Cara Menghitung Tetesan Infus: Panduan Lengkap untuk Tenaga Medis dan Keluarga Pasien
cara menghitung tetesan infus (h)
Kapanlagi.com - Menghitung tetesan infus merupakan keterampilan penting yang harus dikuasai oleh tenaga medis dalam memberikan terapi cairan kepada pasien. Perhitungan yang tepat akan memastikan pasien menerima dosis cairan yang sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.
Pemberian cairan infus tidak boleh dilakukan sembarangan karena dapat memengaruhi keselamatan pasien. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pemberian infus harus dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih dan kompeten untuk meminimalkan risiko komplikasi.
Pemahaman tentang cara menghitung tetesan infus juga bermanfaat bagi keluarga pasien untuk memantau proses pengobatan. Dengan mengetahui dasar perhitungannya, keluarga dapat mengawasi apakah tetesan infus berjalan sesuai instruksi medis atau tidak.
Advertisement
1. Pengertian Infus dan Fungsinya dalam Perawatan Medis
Infus atau terapi intravena adalah pemasukan suatu cairan atau obat ke dalam tubuh melalui rute intravena dengan laju konstan selama periode waktu tertentu. Infus dilakukan untuk seorang pasien yang membutuhkan obat sangat cepat atau membutuhkan pemberian obat secara pelan, tetapi terus-menerus.
Pemberian obat atau cairan ke dalam tubuh melalui mulut akan memasuki proses pencernaan terlebih dahulu, sehingga tidak dengan cepat diserap oleh tubuh. Saat proses pencernaan, juga dimungkinkan ada enzim pencernaan yang akan mengubah atau memecah obat yang diminum, sehingga akan kurang efektif dan lebih baik jika langsung masuk ke dalam aliran darah melalui infus.
Infus diberikan kepada pasien dengan berbagai kondisi medis. Metode ini biasanya digunakan untuk pasien yang mengalami dehidrasi parah, keracunan makanan, stroke, serangan jantung, gangguan sistem imun, infeksi, pemberian obat kemoterapi, dan peradangan kronis.
Infus diberikan pada pasien yang mengalami kekurangan elektrolit dan cairan tubuh akibat dehidrasi. Manfaat infus meliputi mempertahankan dan mengganti cairan tubuh yang tidak dapat dipertahankan secara adekuat atau yang mencukupi kebutuhan melalui oral, memperbaiki keseimbangan asam basa, memberikan jalan atau jalur masuk dalam pemberian obat ke dalam tubuh, dan memberikan nutrisi pada sistem pencernaan untuk diistirahatkan.
2. Mengenal Faktor Tetes Infus: Makro dan Mikro
Sebelum mempelajari cara menghitung tetesan infus, penting untuk memahami konsep faktor tetes. Faktor tetes adalah jumlah tetesan yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu mililiter cairan infus.
Pada set infus, ada dua jenis tetesan utama, yaitu macro drop dan micro drop. Pada umumnya, informasi ini tercetak pada kemasan set infus. Perbedaan keduanya terletak pada faktor tetes (drop factor) yang diukur dengan jumlah tetesan per milliliter (gtt/ml).
Faktor Tetes Makro (Macro Drip)
Macro drip menghasilkan tetesan yang lebih besar, sekitar 10–20 tetesan per mililiter. Umumnya digunakan oleh orang dewasa atau untuk keperluan yang membutuhkan waktu cepat, seperti penggantian elektrolit dan transfusi darah.
Di Indonesia, terdapat dua merek infus set makro yang paling umum digunakan. Merek Otsuka memiliki faktor tetes 15 tetes/ml, sedangkan merek Terumo memiliki faktor tetes 20 tetes/ml. Untuk transfusi darah, biasanya digunakan faktor tetes 15 tetes/ml.
Ada juga set infus set macro drip dengan faktor tetes 10 tetes/menit, namun jarang ditemui di Indonesia. Set infus 10 tetes/menit biasanya hanya dimiliki rumah sakit rujukan pusat, rumah sakit pendidikan, atau rumah sakit internasional.
