Pengertian Haji Plus Beserta Biaya, Fasilitas, Masa Tunggu, dan Cara Mendaftarnya

Pengertian Haji Plus Beserta Biaya, Fasilitas, Masa Tunggu, dan Cara Mendaftarnya
pengertian haji plus (credit: Ilustrasi AI)

Kapanlagi.com - Bagi umat Muslim Indonesia, memahami pengertian haji plus menjadi bekal penting sebelum memilih jalur keberangkatan ke Tanah Suci. Program ini hadir sebagai alternatif bagi jamaah yang ingin menunaikan ibadah haji dengan fasilitas lebih baik dan waktu tunggu lebih singkat.

Haji plus atau yang dikenal juga sebagai haji khusus merupakan program ibadah haji yang dikelola oleh penyelenggara swasta berizin resmi dari Kementerian Agama. Dengan memahami pengertian haji plus secara mendalam, calon jamaah dapat membuat keputusan yang tepat sesuai kemampuan finansial dan kebutuhan ibadah mereka.

Antrean haji reguler di Indonesia saat ini mencapai sekitar 26 tahun, sementara lebih dari 5,5 juta warga terdaftar dalam daftar tunggu. Kondisi ini mendorong banyak calon jamaah untuk mempertimbangkan program haji plus yang menawarkan masa tunggu sekitar 5 hingga 9 tahun.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan, "Kuota 2026 tetap di 221.000, dengan sekitar 203.000 untuk haji reguler dan 17.000 untuk haji khusus." Data tersebut menunjukkan betapa terbatasnya kuota yang tersedia bagi jamaah haji Indonesia setiap tahunnya.

1. Definisi dan Pengertian Haji Plus

Sejumlah orang duduk berkumpul mengenakan baju muslim (c) Ilustrasi AI

Pengertian haji plus atau ONH Plus (Ongkos Naik Haji Plus) merujuk pada program ibadah haji khusus yang diselenggarakan oleh badan hukum swasta bernama Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Setiap PIHK wajib memiliki izin resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia sebelum dapat memberangkatkan jamaah. Program ini tetap menggunakan kuota resmi pemerintah yang dialokasikan oleh Arab Saudi kepada Indonesia, namun dengan pelayanan yang lebih premium dibandingkan haji reguler. Secara hukum, penyelenggaraan haji plus diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Menurut studi akademis yang dipublikasikan di ResearchGate berjudul Hajj, Istita'ah, and Waiting List Regulation in Indonesia, sistem kuota ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi untuk menyeimbangkan jumlah jamaah dengan kapasitas kota suci Mekah dan Madinah. Akibatnya, calon jamaah di Indonesia harus mengantre dengan masa tunggu hingga puluhan tahun pada jalur reguler.

Berbeda dengan haji reguler yang dikelola sepenuhnya oleh pemerintah melalui Kementerian Agama, haji plus memberikan keleluasaan bagi penyelenggara swasta untuk mengatur fasilitas akomodasi, transportasi, dan konsumsi yang lebih baik. Jamaah haji plus biasanya menginap di hotel bintang 4 hingga 5 yang lokasinya lebih dekat dengan Masjidil Haram. Selain itu, jumlah jamaah dalam satu rombongan cenderung lebih sedikit, yang memungkinkan koordinasi dan bimbingan ibadah yang lebih personal dan intensif.

Perlu dipahami bahwa dari segi rukun, wajib, dan tata cara pelaksanaan ibadah, haji plus tidak berbeda dengan haji reguler. Perbedaannya semata-mata terletak pada aspek teknis seperti fasilitas, durasi perjalanan, waktu tunggu, dan biaya. Jamaah haji plus tetap melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji mulai dari ihram, wukuf di Arafah, tawaf, sa'i, hingga melempar jumrah sesuai tuntunan syariat Islam.

Baca juga: Pengertian Ihram dalam Ibadah Haji dan Umrah

2. Perbedaan Haji Plus, Haji Reguler, dan Haji Furoda

Sejumlah orang berdiri di depan customer service (c) Ilustrasi AI

Di Indonesia terdapat tiga program haji resmi yang masing-masing memiliki karakteristik berbeda dari segi biaya, fasilitas, dan masa tunggu keberangkatan. Memahami perbedaan ketiganya membantu calon jamaah memilih program yang paling sesuai dengan kondisi dan kemampuan mereka.

Studi dari ResearchGate mencatat bahwa Indonesia saat ini memiliki jutaan orang dalam daftar tunggu haji, sehingga pemerintah perlu mencari solusi untuk menekan perpanjangan antrean. Program haji plus dan haji furoda hadir sebagai alternatif di samping jalur reguler. Berikut perbedaan utama antara ketiga program tersebut.

