Contoh Teks Berita 5W 1H: Panduan Lengkap dan Contoh Praktis
contoh teks berita 5w 1h
Kapanlagi.com - Teks berita merupakan salah satu bentuk komunikasi yang paling penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Setiap hari, kita dihadapkan dengan berbagai berita yang memuat informasi tentang peristiwa terkini di sekitar kita.
Untuk memahami dan menulis berita yang baik, diperlukan pemahaman mendalam tentang contoh teks berita 5W 1H yang mencakup semua unsur penting. Unsur-unsur ini memastikan bahwa informasi yang disampaikan lengkap dan mudah dipahami pembaca.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berita adalah cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Dalam konteks jurnalistik, contoh teks berita 5W 1H menjadi standar penulisan yang harus dipenuhi untuk menghasilkan berita berkualitas.
Advertisement
1. Pengertian dan Unsur 5W 1H dalam Teks Berita
Teks berita adalah suatu teks yang menyampaikan kabar atau informasi kepada masyarakat tentang suatu peristiwa atau kejadian faktual dan aktual yang diinformasikan secara tertulis. Setiap berita yang baik harus memenuhi unsur 5W + 1H yang terdiri dari What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (di mana), Why (mengapa), dan How (bagaimana).
Dalam bahasa Indonesia, unsur 5W + 1H ini dikenal dengan istilah ADIKSIMBA, yaitu singkatan dari Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, dan Bagaimana. Mengutip dari buku "Menjadi Jurnalis Milenial" oleh Kemendikbud, dalam penyusunan teks berita, seorang penulis wajib memenuhi unsur prinsip 5W+1H agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat menjadi lengkap.
Unsur-unsur tersebut memiliki fungsi spesifik dalam memberikan informasi yang komprehensif. What (apa) menjelaskan peristiwa yang terjadi, Who (siapa) mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, When (kapan) memberikan informasi waktu kejadian, Where (di mana) menunjukkan lokasi peristiwa, Why (mengapa) menjelaskan alasan atau latar belakang kejadian, dan How (bagaimana) menggambarkan proses atau cara terjadinya peristiwa.
Penerapan unsur 5W + 1H dalam penulisan berita memastikan bahwa pembaca mendapatkan gambaran yang jelas dan menyeluruh tentang suatu peristiwa. Tanpa salah satu unsur ini, berita akan terasa tidak lengkap dan dapat menimbulkan kebingungan bagi pembaca.
2. Struktur Penulisan Teks Berita
Struktur teks berita mengikuti pola piramida terbalik, di mana informasi paling penting ditempatkan di bagian atas, diikuti informasi pendukung di bagian tengah, dan informasi tambahan di bagian bawah. Struktur ini terdiri dari empat bagian utama: judul berita, kepala berita (lead), tubuh berita (body), dan ekor berita.
Judul berita berfungsi sebagai pemikat pembaca dan harus dibuat semenarik mungkin sambil tetap merepresentasikan isi berita secara akurat. Judul yang baik bersifat ringkas, padat, jelas, dan tidak menimbulkan makna ganda. Kepala berita atau lead merupakan paragraf pembuka yang memuat informasi utama dan biasanya menjawab pertanyaan apa, siapa, di mana, dan kapan.
Tubuh berita berisi penjelasan lebih detail dari kepala berita, biasanya menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana peristiwa tersebut terjadi. Bagian ini memberikan konteks, latar belakang, dan informasi pendukung yang diperlukan untuk memahami peristiwa secara menyeluruh. Ekor berita berisi informasi tambahan yang tingkat kepentingannya paling rendah, sehingga jika dihilangkan tidak akan mempengaruhi pemahaman terhadap inti berita.
Menurut Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 'Lencana' dari Universitas Negeri Padang, struktur berita ditulis dengan teknik piramida terbalik agar pembaca langsung dapat mengetahui inti dari berita tersebut tanpa perlu membaca hingga akhir.
