Cara Merawat Bunga Krisan agar Rajin Berbunga dan Tahan Lama
cara merawat bunga krisan (h)
Kapanlagi.com - Cara merawat bunga krisan sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Tanaman ini hanya membutuhkan cahaya matahari cukup, media tanam gembur, serta penyiraman yang teratur.
Kuncinya terletak pada konsistensi, mulai dari pengaturan air, pemupukan, hingga pemangkasan tangkai yang layu. Dengan penanganan yang tepat, krisan bisa mekar lebih lama dan kembali berbunga pada musim berikutnya.
Mengacu pada Royal Horticultural Society, krisan tergolong tanaman menahun yang mengalami dormansi di musim dingin lalu bertunas lagi ketika cuaca menghangat, dengan bunga yang hadir dalam beragam bentuk, ukuran, dan warna. Karakter itulah yang menjadi dasar cara merawat bunga krisan agar tumbuh optimal di iklim tropis Indonesia.
Advertisement
1. Menyiapkan Lokasi, Cahaya, dan Media Tanam Bunga Krisan
Fondasi dari cara merawat bunga krisan yang sehat terletak pada pemilihan lokasi dan media tanam. Sebelum masuk ke perawatan harian, pahami dulu dasar menanam bunga krisan agar kebutuhan tumbuhnya terpenuhi sejak awal.
Sebagaimana disampaikan Missouri Botanical Garden, krisan memerlukan tanah berdrainase baik dan sinar matahari penuh, umumnya enam jam atau lebih setiap hari, karena tanaman yang kekurangan cahaya akan tumbuh lemah, kurus, dan hanya menghasilkan sedikit bunga.
Andrew King, spesialis tanaman hias dari Texas A&M AgriLife Research, dikutip dari AgriLife Today menuturkan, "Bunga ini mudah didapat dan identik dengan musim gugur, tetapi tidak selalu mudah membuatnya tetap terlihat indah."
Pilih lokasi bercahaya matahari penuh: Tempatkan krisan di area yang menerima sinar langsung minimal lima hingga enam jam per hari supaya batang kokoh dan bunga lebat.
Racik media tanam yang subur dan poros: Campur tanah dengan kompos atau bahan organik agar nutrisi cukup dan air tidak menggenang, prinsip yang sama pentingnya saat merawat tanaman hias agar tidak layu.
Gunakan pot berlubang drainase: Untuk krisan dalam wadah, pilih pot lebar berlubang bawah dan hindari menanam di pot yang terlalu dangkal agar akar punya ruang tumbuh.
Atur jarak antar tanaman: Beri jarak sekitar 45-60 cm agar sirkulasi udara lancar dan risiko jamur menurun, cocok pula diterapkan bagi pemula yang baru mencoba tanaman indoor untuk pemula.
2. Cara Menyiram dan Memupuk Bunga Krisan dengan Tepat
Pengairan dan pemupukan yang seimbang menjadi bagian penting dari cara merawat bunga krisan agar tidak gampang layu. Akar krisan tergolong dangkal sehingga cepat kering, tetapi tanaman ini juga tidak menyukai kondisi tergenang.
Justin Hancock, hortikulturis dari Costa Farms, dikutip dari AOL menjelaskan, "Semakin terang lokasinya, semakin cepat krisan tumbuh dan menyerap air."
Dalam praktiknya, siram krisan pada bagian pangkal, bukan di atas bunga, agar kelopak tidak lembap dan terhindar dari penyakit. Anda bisa mempelajari tanda tanaman sudah cukup air supaya tidak keliru menyiram terlalu banyak atau terlalu sedikit.
Merujuk keterangan Clemson Home & Garden Information Center, krisan tergolong tanaman rakus nutrisi (heavy feeder) yang menyukai tanah subur, organik, berdrainase baik, serta pemberian pupuk larut secara rutin.
Justin Hancock, dikutip dari Good Housekeeping, menyarankan, "Jika tanaman Anda membutuhkan kalium, jauh lebih baik memakai pupuk yang memang dirancang untuk pertumbuhan tanaman."
Jaga media lembap, bukan becek: Siram ketika lapisan atas media mulai kering, krisan di tanah umumnya cukup dengan air sekitar 2,5 cm per minggu.
