Cara Menghilangkan Bau Pesing di Kasur, Basah maupun Sudah Kering

Cara Menghilangkan Bau Pesing di Kasur, Basah maupun Sudah Kering
cara menghilangkan bau pesing di kasur (©Ilustrasi dibuat AI)

Kapanlagi.com - Cara menghilangkan bau pesing di kasur dimulai dengan menyerap cairan secepatnya tanpa menggosok. Setelah itu, bersihkan sumber baunya dengan pembersih enzim atau cuka, lalu taburkan baking soda.

Langkah terakhir yang paling penting adalah mengeringkan kasur sampai benar-benar kering. Kalau kasur masih lembap, cara menghilangkan bau pesing di kasur apa pun yang kamu pakai bisa gagal karena baunya akan muncul lagi.

Para ahli kebersihan juga mengingatkan agar kamu tidak sekadar menutupi bau dengan pewangi. Heidi Philips, pakar kebersihan dan organisasi dari Tergo Cleaning , dikutip dari Ideal Home, menyatakan, "Jangan mencoba menutupi masalah dengan pengharum ruangan atau semprotan penetral bau. Kamu harus menyingkirkan urine dari kasur, atau kamu akan terus mencium baunya dan nodanya akan tetap ada."

1. 1. Tangani Ompol yang Masih Basah Secepatnya

Ompol yang baru terjadi adalah kondisi paling mudah ditangani, asalkan kamu bergerak cepat. Contoh sederhananya, bayangkan si kecil mengompol tengah malam. Kalau kamu langsung menyerap cairannya, urine tidak sempat meresap ke lapisan busa. Karena itu, cara menghilangkan bau pesing di kasur yang paling efektif justru dimulai beberapa menit pertama setelah kejadian.

Natalie D'Apolito, pakar kebersihan dari American Cleaning Institute , dikutip dari Yahoo, menyatakan, "Hal terpenting adalah menyerap noda sebanyak mungkin sesegera mungkin. Ini akan membantu mencegah cairan terserap lebih jauh ke dalam kasur dan membuat noda serta bau lebih mudah dihilangkan."

  1. Lepas semua sprei dan pelapis: Copot sprei, selimut, sarung bantal, dan pelindung kasur, lalu langsung cuci. Tujuannya supaya noda dan bau tidak menempel permanen di kain-kain itu.

  2. Serap cairan dengan cara ditekan: Tempelkan handuk kering, kain putih bersih, atau tisu tebal ke area yang basah. Tekan beberapa detik, angkat, lalu ulangi dengan bagian kain yang masih kering.

  3. Jangan digosok: Menggosok membuat urine melebar dan masuk lebih dalam. Cukup tekan-tekan saja sampai kain tidak lagi menyerap banyak cairan.

  4. Semprot larutan pembersih secukupnya: Pakai pembersih enzim, atau campuran air, cuka putih, dan sedikit deterjen cair. Semprot tipis saja dan jangan sampai kasur basah kuyup.

  5. Diamkan, lalu serap lagi: Biarkan larutan bekerja beberapa menit, lalu tekan lagi dengan kain kering yang baru. Ganti kain kalau sudah lembap supaya residu tidak berpindah lagi ke kasur.

  6. Taburkan baking soda: Setelah area tidak terlalu basah, tutup bekas ompol dengan baking soda. Diamkan beberapa jam atau semalaman, lalu sedot dengan vacuum cleaner.

Takaran larutan rumahan bisa kamu sesuaikan dengan bahan yang ada. Heidi dari Tergo Cleaning, masih dikutip dari Ideal Home, menyarankan campuran sekitar 450 ml air dingin, 250 ml cuka putih, dan 3 sendok makan deterjen cair dalam botol semprot 750 ml .

Tips singkat: lakukan uji coba di bagian kasur yang tersembunyi, misalnya sisi samping atau sudut bawah, sebelum memakai cairan apa pun. Cara ini penting terutama untuk kasur dengan kain pelapis yang mudah luntur.

