Before, Now & Then
Drama History

Before, Now & Then

2022 103 menit
Rating 6.5/10
Rating 7.2/10
Sutradara
Kamila Andini
Penulis Skenario
Kamila Andini Ahda Imran
Studio
Fourcoulours Films Titimangsa Foundation

Film drama historis Before, Now & Then menghadirkan kisah emosional tentang perempuan Sunda yang berjuang menghadapi trauma perang, pengkhianatan, dan pencarian kebebasan di tengah budaya patriarki.

Cerita berpusat pada Raden Nana Suhani, perempuan Sunda yang hidup di Jawa Barat pada era 1960-an. Di masa lalu, hidup Nana hancur akibat perang. Suami pertamanya menghilang saat konflik kemerdekaan, sementara ayah dan anaknya meninggal dalam situasi tragis. Trauma dan rasa bersalah atas kehilangan itu terus menghantuinya sepanjang hidup.

Untuk bertahan hidup, Nana akhirnya menikah lagi dengan pria kaya bernama Tuan Darga. Secara materi, hidupnya terasa aman dan berkecukupan. Ia tinggal di rumah besar dengan banyak pelayan dan perlahan ikut mengurus kebun milik suaminya. Namun di balik kemewahan itu, Nana hidup dalam kesepian. Darga dikenal gemar berselingkuh dan sering melukai perasaannya, meski tetap memanjakannya dengan perhiasan dan perhatian semu.

Kehidupan Nana berubah ketika ia bertemu Ino, seorang tukang daging sekaligus perempuan yang ternyata menjadi selingkuhan suaminya. Awalnya hubungan mereka canggung, tetapi perlahan tumbuh menjadi persahabatan yang tulus. Lewat Ino, Nana mulai melihat hidup dari sudut pandang berbeda, tentang kebebasan, keberanian, dan kejujuran terhadap diri sendiri.

Ino yang berjiwa bebas membuat Nana perlahan keluar dari kungkungan emosinya. Bersama-sama, mereka menemukan ruang untuk saling memahami luka masing-masing. Di tengah hubungan rumit itu, Nana juga harus menghadapi kenyataan saat suami pertamanya kembali hadir dalam hidupnya, memaksanya memilih antara masa lalu, kenyamanan, dan kebebasan yang selama ini ia cari.

Film ini menggambarkan perjalanan batin Nana dalam tiga fase waktu berbeda, masa pelarian saat perang, kehidupan rumah tangganya bersama Darga, dan pertemuannya kembali dengan sang anak, Dais. Lewat kisah yang puitis dan penuh emosi, film ini menyoroti suara perempuan Sunda yang selama ini dipendam dalam diam.

Happy Salma Raden Nana Suhani
Laura Basuki Ino
Arswendy Bening Swara Mr. Darga
Ibnu Jamil Raden Icang
Rieke Diah Pitaloka Ningsih
Chempa Puteri Young Dais
Arawinda Kirana Dais