Siram pada pagi hari: Penyiraman pagi membuat daun cepat kering sepanjang hari sehingga risiko jamur berkurang.
Periksa krisan pot setiap hari: Media dalam pot lebih cepat kering saat cuaca panas, jadi cek kelembapannya secara rutin.
Beri pupuk tinggi nitrogen di fase pertumbuhan: Saat tanaman aktif bertunas, gunakan pupuk kaya nitrogen untuk mendukung daun dan batang; untuk alternatif alami, manfaatkan pupuk dari bahan dapur.
Alihkan ke pupuk tinggi kalium menjelang berbunga: Ketika kuncup mulai muncul, ganti ke pupuk tinggi kalium agar bunga lebih banyak dan besar, seperti prinsip merawat tanaman agar tumbuh subur.
Hentikan pemupukan setelah kuncup terbentuk: Berhenti memupuk begitu kuncup menampakkan warna agar energi fokus pada pembungaan; simak pula panduan merawat tanaman hias yang tak cuma asal siram.
3. Pemangkasan, Deadheading, dan Perawatan Musiman Bunga Krisan
Teknik pemangkasan turut menentukan seberapa lebat krisan berbunga. Membuang pucuk muda dan bunga yang layu adalah inti dari cara merawat bunga krisan agar tanaman terus memunculkan kuncup baru.
Drew Swainston, ahli kebun, dikutip dari Homes & Gardens menyatakan, "Dengan membuang kepala bunga yang tua menggunakan gunting pangkas, krisan dapat berbunga kembali dan periode berbunganya berlangsung lebih lama."
Membuang bunga yang telah layu, atau deadheading, memang menjadi kebiasaan utama saat merawat tanaman hias setelah berbunga agar energi tidak terbuang percuma.
Berdasarkan panduan Penn State Extension, krisan rentan terhadap kutu daun dan embun tepung sehingga menjaga tanaman tetap kering menjadi prioritas, dan sebaiknya krisan tidak ditanam di lokasi yang sama lebih dari tiga tahun berturut-turut untuk mencegah penyakit serta hama.
Sebagaimana dilaporkan The Old Farmer's Almanac, krisan sebaiknya tidak dipangkas habis pada akhir musim karena batang dan daun kering justru berfungsi melindungi akar, sedangkan pemangkasan dilakukan saat tunas hijau pertama muncul di awal musim tumbuh berikutnya.
Cubit pucuk saat tanaman muda: Pangkas ujung batang ketika krisan setinggi sekitar 15 cm untuk merangsang percabangan dan menambah titik bunga.
Hentikan pemangkasan pucuk menjelang berkuncup: Berhenti mencubit pucuk sebelum fase pembentukan kuncup agar bakal bunga tidak ikut terpotong, teknik serupa dipakai saat memancing tanaman agar cepat tumbuh tunas baru.
Rutin lakukan deadheading: Potong bunga yang telah layu hingga daun sehat terdekat supaya kuncup lain terpacu mekar.
Gunakan gunting bersih: Sterilkan alat pangkas sebelum dipakai agar penyakit tidak menular antar tanaman.
Kendalikan hama sejak dini: Periksa daun dari kutu daun dan embun tepung; jika terlanjur terserang, segera pisahkan tanaman yang terkena hama, dan prinsip pengendalian hama pada tanaman lain juga bisa diterapkan.
Lindungi tanaman pada peralihan musim: Beri lapisan mulsa untuk melindungi akar dan hindari memangkas habis batang di akhir musim berbunga.
4. Tips agar Bunga Krisan Rajin Berbunga dan Tahan Lama
Selain langkah dasar, beberapa kebiasaan kecil membuat hasil cara merawat bunga krisan terasa lebih maksimal. Tips berikut membantu bunga bertahan lebih lama sekaligus mendorong tanaman kembali berbunga.
Darryl Cheng, pendiri House Plant Journal, dikutip dari Apartment Therapy menyatakan, "Cahaya menentukan potensi pertumbuhan tanaman, dan semua perawatan yang kamu lakukan seperti menyiram dan memupuk hanya akan mewujudkan potensi itu dengan jumlah yang tepat."