  1. Penyelenggara. Haji reguler dikelola langsung oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama. Haji plus diselenggarakan oleh PIHK yang berizin resmi, sedangkan haji furoda menggunakan visa undangan khusus dari Kerajaan Arab Saudi di luar kuota pemerintah Indonesia.
  2. Masa Tunggu Keberangkatan. Haji reguler memiliki masa tunggu rata-rata 26 tahun secara nasional. Haji plus menawarkan waktu tunggu sekitar 5 hingga 9 tahun. Sementara haji furoda memungkinkan keberangkatan langsung pada tahun yang sama tanpa antrean.
  3. Biaya Keberangkatan. Biaya haji reguler yang dibayarkan jamaah sekitar Rp55 juta dengan subsidi pemerintah. Haji plus berkisar antara USD 8.000 hingga USD 20.500 atau setara Rp130-330 juta. Haji furoda jauh lebih mahal, bisa mencapai USD 15.500 ke atas.
  4. Fasilitas Akomodasi. Jamaah reguler menginap di penginapan standar berjarak 2 hingga 5 kilometer dari Masjidil Haram. Jamaah haji plus menginap di hotel bintang 4-5 yang lebih dekat dengan Masjidil Haram. Haji furoda menawarkan fasilitas setara atau lebih mewah dari haji plus.
  5. Durasi di Tanah Suci. Program haji reguler berlangsung sekitar 40 hari. Haji plus menghabiskan waktu yang lebih singkat, yakni sekitar 25 hari. Sementara haji furoda memiliki durasi 16 hingga 24 hari dari keberangkatan hingga kepulangan.
  6. Alokasi Kuota. Dari total kuota 221.000 jamaah, sekitar 92 persen untuk haji reguler dan 8 persen untuk haji khusus. Kuota haji furoda berada di luar sistem kuota Indonesia karena langsung dari pemerintah Arab Saudi.

Baca juga: Perbedaan Haji dengan Umroh yang Wajib Dipahami Umat Muslim

3. Fasilitas yang Didapatkan Jamaah Haji Plus

Suasana kamar (c) Ilustrasi AI

Salah satu alasan utama jamaah memilih program haji plus adalah kualitas fasilitas yang jauh lebih baik dibandingkan haji reguler. Mulai dari akomodasi, transportasi, hingga pendampingan ibadah, setiap aspek dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal agar jamaah lebih fokus beribadah. Platform resmi Nusuk Hajj milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga menyediakan berbagai kategori paket yang disesuaikan dengan preferensi jamaah dari seluruh dunia.

Dari segi akomodasi, jamaah haji plus umumnya menginap di hotel berbintang 4 hingga 5 yang berlokasi strategis dekat Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Kedekatan ini sangat bermanfaat terutama bagi jamaah lanjut usia yang kesulitan menempuh jarak jauh. Sebuah laporan menyebutkan bahwa jamaah haji plus dapat memilih akomodasi langsung di area ring pertama dan kedua dari Masjidil Haram. Hal ini tentu berbeda signifikan dengan haji reguler yang penginapannya bisa berjarak beberapa kilometer dari lokasi ibadah utama.

Aspek transportasi juga menjadi keunggulan program haji plus. Jamaah mendapatkan bus yang nyaman dan terjadwal untuk perpindahan antarkota, termasuk dari Jeddah ke Mekah dan Madinah. Pada saat pelaksanaan ritual di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, tenda yang disediakan biasanya dilengkapi dengan kasur dan pendingin udara. Konsumsi berupa makanan berkualitas juga sudah disediakan oleh pihak penyelenggara selama berada di Tanah Suci, sehingga jamaah tidak perlu mencari sendiri.

Pendampingan ibadah merupakan fasilitas penting lainnya dalam program haji plus. Setiap rombongan biasanya didampingi oleh pembimbing ibadah yang berpengalaman dengan rasio pembimbing terhadap jamaah yang lebih ideal. Menurut riset yang dipublikasikan di PubMed Central, ibadah haji mencakup serangkaian ritual yang masing-masing memiliki makna spiritual unik dan berdampak signifikan terhadap kesejahteraan mental serta spiritual jamaah.Dengan bimbingan yang lebih intensif, jamaah haji plus dapat menjalankan setiap ritual dengan lebih tenang dan khusyuk.

Baca juga: Cara Mempersiapkan Keperluan Haji dengan Matang agar Ibadah Lancar

4. Rincian Biaya dan Masa Tunggu Haji Plus

Suasana ibadah haji (credit: Unsplash)

Biaya dan masa tunggu merupakan dua faktor utama yang membedakan haji plus dari haji reguler. Memahami rincian komponen biaya membantu calon jamaah dalam perencanaan finansial jangka panjang. Berikut penjelasan lengkapnya.

