3: Alif, Lam, Mim
Action Drama Sci-Fi

3: Alif, Lam, Mim

2015 123 menit TV-MA
Rating 7/10
Rating 7.7/10
Sutradara
Anggy Umbara
Penulis Skenario
Anggy Umbara Bounty Umbara Fajar Umbara
Studio
FAM Pictures MVP Pictures

Film aksi distopia 3 Alif Lam Mim menghadirkan gambaran masa depan Indonesia yang penuh intrik politik, konflik ideologi, dan pertarungan antara kebenaran serta kekuasaan.

Berlatar Jakarta tahun 2036, Indonesia digambarkan telah kembali damai setelah perang saudara dan revolusi besar pada 2026. Hak asasi manusia dijunjung tinggi, bahkan penggunaan peluru tajam sudah dilarang. Aparat kini hanya menggunakan peluru karet, membuat mereka harus mengandalkan kemampuan bela diri dalam menghadapi ancaman kelompok radikal yang mulai bangkit kembali.

Cerita berfokus pada tiga sahabat, Alif, Lam, dan Mim, yang dibesarkan bersama di padepokan silat Al-Ikhlas. Seiring waktu, mereka memilih jalan hidup yang berbeda. Alif (Cornelio Sunny) menjadi aparat tegas yang berkomitmen memberantas kejahatan sekaligus mencari pembunuh orang tuanya. Lam (Abimana Aryasatya) menjadi jurnalis yang berjuang mengungkap kebenaran, sementara Mim (Agus Kuncoro) tetap tinggal di padepokan sebagai guru yang bijak.

Takdir mempertemukan mereka kembali setelah sebuah ledakan bom mengguncang sebuah kafe. Investigasi resmi mengarah pada Mim dan murid-murid padepokan sebagai pelaku. Namun Lam menemukan bukti lain berupa rekaman CCTV dari sumber misterius yang menunjukkan bahwa ledakan tersebut hanyalah skenario pihak tertentu untuk menjebak dan mendiskreditkan kelompok tertentu.

Di tengah konflik ini, Alif terjebak antara tugas dan persahabatan, bahkan harus menghadapi Mim yang ia kenal sejak kecil. Lam berada di posisi sulit, berusaha menjembatani kebenaran di antara dua sahabatnya. Sementara Mim memilih berdiri teguh pada prinsipnya, bahkan rela mengorbankan nyawa demi mempertahankan kebenaran.

Pertarungan pun tak terhindarkan. Ketiganya dipaksa berhadapan, bukan hanya secara fisik, tapi juga ideologi. Film ini menyoroti kerasnya realitas politik, di mana kebenaran bisa dimanipulasi dan siapa pun bisa dijadikan kambing hitam demi kepentingan kekuasaan.

Cornelio Sunny Alif
Abimana Aryasatya Lam
Agus Kuncoro Mim
Prisia Nasution Laras
Tika Bravani Gendis
Piet Pagau Colonel Mason
Cecep Arif Rahman Master
Verdi Solaiman Reza
Arswendy Bening Swara Kyai Haji Mukhlis
Donny Alamsyah Bima