3. Ciri-Ciri Teks Berita yang Baik
Teks berita yang berkualitas memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari jenis teks lainnya. Pertama, berita harus bersifat objektif dan faktual, artinya memberitakan sesuatu yang benar-benar terjadi berdasarkan fakta, bukan opini atau gagasan penulis. Kedua, berita harus aktual, yaitu menyajikan peristiwa yang masih segar atau baru terjadi, bukan peristiwa lampau.
Ciri lainnya adalah data yang disajikan harus sesuai dengan peristiwa asli tanpa rekayasa, bahasa yang digunakan menarik dan dapat memikat minat pembaca, serta mudah dipahami oleh pembaca. Waktu dan tempat peristiwa harus jelas, alur peristiwa berurutan, dan kalimat yang digunakan singkat, padat, serta jelas.
Sumber berita harus valid dan dapat dipertanggungjawabkan, judul berita mampu mewakili isi berita, dan yang terpenting adalah memuat unsur kata tanya 5W+1H atau ADIKSIMBA. Semua ciri ini memastikan bahwa berita yang dihasilkan memiliki kredibilitas tinggi dan dapat dipercaya oleh pembaca.
Berita yang baik juga tidak bersifat umum atau terjadi setiap hari, melainkan menyajikan peristiwa yang memiliki nilai berita dan menarik perhatian masyarakat. Bahasa yang digunakan harus formal namun tetap mudah dipahami oleh berbagai kalangan pembaca.
4. Contoh Teks Berita Bencana Alam
Gunung Semeru Meletus, Ribuan Warga Mengungsi
LUMAJANG - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meletus pada Sabtu (4/12/2021) pagi. Letusan ini mengakibatkan ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Berdasarkan data Pos Komando Tanggap Darurat Bencana, sebanyak 3.697 jiwa telah mengungsi akibat dampak awan panas guguran Gunung Semeru. Sebagian besar pengungsi berada di wilayah Kabupaten Lumajang, sementara 24 jiwa lainnya berada di Kabupaten Malang.
Letusan Gunung Semeru terjadi setelah satu tahun tiga hari beristirahat. Erupsi ini menghamburkan abu vulkanis, lava pijar yang cair, dan awan panas guguran yang membahayakan warga di sekitar kawasan gunung. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah dan jarak 5 km arah bukaan kawah di sektor tenggara-selatan.
Presiden Joko Widodo telah meninjau lokasi terdampak dan menyerahkan santunan kepada keluarga korban. Pemerintah terus melakukan upaya evakuasi dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak letusan Gunung Semeru.
5. Contoh Teks Berita Kecelakaan Lalu Lintas
Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Serpong
TANGERANG SELATAN - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Rawa Buntu, Serpong, pada Rabu (30/8/2023) sekitar pukul 05.30 WIB. Seorang pengendara motor berinisial OH (30) tewas setelah terlindas dump truk.
Kepala Subseksi Penerangan Masyarakat Polres Tangerang Selatan, Ipda Bayu, menjelaskan kronologi kecelakaan tersebut. "Korban terjatuh setelah berupaya menghindari lubang yang menganga di sisi kiri jalan. Dalam waktu bersamaan, dump truk yang dikemudikan pria berinisial J (30) langsung melindas motor beserta korban," kata Bayu.
Korban yang berprofesi sebagai guru ini kehilangan kendali dan jatuh sehingga terlindas roda tengah kiri dump truk yang sedang melintas dari arah yang sama. Akibatnya, OH meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan sepeda motor mengalami kerusakan pada bagian depan.
Jasad korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang. Kasus kecelakaan maut ini saat ini dalam penyelidikan Unit Gakkum Satlantas Polres Tangsel untuk menentukan penyebab pasti dan tanggung jawab masing-masing pihak.