2. 2. Gunakan Pembersih Enzim untuk Bekas Ompol yang Sudah Kering

Bekas ompol yang sudah kering biasanya paling bikin frustrasi. Permukaannya terlihat bersih, tapi bau tajamnya tetap tercium, apalagi saat kamar lembap. Dalam praktiknya, cara menghilangkan bau pesing di kasur untuk noda lama butuh bahan yang bisa mengurai sisa urine, bukan sekadar menutupi aromanya. Di sinilah pembersih berbasis enzim berperan.

Supaya lebih paham, urine yang mengering meninggalkan senyawa sisa di dalam serat dan busa kasur. Senyawa ini bisa "aktif" lagi saat terkena udara lembap, sehingga baunya kembali. Pembersih enzim bekerja dengan memecah senyawa organik tersebut sampai tuntas.

Mary Helen Rogers, juru bicara Better Sleep Council dan International Sleep Products Association, dikutip dari Yahoo, menyatakan, "Pembersih enzim memecah protein dalam urine yang menyebabkan bau bertahan lama." Ia juga menambahkan, "Pembersih enzim akan mengaktifkan kembali dan menguraikan sisa material. Semprot, lalu serap."

  1. Cari pusat baunya: Cium dan periksa permukaan, jahitan, sisi, sampai bagian bawah kasur. Sumber bau biasanya terpusat di satu area, jadi kamu tidak perlu membersihkan seluruh kasur.

  2. Vakum area tersebut: Sedot debu dan residu kering lebih dulu supaya pembersih bisa langsung menyentuh sumber bau.

  3. Lakukan uji di bagian tersembunyi: Semprotkan sedikit pembersih di sudut kasur untuk memastikan warnanya tidak pudar.

  4. Semprot sampai lembap, bukan basah: Pakai cairan secukupnya sampai mencapai area yang terkena urine. Kain cukup terasa lembap, bukan sampai menetes.

  5. Tunggu sesuai waktu di label: Ikuti waktu diam (dwell time) yang tertulis di kemasan produk. Kalau waktunya dipersingkat, bau sering kali kembali muncul.

  6. Serap dan keringkan: Tekan dengan kain bersih, lalu biarkan kasur kering sepenuhnya sebelum kamu menilai hasilnya.

  7. Ulangi bila perlu: Kalau bau masih tercium setelah kasur benar-benar kering, ulangi prosesnya sekali lagi.

Kapan sebaiknya memilih enzim dibanding bahan dapur? Panduan sederhananya, gunakan enzim kalau bau pernah kembali, nodanya sudah lama, atau area yang sama sudah berkali-kali terkena ompol. Pembersih jenis ini juga cocok untuk urine hewan peliharaan seperti kucing yang baunya cenderung lebih menyengat.

3. 3. Manfaatkan Baking Soda, Cuka, dan Hidrogen Peroksida

Tidak punya pembersih enzim di rumah? Tenang, bahan dapur tetap bisa membantu, terutama untuk kasus ringan. Manfaat utama metode ini bagi kamu adalah bahannya murah dan mudah didapat. Meski begitu, cara menghilangkan bau pesing di kasur dengan bahan rumahan perlu dilakukan dengan takaran yang tepat supaya kasur tidak rusak.

Baking Soda sebagai Penyerap Bau

Baking soda bekerja dengan menyerap sisa kelembapan dan menetralkan bau. Mengacu pada panduan Layla Sleep, kamu bisa membiarkan baking soda selama 30 menit hingga 24 jam, tergantung seberapa kuat bau urinenya .

  1. Taburkan dengan murah hati: Tutup area yang bau sampai sedikit melebar ke sekelilingnya.

  2. Gosok perlahan untuk noda lama: Pakai sikat gigi bekas untuk meratakan baking soda ke area noda. Bubuk akan berubah warna menjadi lebih gelap tanda sedang menyerap cairan.

