Tata Cara Menggunakan Sekoci Luncur yang Benar dan Aman di Kapal
FAQ (h)
Kapanlagi.com - Tata cara menggunakan sekoci luncur adalah rangkaian prosedur peluncuran free-fall lifeboat yang wajib dikuasai seluruh awak kapal demi keselamatan dalam situasi darurat. Sekoci luncur merupakan sekoci tertutup dan aerodinamis yang dirancang untuk diluncurkan dari buritan kapal secara jatuh bebas. Berbeda dari sekoci konvensional, sekoci luncur dapat diluncurkan dengan cepat menggunakan gaya gravitasi, sehingga menjadi pilihan efisien saat terjadi keadaan darurat seperti kebakaran atau kondisi berbahaya yang membutuhkan evakuasi cepat.
Sekoci luncur mengandalkan gravitasinya sendiri untuk jatuh bebas ke air dari ketinggian yang telah disertifikasi melalui slide atau luncuran, biasanya terletak di buritan kapal. Memahami tata cara menggunakan sekoci luncur adalah kunci utama agar seluruh kru dapat merespons situasi abandon ship dengan cepat dan terkoordinasi. Konsep sekoci luncur pertama kali diusulkan pada tahun 1897, dan peluncuran berawak pertama dari buritan kapal terjadi pada tahun 1977, memberikan keuntungan berupa gerakan maju positif yang cepat menjauhi kapal atau instalasi.
Dilansir dari The Nautical Institute, tidak ada prosedur standar tunggal untuk meluncurkan sekoci luncur karena desain dan perlengkapannya sangat bervariasi antar jenis kapal. Meskipun demikian, terdapat panduan umum yang diakui secara internasional untuk memastikan peluncuran berjalan aman dan efektif.
Advertisement
1. 1. Persiapan Sebelum Peluncuran Sekoci Luncur
Tahap persiapan merupakan bagian paling krusial dalam tata cara menggunakan sekoci luncur adalah fase di mana seluruh peralatan dan personel harus dipastikan siap. Sebelum peluncuran free-fall, persiapan komprehensif mencakup kesiapan peralatan, kondisi lingkungan, persyaratan otorisasi, dan pengarahan personel untuk memastikan pelaksanaan yang terkendali dalam kondisi optimal.
Lakukan penilaian risiko (risk assessment): Sebelum latihan, lakukan penilaian risiko, identifikasi bahaya, ambil langkah-langkah yang tepat untuk menghilangkan atau mengendalikan risiko, dan catat hasilnya.
Berikan pengarahan kepada seluruh kru: Berikan pengarahan lengkap kepada semua kru, termasuk mereka yang ditugaskan selain sebagai kru sekoci atau yang akan menjadi pengamat, mengenai fitur desain dan pengoperasian yang benar.
Dapatkan izin dari otoritas terkait: Dapatkan izin dari otoritas pelabuhan atau PFSO sesuai kebutuhan.
Lepaskan perangkat pengaman: Lepaskan perangkat pengaman (securing devices) dan putuskan sambungan pengisi daya baterai.
Amankan lubang ventilasi: Pastikan lubang ventilasi ditutup kedap air.
Alihkan sistem kelistrikan ke daya baterai: Pindahkan sistem kelistrikan sekoci ke tenaga baterai.
Periksa daftar kru yang naik ke sekoci: Periksa kru berdasarkan daftar mustar saat mereka menaiki sekoci sesuai urutan yang ditentukan.
Sebagaimana disampaikan Arsenio Dominguez, Sekretaris Jenderal IMO, dikutip dari IMO.org, "Pekerjaan ini sangat penting untuk memastikan bahwa pengujian operasional dapat dilakukan dengan aman dan efektif tanpa meluncurkan sekoci, sehingga mengurangi paparan risiko terhadap kru sambil menjaga integritas peralatan keselamatan."
2. 2. Prosedur Peluncuran Sekoci Luncur dari Kapal ke Air
Setelah persiapan selesai, prosedur peluncuran menjadi tahap berikutnya yang memerlukan ketelitian tinggi. Langkah-langkah berikut menjelaskan tata cara menggunakan sekoci luncur adalah rangkaian tindakan yang harus diikuti secara berurutan oleh seluruh personel di dalam sekoci.
