform tanda tangan elektronik melaporkan peningkatan mitigasi risiko sebesar 77% dalam proses perjanjian mereka dibandingkan metode manual.[5]
Efisiensi waktu: Tidak perlu lagi membeli kertas tambahan atau mengejar orang untuk mendapatkan tanda tangan. Cukup kirim dokumen melalui email kepada pihak yang perlu menandatangani.[1]
Fleksibilitas lokasi: Anda dapat mengirim dan menerima dokumen penting dari mana saja dan di perangkat apa saja dengan cepat.[1]
Kemudahan pelacakan: Anda dapat dengan mudah memeriksa progres tanda tangan pada dokumen dan merujuk kembali tanpa harus mencari di lemari arsip fisik.[1]
Keamanan dokumen: Perangkat lunak dokumen sering dilengkapi fitur keamanan untuk melindungi dari penyuntingan yang tidak disengaja, serta opsi autentikasi dan proteksi kata sandi sebagai lapisan keamanan tambahan.[1]
Pengurangan biaya: Menghilangkan kebutuhan cetak, faks, dan pengiriman fisik dokumen secara langsung memangkas pengeluaran operasional.
Aksesibilitas: Platform tanda tangan elektronik mempercepat alur kerja, mengotomatiskan pelacakan untuk efisiensi yang lebih tinggi, serta memungkinkan akses yang lebih luas.[2]
Untuk berbagai kebutuhan administratif digital, Anda juga dapat mempelajari cara mengakses dokumen kependudukan digital yang dilengkapi TTE melalui aplikasi resmi pemerintah.
12. Dampak Positif Tanda Tangan Elektronik terhadap Lingkungan
Salah satu manfaat yang sering terabaikan dari penggunaan tanda tangan elektronik adalah kontribusinya terhadap kelestarian lingkungan. Transisi dari proses berbasis kertas ke dokumen digital memiliki dampak ekologis yang sangat signifikan. Aspek ini menjadikan cara menggunakan tanda tangan elektronik bukan sekadar soal efisiensi, tetapi juga tanggung jawab lingkungan.
Docusign, salah satu penyedia layanan tanda tangan elektronik terbesar di dunia, telah membantu jutaan orang menghemat 38 miliar lembar kertas dengan membantu mereka menerapkan proses digital untuk perjanjian elektronik.
Kertas yang dihemat oleh penggunaan tanda tangan elektronik tersebut telah mengurangi lebih dari 2 miliar pon emisi CO₂ tambahan bagi planet kita. Menurut WWF, industri pulp dan kertas menyumbang 13-15% dari total konsumsi kayu dunia.
Dengan mengurangi produksi kertas, kita juga mengurangi konsumsi energi, penggunaan air, serta emisi gas rumah kaca yang dihasilkan selama proses produksi dan distribusi kertas. Ini menjadikan adopsi tanda tangan elektronik sebagai langkah nyata dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.
13. Tips Keamanan Saat Menggunakan Tanda Tangan Elektronik
Keamanan merupakan aspek krusial ketika menerapkan cara menggunakan tanda tangan elektronik. Faktanya, tanda tangan basah konvensional justru lebih mudah dipalsukan dan dimanipulasi. Tanda tangan elektronik memiliki banyak lapisan keamanan dan autentikasi bawaan. Namun, pengguna tetap perlu menerapkan praktik terbaik berikut untuk menjaga keamanan optimal.
Pilih platform terpercaya: Pastikan platform yang digunakan memenuhi standar hukum dan memiliki sertifikasi keamanan yang diakui. Regulasi mungkin mengharuskan penggunaan teknologi tanda tangan elektronik tingkat lanjut untuk kasus tertentu yang memerlukan keamanan dan autentikasi lebih tinggi.
Aktifkan autentikasi berlapis: Metode verifikasi identitas, mulai dari autentikasi email hingga pemeriksaan biometrik, memastikan bahwa orang yang menandatangani benar-benar sesuai identitasnya.
Gunakan koneksi aman: Hindari menandatangani dokumen penting melalui jaringan Wi-Fi publik yang tidak terenkripsi. Gunakan koneksi internet pribadi atau VPN untuk lapisan keamanan ekstra.
Jaga kerahasiaan kredensial: Jangan pernah membagikan PIN, kode OTP, atau passphrase TTE kepada orang lain. Kredensial ini menjadi kunci utama keamanan tanda tangan Anda.
