INDONESIA

'MENDADAK DANGDUT' Seru Dan Menghibur

Selasa, 08 Agustus 2006 16:09  | 

Kinaryosih







KapanLagi.com - "RUDI SOEDJARWO Mendadak Dangdut..?"

"TITI KAMAL Mendadak Dangdut.?"

"SINEMART Pictures Mendadak Dangdut..?"

"MIRA LESMANA Mendadak Dangdut..?"

"Semua mendadak dangdut..?" Kenapa mereka yang sebelumnya tidak pernah bersentuhan dengan dunia dangdut tiba-tiba menjadi Mendadak Dangdut?

Seperti yang kita tahu, musik dangdut itu memiliki filosofi bagaimana caranya untuk bisa menghibur masyarakat secara total, meriah, dan membuat mereka melupakan masalah hidup mereka sejenak. Kesamaan tujuan itulah yang menjadi salah satu alasan Sinemart Pictures, sutradara Rudi Soedjarwo, Titi Kamal dan yang lainnya mengusung film 'MENDADAK DANGDUT' sebagai alternatif film pilihan yang seru dan menghibur.

Seperti musik dangdut, film 'MENDADAK DANGDUT' ini hadir untuk menghibur penonton, menghibur dari segi cerita, dari segi akting dan dari lagu-lagu dangdut melayu yang dinyanyikan sendiri oleh Titi Kamal sendiri, semuanya menghibur.

Film yang mengusung genre drama komedi ini didukung oleh Titi Kamal, Kinaryosih, dan pendatang baru baru di dunia film , Dwi Sasono, serta diramaikan Sakurta 'Kipli" Ginting dan Vincent "Club 80's" Rompies.

Di sini Titi Kamal berperan sebagai Petris, penyanyi beraliran alternative rock yang sedang naik daun. Petris dikenal sebagai pesohor yang egois, pemarah yang selalu memandang remeh segala sesuatu.

Untuk memerankan karakter Petris, Titi harus bernyanyi dan berjoget layaknya penyanyi dangdut keliling. Dan yang cukup mengejutkan adalah, Titi bisa menyanyikan ke seluruh lagu-lagu yang ada di film ini dengan apik.

Bagi Titi sendiri menyanyikan sendiri lagu-lagu di dalam 'MENDADAK DANGDUT' adalah salah satu tantangan dalam berakting, jadi kesempatan tersebut tak disia-siakan, dan hasilnya cukup memuaskan dan mengejutkan semua orang yang mendengarnya.

Bahkan kemampuannya dalam bernyanyi ini menarik minat MILES MUSIC pimpinan Mira Lesamana bekerja sama dengan Trinity Optima Production memproduksi album soundtracknya.

Sementara Kinaryosih memerankan tokoh Yulia, kakak sekaligus manager Petris. Yulia memiliki karakter yang bertolak belakang dengan Petris. Yulia adalah seorang kakak yang sabar, perhatian, lugu, dan sangat tulus mencintai adiknya. Yulia juga satu-satunya orang yang paling mengerti Petris.

Dwi Sasono, seorang pendatang baru di dunia seni peran, dengan sukses memerankan tokoh Rizal, seorang pemilik organ tunggal Senandung Citayam yang sok asyik, narsis, yang merasa bumi itu berputar di sekelilingnya, dan kadang-kadang terlihat norak.

Sedangkan Sakurta Ginting dan Vincent Rompies, yang meskipun tak begitu banyak menonjolkan peran dalam film ini, namun keberadaan mereka cukup menyita perhatian.

Kisah bermula saat Petris dan Yulia dicekal polisi dalam perjalanan pulang dari wawancara dengan penggemarnya di sebuah stasiun radio, gara-gara sebungkus ganja yang sebenarnya milik Gerry (Vincent Rompies), kekasih Yulia.

Demi menghindari hukuman, Yulia mengajak Petris melarikan diri dan akhirnya sampailah mereka di sebuah kampung yang tengah menyewa group organ dangdut keliling 'Senandung Citayam'.

Tanpa disengaja, saat bersembunyi, Petris dan Yulia mendengar pemilik orkes Rizal bertengkar dengan penyanyi dangdut mereka, Fetty Manis Madu. Pertengkaran tersebut membuat Fetty keluar dan pergi meninggalkan grup padahal saat itu grup harus tampil di hadapan penonton.

Kesempatan tersebut digunakan Petris sebagai jalan yang paling pas untuk bersembunyi, sementara Rizal sendiri juga tak punya pilihan lain, karena orkes butuh penyanyi pengganti untuk menenangkan penonton yang sudah tak sabar menunggu.

Akhirnya Petris harus berdandan menor bak penyanyi kampung, bergoyang dan bernyanyi lagu dangdut, dan berganti nama menjadi Iis Maduma.

'Senandung Citayam' menjadi awal perjalanan yang mengubah kehidupan Petris. Dari yang selama ini menjadi penyanyi tenar papan kini harus ikut berkeliling dari satu kampung ke kampung lain.

Petris jadi merasakan betapa sulitnya bekerja keras dan memulai sesuatu dari nol, Petris banyak mempelajari hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah dia alami, termasuk mengubah style musiknya menjadi dangdut. (wwn/rit)