  3. Vakum dan ulangi: Sedot bubuk yang menggelap, lalu taburkan lagi sampai baking soda tetap berwarna putih.

Larutan Cuka Putih

Cuka putih membantu menetralkan bau pesing. Gemma Bray, pemilik The Organised Mum , dikutip dari Ideal Home, menyatakan, "Cuka putih bisa efektif untuk noda 'biologis' seperti urine karena juga membantu menghilangkan baunya."

  1. Campur 1:1: Gabungkan cuka putih dan air dingin dengan perbandingan sama dalam botol semprot.

  2. Semprot tipis: Basahi permukaan noda sedikit saja, lalu diamkan 5-10 menit.

  3. Serap dan beri baking soda: Tekan dengan kain kering, kemudian lanjutkan dengan baking soda. Aroma cuka memang tajam, tapi akan hilang seiring kasur mengering.

Campuran Hidrogen Peroksida untuk Noda Kuning

Untuk noda kuning yang membandel, hidrogen peroksida bisa jadi pilihan. Sabrina Tretyakova, pakar kebersihan bersertifikat ISSA, dikutip dari Tom's Guide, menyatakan, "Campurkan 8 ons hidrogen peroksida, tiga sendok makan baking soda, dan empat tetes deterjen cair atau sabun cuci piring."

  1. Siapkan larutan: Campur bahan di atas, lalu masukkan ke botol semprot. Takaran 8 ons kurang lebih setara satu cangkir.

  2. Uji di area kecil dulu: Hidrogen peroksida bisa memudarkan warna kain, jadi tes di bagian tersembunyi.

  3. Semprot, biarkan kering, lalu vakum: Setelah area kering, sedot sisa bubuk yang tertinggal. Pakai sarung tangan supaya kulit tidak iritasi.

Tips singkat: jangan mencampur cuka dengan pemutih atau disinfektan lain dalam satu wadah. Gunakan satu jenis produk per sesi dan buka jendela selama membersihkan.

Baca juga: cara menghilangkan noda di kasur sesuai jenisnya

4. 4. Keringkan Kasur sampai Tuntas, Bahkan Tanpa Dijemur

Langkah pengeringan sering diremehkan, padahal inilah penentu keberhasilan. Sisa lembap di dalam kasur bisa membuat bau bertahan dan memicu jamur. Jadi, cara menghilangkan bau pesing di kasur belum selesai sebelum seluruh lapisan, termasuk bagian dalam dan bawah, benar-benar kering.

Sebagaimana dikutip dari Zinus, dengan penanganan yang tepat, bau urine seharusnya berkurang signifikan dalam 24-48 jam, dan kuncinya adalah pengeringan menyeluruh karena sisa kelembapan akan membuat bau tetap aktif .

  1. Buka jendela dan pintu: Biarkan udara segar mengalir supaya uap lembap keluar dari kamar.

  2. Arahkan kipas angin: Tiupkan kipas langsung ke area yang lembap selama beberapa jam.

  3. Miringkan kasur bila aman: Kalau alas ranjang berupa papan utuh, sandarkan kasur ke dinding agar bagian bawahnya juga terkena udara.

  4. Gunakan mode dry di AC: Mode ini atau dehumidifier membantu menurunkan kelembapan ruangan, cocok untuk kamu yang tinggal di apartemen.

  5. Jemur bila memungkinkan: Kalau kasur bisa dibawa keluar, sinar matahari membantu mengeringkan dan menetralkan bau. Untuk kasur busa, hindari paparan terik terlalu lama karena bisa memengaruhi bahan.

  6. Cek dengan telapak tangan: Pasang sprei hanya setelah kasur tidak terasa dingin atau lembap saat disentuh.

Hindari setrika, heater, atau hair dryer bersuhu tinggi untuk mempercepat pengeringan. Panas berlebih bisa merusak busa dan perekat di dalam kasur.

Kalau bau juga sudah menyebar ke seluruh ruangan, kamu bisa mengikuti cara mengatasi bau apek di kamar agar udara kembali segar.