Berikut sederet tips tambahan yang bisa langsung diterapkan di rumah.
Pilih tanaman berkuncup banyak: Saat membeli, pilih krisan dengan banyak kuncup tertutup agar masa mekarnya lebih panjang.
Perhatikan panjang penyinaran: Krisan termasuk tanaman hari pendek, sehingga hindari paparan cahaya lampu pada malam hari yang dapat mengacaukan pembentukan bunga.
Jaga suhu ideal: Pertumbuhan krisan optimal pada kisaran suhu 17-25 derajat Celsius dengan kelembapan udara yang cukup.
Bagi rumpun secara berkala: Pisahkan dan tanam ulang rumpun setiap dua hingga tiga tahun agar tetap segar dan rajin berbunga, layaknya perawatan anggrek agar cepat berbunga.
Manfaatkan sebagai penyegar ruangan: Krisan tak sekadar cantik, tetapi juga membantu menyaring polutan di dalam ruangan sehingga cocok menghias sudut rumah.
Rawat bunga potongnya: Ganti air vas dan potong ujung batang secara berkala agar bunga potong krisan tetap segar berhari-hari.
Padukan dengan tanaman lain: Tanam krisan bersama koleksi tanaman hias bunga kecil untuk teras atau dalam kebun sensorik di rumah untuk tampilan lebih hidup.
Putar posisi pot: Sesekali putar pot agar seluruh sisi mendapat cahaya merata, kebiasaan yang juga membantu tanaman cepat tumbuh besar dan tegak.
Dengan memadukan pencahayaan cukup, penyiraman terukur, pemupukan sesuai fase, dan pemangkasan rutin, krisan dapat tumbuh sehat serta berbunga berulang. Konsistensi perawatan harian jauh lebih menentukan daripada satu trik instan, sebagaimana berlaku pula ketika merawat tabebuya agar rajin berbunga atau menghadirkan tanaman yang membuat ruangan lebih asri.
5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bunga Krisan
Berapa kali bunga krisan perlu disiram?
Krisan menyukai media yang lembap secara konsisten, jadi siramlah begitu lapisan atas tanah mulai kering. Tanaman di tanah umumnya cukup disiram sekali seminggu, sedangkan krisan dalam pot bisa perlu diperiksa setiap hari saat cuaca panas karena medianya lebih cepat kering.
Mengapa bunga krisan cepat layu dan mati?
Penyebab paling umum adalah penyiraman berlebih yang membuat akar membusuk, drainase buruk, kurang sinar matahari, atau bunga layu yang tidak dipangkas. Menjaga keseimbangan air, cahaya, dan sirkulasi udara biasanya membuat krisan kembali segar.
Apakah bunga krisan bisa berbunga lagi setelah layu?
Bisa, terutama jenis krisan taman yang bersifat menahun. Dengan rutin melakukan deadheading, tidak memangkas habis batang di akhir musim, serta memberi mulsa pelindung akar, krisan berpeluang bertunas dan berbunga kembali pada musim berikutnya.
Daftar Referensi
- Royal Horticultural Society. How to grow chrysanthemums. Diakses pada 17 September 2026, dari https://www.rhs.org.uk/plants/chrysanthemum/growing-guide
- Penn State Extension. Chrysanthemum Care. Diakses pada 17 September 2026, dari https://extension.psu.edu/chrysanthemum-care
- Clemson Cooperative Extension, Home and Garden Information Center. Chrysanthemums: How to Grow Garden Mums. Diakses pada 17 September 2026, dari https://hgic.clemson.edu/factsheet/chrysanthemums-how-to-grow-garden-mums-in-south-carolina/
- The Old Farmer's Almanac. How to Grow and Care for Chrysanthemums. Diakses pada 17 September 2026, dari https://www.almanac.com/plant/chrysanthemums
- Missouri Botanical Garden. Chrysanthemums for the Home Garden. Diakses pada 17 September 2026, dari https://www.missouribotanicalgarden.org/Portals/0/Gardening/Gardening%20Help/Factsheets/Chrysanthemums11.pdf
(kpl/pit)
Advertisement