Tutup pintu sekoci kedap air: Setelah semua kru masuk, pintu sekoci harus ditutup kedap air.
Pastikan semua kru terikat dengan benar: Pastikan semua anggota kru sudah duduk dengan sabuk pengaman badan dan kepala terpasang dengan aman. Konfirmasi hal ini secara verbal kepada coxswain selama pemeriksaan jumlah kepala terakhir.
Ikuti instruksi pabrikan untuk menyalakan mesin: Ikuti petunjuk pabrikan mengenai kapan harus menyalakan mesin dan apakah gigi harus terpasang atau tidak saat peluncuran.
Pastikan kemudi dalam posisi tengah: Pastikan kemudi berada di posisi tengah (midships).
Coxswain memberikan peringatan verbal: Nakhoda sekoci (coxswain) memberikan peringatan verbal bahwa peluncuran akan segera dilakukan tepat sebelum mengoperasikan kontrol pelepasan.
Aktifkan mekanisme pelepasan: Pasang tuas pelepasan, lalu lepaskan pin pengaman dari mekanisme pelepasan, dan periksa serta konfirmasi bahwa pipa bypass hidrolik katup pelepasan pengait tertutup.
Personel bersiap menghadapi hentakan: Saat menerima perintah pelepasan, personel di dalam sekoci harus mempersiapkan diri secara mental, menggeser pusat gravitasi ke belakang, memegang pegangan di sandaran kursi depan dengan erat, dan menjejakkan kaki.
Operasikan tuas kontrol hingga sekoci terlepas: Kemudian gerakkan tuas kontrol naik-turun hingga sekoci terlepas dari pengait, biasanya setelah 3-4 kali tarikan.
Luncuran umumnya miring sekitar 30°-35° ke arah buritan, dengan haluan sekoci menghadap ke bawah. Setelah dilepaskan, sekoci meluncur bebas sepanjang luncuran mengandalkan gravitasi, meluncur di udara mengikuti lintasan parabola setelah terlepas dari jalur, lalu masuk ke air dengan sudut sekitar 50°-60° dan mengapung ke permukaan.
Martin Verhoef, CEO Verhoef Aluminium Scheepsbouw Industrie yang memproduksi sekoci luncur, dikutip dari PBS NOVA menyatakan, "Keuntungannya adalah Anda hanya bergantung pada gravitasi. Mekanisme pelepasan harus dioperasikan, dan selesai. Gravitasi yang melakukan tugasnya."
Baca juga: Film survival di lautan yang menegangkan
3. 3. Tindakan Setelah Sekoci Luncur Masuk ke Air
Begitu sekoci luncur menyentuh air, ada serangkaian tindakan lanjutan yang harus segera dilaksanakan. Mengetahui tata cara menggunakan sekoci luncur adalah hal esensial tidak hanya saat peluncuran, tetapi juga pada fase pasca-peluncuran yang menentukan keselamatan seluruh kru.
Segera operasikan mesin sekoci: Setelah sekoci memasuki air, segera operasikan mesin sekoci untuk mengendalikan pergerakan.
Kru melepas sabuk pengaman dan mengenakan jaket pelampung: Pada saat bersamaan, personel dapat melepaskan sabuk pengaman, mengenakan jaket pelampung, dan memakai helm keselamatan.
Kemudikan sekoci menjauhi kapal: Buka throttle dan kemudikan sekoci menjauhi kapal. Setelah berada di luar zona bahaya, buka palka dan operasikan sinyal.
Selamatkan korban di air jika aman: Jika terdapat korban yang berenang di sekitar sekoci, lakukan penyelamatan hanya jika kondisi memungkinkan dan tidak membahayakan kru di dalam sekoci.
Pasang jangkar laut: Setelah berada pada jarak aman dari kapal, pasang jangkar laut untuk memberikan stabilitas ekstra dan mengurangi laju hanyut.