5. Kesalahan yang Perlu Dihindari dan Cara Mencegah Bau Pesing Kembali

Banyak orang sudah membersihkan kasur dengan susah payah, tapi baunya muncul lagi beberapa hari kemudian. Biasanya penyebabnya adalah kebiasaan kecil yang keliru saat membersihkan atau setelahnya. Para ahli kebersihan sepakat bahwa sumber urine harus diangkat tuntas dan kasur harus kering sempurna. Pewangi saja tidak akan menyelesaikan masalah.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Menggosok noda: Gerakan menggosok justru mendorong urine ke lapisan yang lebih dalam dan memperluas area basah.

  • Menuang cairan langsung ke kasur: Kasur yang basah kuyup sulit kering, terutama kasur busa dan memory foam.

  • Hanya menyemprot pewangi: Pewangi pakaian atau parfum ruangan cuma menutupi aroma sesaat, sedangkan sisa urine tetap ada.

  • Mencampur bahan kimia sembarangan: Mencampur pemutih, cuka, alkohol, atau disinfektan bisa menghasilkan uap berbahaya.

  • Memakai alkohol tanpa cek label: Alkohol mudah terbakar dan belum tentu aman untuk semua bahan kasur. Pakai hanya bila petunjuk produsen mengizinkan.

  • Memasang sprei terlalu cepat: Menutup kasur yang masih lembap memerangkap kelembapan dan memicu bau apek.

Cara Mencegah Bau Pesing Datang Lagi

  • Pakai pelindung kasur tahan air: Waterproof mattress protector menahan cairan agar tidak menembus ke dalam kasur dan mudah dicuci.

  • Siapkan lapisan tambahan: Alas ompol cuci ulang sangat membantu untuk anak yang sedang toilet training, lansia dengan inkontinensia, atau rumah dengan hewan peliharaan.

  • Segera cuci sprei setelah kejadian: Jangan menunda karena bau akan makin melekat di kain.

  • Cuci sprei rutin: Ganti sprei dan sarung bantal kurang lebih seminggu sekali untuk menjaga kebersihan area tidur.

  • Vakum kasur berkala: Menyedot debu dan residu rutin membantu mencegah penumpukan sumber bau.

  • Jaga sirkulasi udara kamar: Kamar yang lembap dan pengap membuat bau mudah kembali.

Pertimbangkan jasa cuci kasur profesional kalau noda sangat luas, cairan sampai tembus ke bagian bawah, muncul bercak hitam atau hijau, atau bau terus kembali setiap kali udara lembap. Kalau lapisan kasur sudah rusak karena berulang kali terkena urine, mengganti kasur bisa jadi solusi yang lebih masuk akal.

Intinya, kunci menghilangkan bau pesing ada pada tiga hal: serap secepatnya, urai sumbernya, dan keringkan sampai tuntas. Dengan kebiasaan pencegahan yang tepat, kasurmu bisa tetap segar dan nyaman dipakai setiap malam.

Daftar Referensi

  1. Yahoo. How to get urine out of a mattress - and stop the smell from coming back. Diakses pada 12 Oktober 2026, dari https://health.yahoo.com/wellness/sleep/mattresses/article/how-to-get-urine-out-of-a-mattress-192553721.html
  2. Ideal Home. How to get urine stains out of a mattress: expert advice. Diakses pada 12 Oktober 2026, dari https://www.idealhome.co.uk/bedroom/how-to-get-urine-stains-out-of-a-mattress
  3. Tom's Guide. How to clean urine from a mattress - 7 pro tips for removing stains and smells. Diakses pada 12 Oktober 2026, dari https://www.tomsguide.com/wellness/mattresses/how-to-clean-urine-from-a-mattress
  4. Layla Sleep. How to Get Urine Out of a Mattress. Diakses pada 12 Oktober 2026, dari https://laylasleep.com/blog/sleep-issues-solutions/how-to-get-urine-out-of-a-mattress/
  5. Zinus. How to Get Pee Out of a Mattress. Diakses pada 12 Oktober 2026, dari https://www.zinus.com/blogs/zinus/how-to-get-pee-out-of-a-mattress-6-simple-steps-to-save-your-bed

(kpl/ums)

Rekomendasi

Trending