Faktor Tetes Mikro (Micro Drip)
Micro drip menghasilkan tetesan yang lebih kecil, sekitar 60–80 tetesan per mililiter. Set mikro diperuntukkan bagi bayi dan anak-anak dengan berat badan kurang dari 7 kilogram atau digunakan dalam pengobatan penyakit tertentu, seperti gagal jantung dan gagal ginjal.
Berbeda dengan dewasa, anak dengan berat badan kurang dari 7 kg membutuhkan infus set dan faktor tetes yang berbeda. Biasanya, untuk anak digunakan faktor tetes yang disebut dengan micro drip, yaitu 60 tetes/ml.
Pemilihan set infus dengan faktor tetes makro atau mikro perlu diperhatikan karena hal ini akan memengaruhi perhitungan laju tetesan infus yang diberikan kepada pasien. Perawat perlu menyesuaikan hitungan berdasarkan jenis set infus yang digunakan.
3. Rumus Cara Menghitung Tetesan Infus yang Benar
Perhitungan tetesan infus dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu menggunakan mesin pompa otomatis atau secara manual. Pada pemberian infus secara manual, tenaga medis harus menghitung jumlah tetesan per menit (TPM).
Menurut University of Southern Queensland, rumus hitung tetesan infus yakni sebagai berikut: Jumlah Tetesan per Menit (TPM) = Faktor Tetes (gtt/ml) x Volume Cairan Infus (ml) / Lama Pemberian Infus (jam) x 60.
Rumus ini membantu menentukan berapa banyak tetes yang harus diberikan setiap menit untuk mencapai dosis yang diinginkan dalam jangka waktu yang ditentukan. Untuk menggunakan rumus ini, tenaga medis perlu mengetahui tiga komponen utama: volume cairan yang dibutuhkan, durasi waktu pemberian, dan faktor tetes dari set infus yang digunakan.
Faktor tetes merupakan elemen penting dalam perhitungan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, perawat dapat memilih set makro atau mikro tergantung kondisi pasien. Penentuan set yang tepat akan memastikan pemberian cairan berjalan aman dan efektif.
4. Contoh Perhitungan Tetesan Infus untuk Pasien Dewasa
Untuk memahami cara menghitung tetesan infus dengan lebih baik, berikut beberapa contoh perhitungan menggunakan faktor tetes makro yang umum digunakan pada pasien dewasa.
Contoh 1: Menggunakan Faktor Tetes 20 gtt/ml
Pasien dewasa membutuhkan 1000 mL cairan dalam 8 jam dengan faktor tetes 20 tetes/mL. TPM = (1000 mL x 20 tetes/mL) / (8 jam x 60 menit) = 20000 / 480 = 41.67 ≈ 42 tetes/menit.
Jadi, perawat harus mengatur tetesan infus sebanyak 42 tetes per menit agar cairan 1000 ml dapat habis dalam waktu 8 jam.
Contoh 2: Menggunakan Faktor Tetes 15 gtt/ml
Pasien A membutuhkan cairan saline normal atau NaCl 0,9% sebanyak 1.000 ml selama 8 jam. Infus diberikan menggunakan set makro dengan faktor tetes 15 gtt/ml. Jadi, jumlah tetesan per menit yang dibutuhkan adalah: TPM = 15 x 1.000 / 9 x 60 = 31,25 = 32 tetes per menit.
Contoh 3: Cairan dalam Waktu Singkat
Seorang pasien dewasa membutuhkan cairan NaCl 0,9% sebanyak 500 cc dalam 2 jam. Faktor tetes infusnya sebesar 20 tetes/menit. Perhitungannya adalah:
TPM = (500 x 20) / (2 x 60) = 10.000 / 120 = 83,33 ≈ 83 tetes/menit
Artinya, pasien akan menerima sekitar 83 tetes cairan infus setiap menit hingga cairan di kantong infus habis dalam waktu 2 jam.