Aktifkan peralatan darurat: Nyalakan EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon) dan SART (Search and Rescue Transponder) untuk mengirim sinyal darurat kepada tim penyelamat.
Mengacu pada SAFETY4SEA, buku petunjuk pabrikan sekoci harus selalu dikonsultasikan sebelum melakukan peluncuran, baik aktual maupun simulasi. Setiap jenis sekoci luncur memiliki karakteristik teknis yang berbeda, sehingga pemahaman terhadap manual pabrikan sangat krusial.
Baca juga: Cara daftar buku pelaut online
4. 4. Keunggulan dan Persyaratan SOLAS untuk Sekoci Luncur
Sekoci luncur (free-fall lifeboat) memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan sekoci konvensional yang diluncurkan menggunakan davit. Memahami keunggulan serta regulasi yang melingkupinya memperkuat pentingnya menguasai tata cara menggunakan sekoci luncur adalah bagian dari kompetensi maritim yang tidak bisa diabaikan.
Kecepatan peluncuran jauh lebih tinggi: Sekoci luncur memiliki keunggulan pendaratan cepat, yang mengatasi masalah peluncuran sekoci pada kecepatan kapal 5 knot. Keunggulan utamanya adalah kecepatan, karena peluncuran free-fall bisa jauh lebih cepat dibandingkan sistem berbasis derek, memungkinkan penyebaran cepat.
Tidak bergantung pada kabel atau davit: Sekoci luncur hanya memiliki satu pengait, sehingga tidak ada masalah pelepasan yang tidak sinkron seperti pada sekoci konvensional.
Dapat diluncurkan dalam kondisi ekstrem: Setelah kapal kehilangan stabilitas, sekoci konvensional sering kali tidak dapat diluncurkan karena kemiringan, sedangkan sekoci luncur memiliki keunggulan besar yang tidak dimiliki oleh sekoci gravitasi tradisional.
Langsung menjauhi kapal setelah masuk air: Saat evakuasi darurat, sekoci meluncur dari ramp di kapal dan memasuki air dengan gerakan maju positif yang tinggi, jauh dari kapal atau instalasi.
Dapat bergerak meski mesin tidak menyala: Sekoci luncur jatuh bebas ke laut dan menghasilkan energi kinetik. Energi kinetik ini mendorong sekoci menjauhi kapal yang sedang dalam bahaya selama dan segera setelah masuk ke air, bahkan jika mesin tidak beroperasi.
Wajib menggunakan jaket pelampung tiup: Untuk alasan keselamatan, tidak diperbolehkan membawa jaket pelampung apung bawaan saat peluncuran free-fall, sehingga semua penumpang harus dilengkapi jaket pelampung tiup yang disetujui.
Berdasarkan regulasi SOLAS, sekoci luncur direkomendasikan pada kapal pengangkut curah (bulk carrier) berdasarkan regulasi SOLAS III/31.1.2 dan paragraf 6.1.3 Kode LSA. Regulasi juga mengharuskan sekoci luncur diluncurkan setiap enam bulan sekali, berbeda dengan sekoci konvensional yang diluncurkan setiap tiga bulan.
Setiap sekoci luncur harus dilengkapi sistem pelepasan yang memiliki dua sistem aktivasi independen untuk mekanisme pelepasan yang hanya dapat dioperasikan dari dalam sekoci, mampu melepaskan sekoci dalam kondisi beban apa pun dari tanpa beban hingga 200% beban normal, serta dilindungi dari penggunaan yang tidak disengaja.
Captain Kuba Szymanski, Sekretaris Jenderal InterManager, dikutip dari Maritime Fairtrade menyatakan, "Ini adalah perubahan yang sangat penting yang tampaknya terlewatkan oleh beberapa operator kapal dan masih tercantum dalam beberapa Sistem Manajemen Keselamatan di kapal."
Baca juga: Film Hollywood tentang bencana terbaik
5. 5. Perawatan dan Latihan Rutin Sekoci Luncur
Perawatan dan latihan rutin merupakan faktor penentu kesiapan sekoci luncur saat dibutuhkan. Meskipun menguasai tata cara menggunakan sekoci luncur adalah keharusan, tanpa pemeliharaan berkala dan latihan yang konsisten, peralatan dan keterampilan kru bisa mengalami penurunan yang berbahaya.