6. Contoh Teks Berita Kesehatan
WHO: Varian Omicron Lebih Cepat Menular dari Delta
JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis hasil penelitian yang menunjukkan bahwa varian COVID-19 Omicron memiliki tingkat penularan lebih cepat dibandingkan varian Delta. Temuan ini diumumkan pada Minggu (12/12/2021) berdasarkan data yang dikumpulkan dari berbagai negara.
"Berdasarkan data yang ada saat ini, Omicron kemungkinan akan mengalahkan varian Delta di tempat-tempat yang terjadi penularan antar-masyarakat," demikian pernyataan WHO yang dikutip dari AFP. Saat ini, varian Omicron telah menyebar di 63 negara di seluruh dunia.
WHO mencatat penyebaran cepat COVID-19 varian Omicron terjadi di Afrika Selatan, di mana varian Delta tidak mendominasi. Namun, penyebaran cepat juga terjadi di Inggris, meskipun kasus secara keseluruhan masih didominasi varian Delta. Data awal juga menunjukkan bahwa Omicron menyebabkan pengurangan efikasi vaksin terhadap infeksi dan penularan COVID-19.
Meskipun demikian, WHO menekankan bahwa infeksi virus corona varian Omicron sejauh ini hanya menyebabkan gejala ringan. Organisasi kesehatan dunia ini masih terus mengumpulkan data untuk menentukan tingkat keparahan klinis varian Omicron secara lebih akurat.
7. FAQ (Frequently Asked Questions)
Apa yang dimaksud dengan unsur 5W 1H dalam berita?
Unsur 5W 1H adalah elemen dasar yang harus ada dalam setiap berita, terdiri dari What (apa yang terjadi), Who (siapa yang terlibat), When (kapan terjadi), Where (di mana terjadi), Why (mengapa terjadi), dan How (bagaimana terjadi). Unsur ini memastikan berita memberikan informasi lengkap kepada pembaca.
Mengapa struktur piramida terbalik digunakan dalam penulisan berita?
Struktur piramida terbalik digunakan agar pembaca dapat langsung memahami inti berita dari paragraf pertama tanpa harus membaca keseluruhan artikel. Informasi paling penting ditempatkan di awal, diikuti informasi pendukung, dan informasi tambahan di bagian akhir.
Bagaimana cara membedakan berita yang faktual dengan opini?
Berita faktual berdasarkan pada data dan peristiwa yang benar-benar terjadi, menggunakan sumber yang dapat diverifikasi, dan tidak mengandung pendapat pribadi penulis. Sementara opini berisi pandangan, analisis, atau interpretasi subjektif dari penulis terhadap suatu peristiwa.
Apa perbedaan antara kepala berita (lead) dan tubuh berita (body)?
Kepala berita atau lead adalah paragraf pembuka yang memuat informasi paling penting dan biasanya menjawab 4W (what, who, when, where). Tubuh berita berisi penjelasan lebih detail, latar belakang, dan konteks yang menjawab why dan how dari peristiwa tersebut.
Bagaimana menentukan apakah suatu peristiwa layak dijadikan berita?
Suatu peristiwa layak dijadikan berita jika memiliki nilai berita seperti aktualitas (baru terjadi), proximity (dekat dengan pembaca), prominence (melibatkan tokoh penting), impact (berdampak luas), conflict (mengandung konflik), atau human interest (menarik secara emosional).
Apa fungsi judul dalam teks berita?
Judul berfungsi sebagai pemikat pembaca untuk membaca keseluruhan berita, memberikan gambaran singkat tentang isi berita, dan membantu pembaca memutuskan apakah berita tersebut relevan dengan kebutuhan informasi mereka. Judul yang baik harus ringkas, jelas, dan menarik.
Bagaimana cara memverifikasi kebenaran suatu berita?
Kebenaran berita dapat diverifikasi dengan mengecek sumber informasi, membandingkan dengan berita dari media lain yang kredibel, mencari konfirmasi dari pihak yang berwenang, dan memastikan adanya bukti atau dokumentasi yang mendukung informasi dalam berita tersebut.
(kpl/fed)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba