INTERNASIONAL

Harry Potter and The Goblet of Fire: Lebih Dewasa & Mencekam!

Rabu, 16 November 2005 07:30  | 

Daniel Radcliffe






KapanLagi.com - Mungkin ini adalah kisah HARRY POTTER yang paling gelap dan menakutkan, sekaligus paling lucu. Tapi dari berbagai sisi, nampaknya ini adalah film HARRY POTTER yang terbaik diantara beberapa judul sebelumnya.

Pada film ini Harry (diperankan Daniel Radcliffe) dan kawan-kawan sekolahnya akan berlaga dalam turnamen 'Quidditch World Cup' dengan taruhan yang tak ada bandingannya, yaitu kedamaian di bumi Hogwarts. Bila Harry sampai kalah, maka Lord Voldemort akan menguasai Hogwarts dengan kekuatan kegelapannya.

Harry juga dihantui oleh mimpi buruk tentang seorang penjaga tua (diperankan Eric Sykes) yang celaka karena dia mengetahui rencana Voldemort saat memberikan perintah pada anak buahnya, Wormtail (Timothy Spall) dan si misterius Barty Crouch Jr (David Tennant) untuk menculik dan menghabisi Harry Potter.

Situasi semakin memburuk ketika Harry terjebak dalam sebuah turnamen antar sekolah penyihir, Triwizard, dimana dia harus bertahan menghadapi tim pesaing lain dari Beauxbatons Academy dan Durmstrang Institute yang jauh lebih unggul dan sangat licik. Lalu, mampukah Harry memenangkan kompetisi tersebut dan merebut piala api?

Perlu diketahui, film yang diadaptasi dari novel HARRY POTTER keempat karya J.K. Rowling ini berdurasi sangat panjang, yaitu 157 menit atau sekitar 2,5 jam! Namun sangat disayangkan, seperti ketiga judul seri terdahulunya, ternyata masih banyak hal dalam novelnya yang tidak ditampilkan di film ini.

Plot ceritanya agak membingungkan dan dalam bagian tertentu, jika Anda tidak membaca bukunya terlebih dahulu, Anda mungkin tidak akan mengerti jalinan kisahnya secara utuh tentang mengapa atau apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalamnya.

Contohnya seperti alasan di balik keterlibatan Voldemort pada 'Quidditch World Cup' yang tidak ditampilkan, atau alasan kemunculan leluhur Barty Crouch secara tiba-tiba, dan penampakan orangtua Harry dalam wujud hantu. Semuanya seakan luput atau sengaja dilupakan oleh sutradara Mike Newell.

Tetapi paling tidak penampilan dari aktor muda, Robert Pattinson, bisa mengobati kekecewaan penonton dengan memerankan karakter cowok terganteng di seluruh Hogwarts bernama Cedric Diggory. Selain itu ada peran baru Miranda Richardson sebagai Rita Skeeter, seorang jurnalis yang berita-beritanya jauh dari kebenaran faktual.

Sementara itu para aktor senior dalam film ini, seperti Alan Rickman, Michael Gambon dan Maggie Smith justru tak mampu lagi menunjukkan kekuatan karakternya. Tetapi penampilan yang paling mengesankan terlihat pada karakter yang diperankan Brendan Gleeson sebagai Mad-Eye Moody, tokoh heroik yang ikut menumpas iblis dari dunia kegelapan di Hogwarts.

Anda juga akan melihat banyak efek-efek visual yang lebih bagus dibanding beberapa film HARRY POTTTER sebelumnya. Lihatlah kebolehan atraksi dari dua tim Quidditch yang ikut berkompetisi di Hogwarts, atau ganasnya naga purba asal Hungaria yang harus dihadapi Harry pada ujian Triwizard pertamanya.

Selain itu ada pula aksi menegangkan dalam ujian Triwizard lainnya di kedalaman laut yang benar-benar menggambarkan nuansa mencekam dalam film ini. Tak ketinggalan pula, kemunculan karakter Lord Voldemort (diperankan aktor Ralph Fiennes) yang tampil dalam rupa yang lebih menyeramkan dari sebelumnya!

Sutradara Mike Newell yang dipercaya Warner Bros Pictures menggarap film ini memang memiliki reputasi tinggi dalam karya-karya terdahulunya, seperti film DONNIE BRASCO, DANCE WITH A STRANGER dan ENCHANTED APRIL. Kelebihan yang dimilikinya adalah, dia mampu membaur sedemikian rupa dengan para aktornya, sehingga karakter tokoh yang tampil dalam film-filmnya selalu terlihat menawan.

Di tangannya, kisah HARRY POTTER yang sebenarnya ditujukan untuk anak-anak, akhirnya bisa ditampilkan dalam wujud yang lebih dewasa. Dan pastinya, akan membuat seluruh anggota keluarga Anda terhibur. (nca/dni)