Baca dokumen sebelum menandatangani: Selalu baca seluruh isi dokumen secara cermat sebelum membubuhkan tanda tangan, karena TTE memiliki kekuatan hukum yang sama dengan tanda tangan konvensional.
Simpan salinan dokumen: Manfaatkan fitur penyimpanan digital untuk mengarsipkan dokumen yang telah ditandatangani dan memudahkan referensi di kemudian hari.
Lakukan audit berkala: Periksa secara rutin riwayat penandatanganan dan aktivitas akun Anda untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan sejak dini.
Untuk menjaga keamanan dokumen digital secara menyeluruh, Anda juga perlu memahami cara memindai dokumen dengan benar agar hasilnya aman dan berkualitas.
14. FAQ
Apakah tanda tangan elektronik sah secara hukum di Indonesia?
Ya, tanda tangan elektronik sah secara hukum di Indonesia berdasarkan UU ITE dan perubahannya. TTE tersertifikasi yang diterbitkan melalui PSrE resmi memiliki kekuatan hukum yang setara dengan tanda tangan basah, selama memenuhi syarat keabsahan yang ditetapkan undang-undang.
Apa perbedaan TTE tersertifikasi dan tidak tersertifikasi?
TTE tersertifikasi menggunakan sertifikat elektronik dari PSrE resmi sehingga memiliki tingkat keamanan dan pengakuan hukum yang lebih tinggi. Sementara TTE tidak tersertifikasi, seperti gambar tanda tangan yang disisipkan di dokumen Word atau PDF, tidak memiliki sertifikat elektronik meskipun tetap dapat digunakan untuk kebutuhan internal.
Platform apa saja yang bisa digunakan untuk membuat tanda tangan elektronik?
Anda dapat menggunakan berbagai platform PSrE resmi di Indonesia untuk TTE tersertifikasi. Untuk kebutuhan sederhana, aplikasi pengolah dokumen seperti Microsoft Word, Google Docs, atau layanan PDF daring juga bisa dimanfaatkan, meski tanpa kekuatan hukum TTE tersertifikasi.
Bagaimana cara menggunakan tanda tangan elektronik di perangkat HP?
Unduh aplikasi PSrE dari Play Store atau App Store, buat akun dengan verifikasi identitas, lalu unggah dokumen dan bubuhkan tanda tangan melalui layar sentuh. Proses verifikasi biasanya menggunakan kode OTP atau biometrik. Anda dapat mempelajari panduan lebih lengkap tentang cara membuat tanda tangan digital di HP.
Apakah tanda tangan elektronik aman dari pemalsuan?
Tanda tangan elektronik memiliki banyak lapisan keamanan dan autentikasi bawaan serta bukti transaksi yang dapat diterima pengadilan. TTE bersifat unik bagi pemiliknya sehingga membantu menghindari manipulasi dan peniruan identitas. Tingkat keamanan TTE tersertifikasi jauh lebih tinggi dibandingkan tanda tangan basah konvensional.
Bagaimana cara memverifikasi keaslian dokumen yang telah ditandatangani secara elektronik?
Anda dapat memverifikasi keaslian TTE melalui situs resmi Komdigi dengan mengunggah dokumen PDF. Selain itu, aplikasi Adobe Reader juga memungkinkan pengecekan status TTE melalui menu Signature Properties. Cara menggunakan tanda tangan elektronik yang benar selalu diakhiri dengan langkah verifikasi untuk memastikan dokumen valid. Pelajari juga cara memverifikasi dokumen digital melalui kode QR.
Apakah penggunaan tanda tangan elektronik berdampak positif bagi lingkungan?
Penggunaan tanda tangan elektronik secara masif telah membantu menghemat miliaran lembar kertas. Dengan mengurangi ketergantungan pada kertas, TTE berkontribusi pada pengurangan deforestasi, emisi karbon, serta limbah padat. Bagi organisasi dan individu, menerapkan cara menggunakan tanda tangan elektronik berarti turut mendukung agenda keberlanjutan lingkungan.
Selain memahami layanan administrasi digital pemerintah, menguasai penggunaan tanda tangan elektronik akan membantu Anda mengelola berbagai kebutuhan dokumen resmi dengan lebih efisien dan aman di era digital.
(kpl/vna)
Advertisement
D Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8