Melansir dari Kapanlagi.com, biaya haji plus bervariasi tergantung pada paket dan fasilitas yang dipilih, dengan kisaran USD 8.000 hingga USD 20.500 atau setara Rp130-330 juta. Biaya tersebut terbagi menjadi beberapa komponen sebagai berikut.

  1. Setoran Awal ke BPKH. Calon jamaah haji plus harus membayar setoran awal sebesar USD 4.000 ke rekening Badan Pengelola Keuangan Haji melalui bank penerima setoran yang ditunjuk pemerintah.
  2. Tiket Pesawat. Komponen ini mencakup penerbangan pulang-pergi internasional dengan maskapai penerbangan layanan penuh (full service) ke Arab Saudi.
  3. Akomodasi. Hotel berbintang 4-5 di Mekah dan Madinah dengan lokasi strategis dekat area ibadah menjadi bagian utama dari biaya ini.
  4. Konsumsi dan Transportasi. Seluruh kebutuhan makan serta transportasi antarkota dan ke lokasi ritual haji sudah termasuk dalam paket biaya.
  5. Visa dan Administrasi. Proses pengurusan visa haji resmi serta berbagai keperluan administrasi ditangani oleh pihak PIHK.
  6. Pembimbing Ibadah. Ustaz berpengalaman mendampingi jamaah selama perjalanan dan pelaksanaan ritual haji.
  7. Deposit Tambahan ke PIHK. Beberapa travel haji mensyaratkan deposit tambahan sekitar USD 300-500 di luar setoran awal ke BPKH.

Terkait masa tunggu, haji plus menawarkan keunggulan signifikan dibandingkan haji reguler. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa pemerintah telah menyeragamkan masa tunggu haji reguler menjadi sekitar 26 tahun di seluruh provinsi. Sementara itu, jamaah yang memilih haji plus untuk keberangkatan lebih cepat hanya perlu menunggu sekitar 5 hingga 9 tahun, tergantung kuota dan kapan pendaftaran dilakukan. Bahkan, Dahnil pernah menyampaikan, "Masa tunggu yang seragam ini menciptakan kesetaraan dan transparansi yang lebih baik secara nasional."

Bagi calon jamaah yang ingin mempersiapkan dana haji plus sejak dini, membuka tabungan haji di bank syariah merupakan langkah strategis. Dengan menabung secara konsisten, target dana haji plus dapat tercapai dalam beberapa tahun sebelum masa tunggu berakhir.

Baca juga: Tips Menabung untuk Naik Haji di Usia Muda

5. Cara Mendaftar Haji Plus di Indonesia

Jamaah haji sedang beribadah (credit: Unsplash)

Proses pendaftaran haji plus memerlukan beberapa tahapan yang harus dilakukan secara berurutan. Setiap langkah memiliki persyaratan khusus yang wajib dipenuhi agar pendaftaran berjalan lancar. Melansir dari kemenag.go.id, saat ini tersedia dua jenis layanan keberangkatan haji yaitu haji reguler yang dikelola pemerintah dan haji plus yang diselenggarakan oleh PIHK.

Berikut langkah-langkah lengkap cara daftar haji plus yang perlu diperhatikan calon jamaah.

  1. Memilih PIHK Terpercaya. Langkah pertama dan paling krusial adalah memilih Penyelenggara Ibadah Haji Khusus yang memiliki izin resmi dari Kementerian Agama. Pastikan legalitas travel dengan mengecek daftar PIHK resmi melalui situs kemenag.go.id atau sistem Siskopatuh Kementerian Agama.
  2. Konsultasi dan Pendaftaran Awal. Kunjungi kantor PIHK untuk berkonsultasi mengenai paket, fasilitas, jadwal keberangkatan, dan rincian biaya. Isi formulir pendaftaran dan serahkan dokumen persyaratan yang diminta.
  3. Menyiapkan Dokumen Persyaratan. Persyaratan umum meliputi KTP, Kartu Keluarga, paspor dengan masa berlaku minimal 2 tahun, akta kelahiran atau buku nikah, surat keterangan sehat, serta pas foto sesuai ketentuan. Persyaratan ini tidak jauh berbeda dengan persyaratan daftar haji reguler.
  4. Membayar Setoran Awal. Bayar setoran awal sebesar USD 4.000 ke rekening BPKH di bank penerima setoran yang ditunjuk, kemudian terima bukti setoran awal yang berisi nomor validasi.
  5. Mendapatkan Nomor Porsi. PIHK akan memproses verifikasi data calon jamaah, dan selanjutnya jamaah memperoleh nomor porsi haji dari Kementerian Agama. Nomor ini menentukan urutan keberangkatan.
  6. Menunggu Jadwal Keberangkatan. Setelah mendapatkan nomor porsi, jamaah menunggu sesuai estimasi keberangkatan. Cek estimasi keberangkatan secara berkala melalui situs atau aplikasi resmi Kementerian Agama.
  7. Pelunasan dan Persiapan Akhir. Pelunasan biaya haji plus biasanya dilakukan 4-6 bulan sebelum keberangkatan. Setelah itu, ikuti bimbingan manasik haji dan siapkan seluruh keperluan haji secara matang.