Lakukan inspeksi mingguan dan bulanan: Inspeksi mingguan dan bulanan serta perawatan rutin harus dilakukan oleh penyedia layanan bersertifikat atau personel kapal di bawah arahan perwira senior sesuai manual perawatan.
Laksanakan pemeriksaan menyeluruh tahunan: Pemeriksaan menyeluruh tahunan dan uji operasional harus dilakukan oleh personel bersertifikat dari pabrikan atau penyedia layanan yang berwenang.
Lakukan pemeriksaan lima tahunan: Pemeriksaan menyeluruh lima tahunan, segala perbaikan besar, uji operasional dengan beban berlebih, harus dilakukan oleh personel bersertifikat.
Laksanakan latihan peluncuran secara berkala: Dalam interval tidak melebihi enam bulan, sekoci luncur harus diluncurkan secara free-fall hanya dengan kru pengoperasi, atau dilakukan peluncuran simulasi sesuai instruksi pengoperasian pabrikan.
Selalu periksa mekanisme pelepasan cepat: Mekanisme pelepasan cepat adalah jantung dari sistem sekoci luncur. Kegagalan di sini dapat merenggut nyawa saat keadaan darurat.
Lakukan debrief pasca-latihan: Laksanakan evaluasi menyeluruh pasca-operasi untuk mengidentifikasi pelajaran yang didapat dan peluang perbaikan prosedur, terutama kejadian nyaris celaka (near-miss) yang memberikan wawasan berharga.
Simpan dokumentasi lengkap: Dokumentasi komprehensif menunjukkan kepatuhan terhadap persyaratan SOLAS sekaligus menyediakan jejak audit untuk survei badan klasifikasi dan pemeriksaan port state control. Catatan yang hilang atau tidak memadai sering mengakibatkan defisiensi atau penahanan saat inspeksi.
Sebagaimana dikutip dari Maritime Executive, Komite Keselamatan Maritim (MSC) IMO mencatat adanya "jumlah kecelakaan sekoci yang tidak dapat diterima" di mana kru cedera, terkadang fatal, saat berpartisipasi dalam latihan dan inspeksi sekoci. Sebagian besar kecelakaan termasuk dalam kategori kegagalan mekanisme pelepasan, pemeliharaan yang tidak memadai, kegagalan komunikasi, serta kurangnya keakraban dengan peralatan dan kontrol sekoci.
Merujuk Maritime Fairtrade, sejak tahun 1981, telah terjadi 419 kematian yang melibatkan sekoci, 346 cedera serius, dan 116 cedera ringan. Angka ini menegaskan betapa pentingnya perawatan dan pelatihan yang konsisten.
Baca juga: Kata-kata tentang laut yang menenangkan jiwa
Baca juga: Film tentara Indonesia yang penuh perjuangan
Baca juga: Drama Korea bertema kapal
6. FAQ
Apa itu sekoci luncur (free-fall lifeboat)?
Sekoci luncur adalah jenis sekoci penolong tertutup yang diluncurkan dengan cara jatuh bebas dari buritan kapal melalui jalur luncuran miring. Sekoci ini mengandalkan gravitasi untuk meluncur ke air dan langsung bergerak maju menjauhi kapal, berbeda dengan sekoci konvensional yang diturunkan menggunakan tali dan derek.
Mengapa tata cara menggunakan sekoci luncur adalah hal yang wajib dikuasai pelaut?
Setiap pelaut wajib memahami prosedur ini karena sekoci luncur merupakan alat keselamatan utama pada banyak kapal niaga modern, terutama bulk carrier dan kapal tanker. Ketidakmampuan mengoperasikan sekoci saat darurat dapat berakibat fatal bagi seluruh kru kapal.
Berapa interval peluncuran sekoci luncur yang diwajibkan SOLAS?
