[Review] 'ENDER'S GAME', Bermain-Main Sebagai Sang Penyelamat

dok. Lionsgate

KapanLagi.com - Oleh: Mahardi Eka

Bumi pernah diserang dengan brutal oleh sebuah ras alien yang dijuluki Formic di masa lalu. Korban yang tak terhitung jumlahnya berjatuhan di pihak manusia. Beruntung salah seorang pilot pesawat tempur dengan cerdik dan juga patriotik mengorbankan diri menabrak pesawat induk Formic.

Manusia bisa bernafas lega meski sejenak. Kini manusia bersiap menghadapi potensi serangan balasan yang lebih besar dari para Formic. Salah satu jalan yang ditempuh untuk mengatasinya adalah membidik remaja jenius seperti Andrew "Ender" Wiggin untuk dijadikan komandan tentara. Remaja yang punya daya imajinasi tinggi dianggap pas sebagai komandan untuk melawan Formic.

Bukan perkara gampang bagi Andrew "Ender" Wiggin untuk bisa memahami bahwa ia secara tak langsung ditunjuk sebagai mesiah (sang penyelamat) bagi umat manusia. Ia yang bermasalah dalam pergaulan tentu bukan kandidat yang pas sebagai komandan perang tertinggi umat manusia. Saat pertama kali masuk sekolah pelatihan perang, ia malah menjadi korban bullying.

Seiring dengan berjalannya waktu, nyatana Ender bisa beradaptasi dengan tingginya tensi di sekolah dan juga mengatasi problemnya dengan teman-teman satu sekolahnya. Ia membuktikan diri sebagai siswa berpotensi dan juga jenius di antara yang lainnya. Namun itu saja belum cukup mengingat beban berperang dengan alien masih ia tanggung. Terlebih, setiap malam Ender harus berkutat dengan "mimpi-mimpinya" yang aneh.

ENDER'S GAME adalah oase segar bagi penikmat film fiksi ilmiah. Jalan cerita yang ditawarkan berbeda dari yang sudah-sudah. Kita tak akan melihat mesias seperti Neo (THE MATRIX) yang njelimet dengan filosofinya namun kita akan melihat perkembangan Ender, seorang anak yang di pundaknya diletakkan tanggung jawab sebagai seorang mesias. 

Dengan tema yang sejatinya kelam dan berat (penyelamat, perang, dan alien), ENDER'S GAME membungkus dirinya dalam kisah yang tak berat. Penonton akan disuguhi problematika Ender sebagai remaja. Ia bisa merasakan frustrasi, galau karena asmara, dan juga konflik psikologis lainnya. Selain penokohan Ender di atas, kisahnya pun bergulir lancar tanpa konflik yang berat. Semua bisa diselesaikan dengan baik. Dari pertama sudah jelas terlihat bahwa Ender paling menonjol di antara kadet lainnya.

ENDER'S GAME secara keseluruhan tampil sebagai film fiksi ilmiah yang pas ditonton segala usia dengan bimbingan orang tua. Visualisasinya menjadi keunggulan tersendiri yang patut dicermati. Soal cerita, sama seperti judulnya, ini semua tentang Ender dan permainan hidup matinya untuk menjadi komandan pemusnah alien. 

NB: SIAP SIAP DENGAN TWIST DI AKHIR FILM YA ;) 

(kpl/dka)

Rekomendasi

Trending