Sebuah studi dari Johns Hopkins Aramco Healthcare menyebutkan bahwa ibadah haji membawa manfaat yang melampaui aspek spiritual, termasuk kesehatan fisik yang lebih baik, peningkatan kesejahteraan psikologis, serta perubahan perilaku jangka panjang. Persiapan yang matang melalui program haji plus dapat membantu jamaah meraih pengalaman ibadah yang lebih bermakna.

Baca juga: Cara Daftar Haji Online Melalui Aplikasi Pusaka Kemenag

6. FAQ Seputar Pengertian Haji Plus

Tiga orang berkumpul di sebuah ruangan (c) Ilustrasi AI

1. Apa pengertian haji plus?

Pengertian haji plus atau ONH Plus adalah program ibadah haji khusus yang diselenggarakan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) berizin resmi dari Kementerian Agama. Program ini masih menggunakan kuota resmi pemerintah Indonesia namun menawarkan fasilitas yang lebih premium dan masa tunggu lebih singkat dibandingkan haji reguler.

2. Berapa biaya haji plus?

Biaya haji plus berkisar antara USD 8.000 hingga USD 20.500 atau setara Rp130-330 juta, tergantung pada paket dan fasilitas yang dipilih. Biaya ini sudah mencakup tiket pesawat, akomodasi hotel bintang 4-5, konsumsi, transportasi, visa, dan pendampingan ibadah oleh pembimbing berpengalaman.

3. Berapa lama masa tunggu haji plus?

Masa tunggu haji plus berkisar antara 5 hingga 9 tahun, jauh lebih singkat dibandingkan haji reguler yang rata-rata mencapai 26 tahun secara nasional. Waktu tunggu ini dapat bervariasi tergantung pada kuota yang tersedia dan kapan calon jamaah mendaftar serta memperoleh nomor porsi.

4. Apakah haji plus resmi dan sah?

Ya, haji plus merupakan program yang resmi dan sah secara hukum selama diselenggarakan oleh PIHK yang terdaftar dan berizin dari Kementerian Agama. Keabsahannya dijamin oleh Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

5. Apa perbedaan utama haji plus dan haji reguler?

Perbedaan utama terletak pada fasilitas, biaya, dan masa tunggu. Haji plus menyediakan hotel bintang 4-5 dekat Masjidil Haram, layanan pendampingan yang lebih personal, serta masa tunggu 5-9 tahun. Sementara haji reguler menawarkan biaya lebih terjangkau dengan fasilitas standar pemerintah dan masa tunggu yang lebih panjang.

6. Apa saja syarat mendaftar haji plus?

Syarat mendaftar haji plus meliputi beragama Islam, usia minimal 12 tahun, sehat jasmani dan rohani, memiliki KTP, Kartu Keluarga, paspor dengan masa berlaku minimal 2 tahun, serta kemampuan finansial untuk membayar setoran awal sebesar USD 4.000 dan melunasi total biaya saat tahun keberangkatan.

7. Bagaimana cara memilih travel haji plus yang terpercaya?

Pastikan travel memiliki izin resmi sebagai PIHK dari Kementerian Agama dengan mengecek daftar resmi di situs kemenag.go.id. Perhatikan juga rekam jejak operasional, transparansi rincian biaya, testimoni jamaah sebelumnya, serta kejelasan alamat kantor yang bisa dikunjungi langsung. Hindari tergiur dengan tawaran harga yang tidak wajar karena berisiko penipuan.

Memahami pengertian haji plus secara menyeluruh akan membantu calon jamaah dalam memilih program haji yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Baik melalui jalur reguler maupun haji plus, yang terpenting adalah niat yang tulus dan persiapan yang matang agar ibadah ke Tanah Suci berjalan lancar serta penuh kekhusyukan. Bagi yang sudah siap secara finansial dan ingin masa tunggu lebih singkat, program haji plus layak dipertimbangkan sebagai solusi. Pelajari juga ibadah sunnah saat haji dan cara berpakaian selama ibadah haji agar pelaksanaan ibadah semakin sempurna.

Ikuti kabar tips dan trik hanya di Kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?

Rekomendasi

Trending