5. Contoh Perhitungan Tetesan Infus untuk Pasien Anak
Perhitungan tetesan infus untuk anak menggunakan set mikro dengan faktor tetes yang berbeda dari pasien dewasa. Berikut contoh perhitungannya.
Contoh 1: Pasien Anak dengan Set Mikro
Pasien B membutuhkan cairan dextrose 5% sebanyak 500 ml selama 12 jam. Infus diberikan menggunakan set mikro dengan faktor tetes 60 gtt/ml. Cara menghitung tetesan infus yang dibutuhkan yaitu: TPM = 60 x 500 / 12 x 60 = 41,67 = 42 tetes per menit.
Contoh 2: Bayi dengan Cairan Terbatas
Seorang bayi membutuhkan cairan RL sebanyak 100 ml dalam waktu 1 jam. Menggunakan set mikro dengan faktor tetes 60 tetes/ml, perhitungannya adalah:
TPM = (100 x 60) / (1 x 60) = 6.000 / 60 = 100 tetes/menit
Jadi, bayi tersebut membutuhkan 100 tetes infus untuk menghabiskan cairan 100 ml dalam waktu 1 jam dengan menggunakan infus set micro drip.
Contoh 3: Anak dengan Dehidrasi
Seorang pasien anak harus diinfus sebanyak 250 cc selama 5 jam dengan faktor tetes 60 tetes/menit. Perhitungannya:
TPM = (250 x 60) / (5 x 60) = 15.000 / 300 = 50 tetes/menit
Maka ada 50 tetes per menit yang diperoleh pasien anak tersebut untuk menghabiskan cairan dalam waktu yang ditentukan.
6. Jenis-Jenis Cairan Infus yang Umum Digunakan
Pemahaman tentang jenis cairan infus penting karena setiap jenis memiliki fungsi dan indikasi yang berbeda. Secara umum, cairan infus dibagi menjadi dua kategori besar: kristaloid dan koloid.
Cairan Kristaloid
Untuk gangguan dehidrasi dan keseimbangan elektrolit, jenis cairan infus yang digunakan adalah cairan kristaloid. Cairan ini mengandung natrium klorida, natrium glukonat, kalium klorida, natrium asetat, magnesium klorida, dan glukosa. Beragam kandungan dalam cairan kristaloid bisa membantu mengembalikan keseimbangan kadar elektrolit tubuh, menghidrasi tubuh, mengembalikan pH, serta sebagai cairan resusitasi.
Jenis cairan kristaloid yang umum digunakan meliputi:
- Cairan Saline (NaCl 0,9%): Mengandung natrium dan klorida untuk mengganti elektrolit dan cairan tubuh yang hilang akibat dehidrasi
- Ringer Laktat: Mengandung natrium, kalium, klorida, kalsium, dan laktat untuk mengganti elektrolit dan cairan tubuh yang hilang pascacedera dan operasi
- Dextrose: Mengandung gula sederhana atau glukosa untuk meningkatkan kadar gula darah pada pengidap hipoglikemia
Cairan Koloid
Untuk kondisi yang lebih serius, infusan yang digunakan adalah cairan koloid, yaitu cairan yang memiliki molekul lebih berat. Umumnya, jenis cairan infus ini digunakan pada orang yang mengalami penyakit kritis, akan atau sedang menjalani bedah, juga sebagai cairan resusitasi.
