'NOMAD', Menyatukan Bangsa-Bangsa Pengembara
KapanLagi.com - Pemain: Kuno Becker, Jay Hernandez, Jason Scott Lee, Mark Dacascos, Doskhan Zholzhaksynov, Ayanat Ksenbai Oleh: Fatchur Rochim Sebagai keturunan Genghis Khan, beberapa suku pengembara yang ada di wilayah Kazakhstan tak lagi bersatu seperti saat Genghis masih hidup. Mereka hidup terpecah-pecah dan menjadi jajahan bangsa lain termasuk bangsa Jungars. Oraz (Jason Scott Lee), salah seorang pejuang dari suku pengembara ini yakin bahwa suatu saat akan lahir seorang anak yang akan mempersatukan bangsa mereka. Mendengar ramalan ini Galdan Ceren (Doskhan Zholzhaksynov), pemimpin bangsa Jungars, lantas memerintahkan para prajuritnya untuk membunuh putra pemimpin suku pengembara ini agar ramalan itu tak menjadi kenyataan. Untungnya Oraz berhasil menyelamatkan bocah kecil bernama Mansur (Kuno Becker) dari kekejaman para tentara Galdan Ceren ini. Oraz kemudian membawa Mansur dan mempersiapkannya untuk menjadi seorang prajurit sejati yang akan mempersatukan seluruh bangsa yang nantinya akan menjadi negeri Kazakhstan ini. Perjuangan Mansur tak akan mudah karena musuh bukan hanya bangsa Jungars tapi juga dari dalam dirinya sendiri karena ia dan Erali (Jay Hernandez), sahabat karibnya, ternyata mencintai wanita yang sama, Gaukhar (Ayanat Ksenbai). Kabarnya, film NOMAD ini adalah proyek yang berawal dari inisiatif Presiden Nursultan Nazarbayev untuk memperbaiki image Kazakhstan, terutama sejak munculnya film BORAT: CULTURAL LEARNINGS OF AMERICA FOR MAKE BENEFIT GLORIOUS NATION OF KAZAKHSTAN yang seolah-olah menertawakan negeri pecahan Uni Soviet ini. Tak tanggung-tanggung dana sebesar US$40 juta dikucurkan untuk membiayai film ini. Hasilnya, cukup memuaskan setidaknya dari sisi visual. Mulai dari kostum dan set yang terlihat digarap sungguh-sungguh hingga pemasangan aktor Hollywood sebagai pemeran dari film yang sebenarnya bersifat promosi ini. Tak bisa dilupakan juga para pemeran figuran yang konon jumlahnya mencapai ribuan. Kalaupun film ini ternyata tak menghasilkan keuntungan, barangkali itu tak akan jadi masalah karena misinya memang bukan untuk mencari keuntungan. Untuk menyebutnya sebuah film yang mencoba mempromosikan Kazakhstan barangkali agak ironis mengingat empat pemeran utama dalam film ini bukanlah orang lokal. Kuno Becker berasal dari Meksiko sementara Jay Hernandez, Jason Scott Lee dan Mark Dacascos jelas adalah warga negara Amerika Serikat. Soal cerita, ada kesan bahwa film ini dipaksakan untuk berdurasi kurang dari dua jam. Pasalnya, ada beberapa adegan yang sepertinya tidak bisa ditampilkan karena keterbatasan waktu. Akibatnya, sulit untuk mencerna detail kisah dari film ini dengan baik. Ide ceritanya sebenarnya sangat sederhana namun di tengah alur sederhana ini sang penulis naskah membuatnya jadi berbelit-belit dan tak gampang dimengerti. Parahnya lagi, para aktornya tidak terlihat sebagai sosok manusia yang utuh. Entah karena naskah yang terlalu mengekang atau para aktornya yang kurang mampu menghayati naskah, tapi yang jelas yang tampil di layar tidak bisa menyatu dengan penonton dan membuat penonton merasa terlibat secara emosional dengan karakter dan film ini secara keseluruhan. Satu yang mungkin jadi kendala para aktor ini adalah bahasa. Para pendukung selain empat pemain tadi menggunakan bahasa lokal dan harus di-dubbing sebelum dirilis ke layar lebar. Celakanya, dubbing-nya juga tidak bagus-bagus amat.
Advertisement
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
(kpl/roc)
Advertisement