Regulasi SOLAS mewajibkan sekoci luncur diluncurkan setiap enam bulan sekali, baik secara free-fall dengan hanya kru pengoperasi di dalamnya, maupun melalui peluncuran simulasi sesuai instruksi pabrikan. Interval ini berbeda dari sekoci konvensional yang memerlukan peluncuran setiap tiga bulan.
Apa saja peralatan keselamatan yang harus ada di dalam sekoci luncur?
Sekoci luncur harus dilengkapi dengan mesin penggerak, EPIRB, SART, kompas, perlengkapan pertolongan pertama, ransum makanan dan air, peralatan sinyal darurat, serta jaket pelampung tiup bagi seluruh penumpang. Semua perlengkapan ini diatur dalam Kode LSA (Life-Saving Appliances) dari IMO.
Apakah sekoci luncur bisa digunakan sebagai sekoci penyelamat (rescue boat)?
Sekoci luncur tidak dapat digunakan sebagai sekoci penyelamat, sehingga kapal yang dilengkapi sekoci luncur tetap memerlukan sekoci penyelamat tambahan berkapasitas enam orang. Hal ini karena desain dan mekanisme peluncurannya tidak memungkinkan penggunaan ganda.
Bagaimana cara mengembalikan sekoci luncur ke posisi semula setelah peluncuran?
Untuk mengembalikan sekoci luncur, tersedia dua solusi yaitu sistem pemulihan integral atau kombinasi ramp dan derek. Sistem integral terdiri dari A-frame berputar di atas jalur luncuran yang digerakkan dua silinder hidrolik. Tali kawat mengangkat sekoci ke ketinggian yang diperlukan sebelum A-frame diputar ke dalam untuk menempatkan sekoci pada posisi yang benar.
Apa yang terjadi jika mekanisme pelepasan gagal saat peluncuran sekoci luncur?
Setiap sekoci luncur dilengkapi mekanisme pelepasan darurat sebagai cadangan. Jika sistem hidrolik gagal, kru dapat menggunakan pelepasan darurat mekanis dengan memutar roda pelepasan searah jarum jam hingga pengait terlepas. Inilah mengapa memahami tata cara menggunakan sekoci luncur adalah keharusan, termasuk prosedur cadangan saat terjadi kegagalan sistem utama.
Daftar Referensi
- The Nautical Institute. Free-Fall Lifeboat Launch. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.nautinst.org/resources-page/200740-free-fall-lifeboat-launch.html
- SAFETY4SEA. 8 Key Steps to Safely Carry Out Simulated Launching of Free-Fall Lifeboat. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://safety4sea.com/8-key-steps-to-safely-carry-out-simulated-launching-of-free-fall-lifeboat/
- Wärtsilä. Free-Fall Lifeboat. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.wartsila.com/encyclopedia/term/free-fall-lifeboat
- ShipRope. Free-Fall Lifeboat Requirements (SOLAS): Ultimate Guide. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://shiprope.com/free-fall-lifeboat-requirements-solas/
- IMO. Sub-Committee on Ship Systems and Equipment (SSE 11) – Opening Remarks. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.imo.org/en/MediaCentre/SecretaryGeneral/Pages/SSE-11-Opening-remarks.aspx
- Maritime Executive. IMO Measures to Prevent Accidents with Lifeboats. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://maritime-executive.com/article/imo-measures-prevent-accidents-lifeboats
- Maritime Fairtrade. Seafarers Don't Need to Risk Life During Lifeboat Drills, Says InterManager. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://maritimefairtrade.org/seafarers-dont-need-to-risk-life-during-lifeboat-drills-says-intermanager/
- SAFETY4SEA. SOLAS Amendments for Lifeboats. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://safety4sea.com/cm-solas-amendments-for-lifeboats/
- New Marine. 5 Things You Need to Know About Free Fall Lifeboats. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.newmarinelifeboat.com/5-Things-you-need-to-know-about-free-fall-lifeboats-id44719957.html
- MarinePublic. All SOLAS 2026 Free-Fall Lifeboat Requirements. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.marinepublic.com/blogs/training/316783-all-solas-2026-free-fall-lifeboat-requirements
(kpl/fed)
Advertisement