Jenis cairan koloid yang umum digunakan meliputi:
- Gelatin: Mengandung protein hewani untuk mengatasi keadaan kurangnya volume darah akibat kehilangan darah
- Albumin: Diberikan kepada pasien dengan kadar albumin rendah, seperti pasien operasi transplantasi hati, luka bakar akut, dan sepsis
- Dekstran: Mengandung polimer glukosa untuk memulihkan kondisi kehilangan darah dan mencegah tromboemboli setelah operasi
Berdasarkan Fungsinya
Cairan infus juga dapat dibedakan berdasarkan fungsinya dalam perawatan pasien:
- Cairan Pemeliharaan: Diberikan untuk pasien yang tidak bisa memenuhi kebutuhan elektrolit tetapi belum berada pada tahap kritis
- Cairan Pengganti: Diberikan kepada pasien dengan kekurangan elektrolit serta gangguan redistribusi cairan internal
- Cairan Khusus: Seperti natrium bikarbonat atau kalsium glukonas untuk meredakan gangguan keseimbangan elektrolit
- Cairan Nutrisi: Diberikan ketika pasien tidak mau, tidak boleh, atau tidak dapat makan melalui mulut
7. Tips Penting dalam Menghitung dan Memantau Tetesan Infus
Agar pemberian infus berjalan dengan aman dan efektif, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh tenaga medis maupun keluarga pasien.
Persiapan Sebelum Menghitung
Tentukan Volume Cairan Infus: Pastikan volume cairan infus yang dibutuhkan oleh pasien sudah ditentukan, biasanya dalam satuan mililiter (ml), sesuai instruksi dokter. Pastikan Durasi Infus: Hitung berapa lama cairan harus diinfuskan (dalam menit atau jam), karena waktu ini akan mempengaruhi jumlah tetesan per menit. Pilih Jenis Set Infus (Makro atau Mikro): Setiap set infus memiliki faktor tetesan berbeda. Set mikro memiliki 60 tetes/ml, sedangkan set makro biasanya 10-20 tetes/ml. Pilih sesuai kondisi dan kebutuhan pasien, misalnya pasien anak atau dewasa.
Periksa Faktor Tetesan: Periksa lagi faktor tetesan yang tertera pada kemasan infus set. Faktor ini adalah jumlah tetesan per ml dan sangat penting untuk keakuratan. Sterilisasi dan Kebersihan: Pastikan alat dan area pemasangan infus steril untuk mencegah infeksi.
Pemantauan Selama Pemberian Infus
Perhitungan tetesan infus yang akurat penting agar terapi berjalan sesuai rencana dan pasien terhindar dari risiko, baik kelebihan maupun kekurangan cairan. Jika Anda melihat tetesan infus terlalu lambat, terlalu cepat, atau kondisi pasien berubah, segera informasikan kepada dokter agar bisa mendapatkan penyesuaian terapi.
Beberapa faktor yang dapat memengaruhi laju tetesan infus meliputi:
- Jenis dan ukuran selang infus yang digunakan
- Kebutuhan cairan setiap pasien yang berbeda berdasarkan usia, berat badan, dan kondisi medis
- Dosis dan waktu pemberian cairan infus yang telah ditentukan
- Suhu lingkungan sekitar
- Posisi kantong infus yang terlalu tinggi atau rendah
Menghitung Sisa Waktu Pemberian Infus
Selain menghitung tetesan per menit, tenaga medis juga perlu mengetahui cara menghitung sisa waktu pemberian infus. Hal ini penting untuk mengantisipasi ketika cairan infus habis dan perlu diganti.
Sisa waktu infus : (sisa volume infus / TPM) x (faktor tetes / 1)
Dengan mengetahui sisa waktu, perawat dapat mempersiapkan penggantian cairan infus sebelum kantong benar-benar habis, sehingga menghindari risiko darah masuk ke dalam selang infus akibat perbedaan tekanan.
8. FAQ: Pertanyaan Umum tentang Cara Menghitung Tetesan Infus
1. Apa yang dimaksud dengan tetesan per menit (TPM) dalam infus?
Tetesan per menit (TPM) adalah jumlah tetesan cairan infus yang harus diberikan kepada pasien setiap menitnya. TPM dihitung berdasarkan volume cairan yang dibutuhkan, waktu pemberian, dan faktor tetes dari set infus yang digunakan. Perhitungan TPM yang tepat memastikan pasien menerima dosis cairan yang sesuai dengan kebutuhan medisnya.
2. Mengapa faktor tetes makro dan mikro berbeda?
Faktor tetes makro dan mikro berbeda karena ukuran lubang tetesan pada set infus yang berbeda. Set makro memiliki lubang lebih besar sehingga menghasilkan tetesan lebih besar dengan jumlah lebih sedikit (10-20 tetes/ml), sedangkan set mikro memiliki lubang lebih kecil sehingga menghasilkan tetesan lebih kecil dengan jumlah lebih banyak (60 tetes/ml). Perbedaan ini disesuaikan dengan kebutuhan pasien, di mana set makro untuk dewasa dan set mikro untuk anak-anak atau kondisi yang memerlukan presisi tinggi.
3. Bagaimana cara memilih antara set infus makro dan mikro?
Pemilihan set infus disesuaikan dengan kondisi pasien. Set makro digunakan untuk pasien dewasa atau ketika membutuhkan pemberian cairan dalam volume besar dan waktu cepat, seperti pada kasus dehidrasi berat atau transfusi darah. Set mikro digunakan untuk bayi dan anak dengan berat badan kurang dari 7 kg, atau pada kondisi yang memerlukan kontrol presisi tinggi seperti gagal jantung dan gagal ginjal. Keputusan akhir ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi klinis pasien.
4. Apakah rumus perhitungan tetesan infus sama untuk semua jenis cairan?
Ya, rumus perhitungan tetesan infus tetap sama untuk semua jenis cairan, baik kristaloid maupun koloid. Rumus yang digunakan adalah TPM = (Volume Cairan x Faktor Tetes) / (Waktu Pemberian x 60). Yang membedakan adalah faktor tetes dari set infus yang digunakan dan kecepatan pemberian yang disesuaikan dengan jenis cairan dan kondisi pasien. Misalnya, cairan kental seperti darah mungkin menggunakan faktor tetes yang berbeda dibanding cairan bening seperti NaCl.
5. Apa yang harus dilakukan jika tetesan infus terlalu cepat atau lambat?
Jika tetesan infus tidak sesuai dengan yang seharusnya, segera hubungi perawat atau tenaga medis yang bertugas. Jangan mencoba mengatur sendiri kecepatan tetesan tanpa pengawasan medis karena dapat membahayakan pasien. Tetesan yang terlalu cepat dapat menyebabkan kelebihan cairan (overhidrasi), sedangkan tetesan yang terlalu lambat dapat menyebabkan kekurangan cairan atau obat tidak bekerja optimal. Tenaga medis akan melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan pasien.
6. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan satu kantong infus?
Waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan satu kantong infus tergantung pada volume cairan, kecepatan tetesan yang ditetapkan, dan faktor tetes yang digunakan. Sebagai contoh, kantong infus 500 ml dengan kecepatan 20 tetes per menit menggunakan faktor tetes 20 akan habis dalam waktu sekitar 8 jam. Waktu ini dapat bervariasi tergantung instruksi dokter dan kondisi pasien. Perawat akan memantau dan menghitung sisa waktu untuk memastikan penggantian tepat waktu.
7. Apakah keluarga pasien boleh memantau tetesan infus?
Keluarga pasien boleh dan bahkan dianjurkan untuk memantau tetesan infus sebagai bentuk pengawasan tambahan. Namun, keluarga tidak boleh mengubah atau mengutak-atik pengaturan infus tanpa sepengetahuan tenaga medis. Jika keluarga melihat ada yang tidak normal, seperti tetesan berhenti, terlalu cepat, terlalu lambat, atau ada pembengkakan di area pemasangan, segera laporkan kepada perawat. Pemahaman dasar tentang cara menghitung tetesan infus dapat membantu keluarga mengenali jika ada ketidaksesuaian dengan instruksi medis.
(kpl/fds)
Advertisement
D Academy 8
-
Fashion Selebriti Jirayut Kenakan Jersey Setengah Merah Biru di Final FIFA ASEAN Cup
-
Event Dangdut Potret Tasya Allesia Hibur Para Penonton di Kediri
-
Dangdut Academy Harsiwi Achmad Tegaskan Couple Muncul Alami di Dangdut Academy 8