[Review] 'EX MACHINA'

Saat Manusia Mencoba Bermain Tuhan
Saat Manusia Mencoba Bermain Tuhan EX MACHINA @foto: hdwallpapers.in

KapanLagi.com - Oleh: Risang Sudrajad

Tak banyak film Sci-Fi yang sukses menyuguhkan cerita menarik namun ringan untuk dinikmati. Film EX MACHINA (2015) membuktikan bahwa hal itu tak sepenuhnya benar. Film yang baru saja dirilis pada bulan April menjadi salah satu tontonan segar untuk para penikmat fiksi ilmiah.

EX MACHINA dinahkodai langsung oleh Alex Garland. Yap, penulis naskah film indie 28 DAYS LATER itu akhirnya memberanikan diri untuk terjun langsung menjadi sutradara dalam film ini. Kualitasnya sebagai seorang penulis naskah tentu tak perlu diragukan lagi terlebih ia juga seorang novelis yang cukup dikenal.

Film ini dibintangi oleh tiga nama beken sebagai karakter utamanya. Domhnall Gleeson, Oscar Isaac dan Alicia Vikander beradu akting dengan manis dalam film ini. Kisah EX MACHINA menceritakan karakter bernama Caleb (Domhnall Gleeson), seorang pekerja di sebuah perusahaan bernama Blue Book yang mendapatkan sebuah hadiah istimewa. Caleb dinobatkan menjadi pemenang kontes dan berkesempatan untuk datang ke kediaman bos besarnya selama seminggu penuh.

Bukan hanya sebuah kunjungan biasa. CEO Blue Book, Nathan (Oscar Isaac) ternyata memberikan sebuah tugas untuk Caleb selama seminggu berada di kediamannya. Caleb diminta untuk menjadi bagian dari proyek A.I (Artifal Intelegent) yang sedang dikembangkannya. Dalam tugas yang diberi nama Turing Test itu, Caleb diminta untuk memberikan evaluasi dari sebuah robot humanoid wanita bernama AVA (Alicia Vikander). Percobaan yang dilakukan meliputi kemampuan berbahasa hingga sisi emosional dalam proyek A.I tersebut.

Selama satu minggu, Caleb diharuskan untuk saling berinteraksi dengan AVA. Berbagai pertanyaan dilontarkannya untuk mengetahui kemampuan dari robot humanoid itu. AVA memang dirancang untuk menjadi proyek A.I yang paling sempurna alias mendekati manusia dengan berbagai sisi emosionalnya.

Ex Machina @foto: Official Instagram Ex MachinaEx Machina @foto: Official Instagram Ex Machina
Namun tanpa disangka, Caleb justru tenggelam dalam perasaannya. Karakter ini perlahan merasakan jatuh cinta terhadap hasil karya Nathan. Konflik pun dimulai saat dirinya merasa jika Nathan membohonginya. Ending dari EX MACHINA dibuat sedikit seram dengan sentuhan thriller di dalamnya. Agak sulit ditebak memang, namun hal itulah yang menjadikan film ini memiliki sebuah 'puncak' di akhir adegannya.

Bila harus menyebut kekurangan dari EX MACHINA adalah kurangnya interaksi antara tokoh Caleb dengan AVA. Yap, mereka berdua dipisahkan oleh dinding kaca hampir dalam keseluruhan film. Hal inilah yang membuat dua tokoh utama ini hanya berinteraksi sebatas bahasa verbal saja tanpa adanya pertemuan secara langsung. Satu hal inilah yang dirasa menjadi salah satu miss dari Alex Garland.

Namun satu hal yang membuat EX MACHINA sangat mengena di hati adalah nilai filsafatnya. Yap, film yang diproduksi oleh A24 ini membawa sebuah konsep tentang keberadaan Tuhan dalam kisah atau plot yang dibuat. 'Aku Adalah Tuhan' benar-benar bermain di sini. Hal itu dibuktikan melalui karakter Nathan. Karakter dengan perawakan besar dan brewok ini digambarkan sebagai Tuhan yang mampu membuat segalanya menjadi nyata.

Proyek A.I seakan gambaran akan penciptaan manusia. Dalam EX MACHINA, AVA tak mengetahui dari mana ia berasal atau bagaimana ia dapat berbicara. Hal itu sama persis dengan perasaan manusia yang tak akan bisa menjawab dua pertanyaan tersebut.

Bukti kedua jika Nathan merupakan gambaran Tuhan adalah kemampuannya untuk mengetahui segala sisi kehidupan Caleb. Sebagai seorang founder sebuah search engine terbesar, Nathan membocorkan jika dia menaruh sebuah chip dalam setiap gadget yang dimiliki oleh manusia.

Ex Machina @foto: Official Instagram Ex MachinaEx Machina @foto: Official Instagram Ex Machina
Setiap gerak-gerik Caleb tentunya direkam dalam microchip yang ditanamkan di gadget miliknya. Hal ini memungkinkan Nathan mengetahui apapun yang diinginkannya dari sosok Caleb mulai dari indentitas hingga kehidupan pribadinya. Persis dengan gambaran Tuhan yang disebutkan sebagai sosok yang Maha Mengerti bukan?Selain penggambaran Tuhan, sosok manusia yang tenggelam dalam perasaannya terhadap 'Tuhan Palsu' juga ada dalam EX MACHINA. Hal tersebut dapat ditemukan melalui karakter Caleb. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Caleb tenggelam dalam perasaan jatuh hati terhadap hasil karya Nathan alias AVA. Perasaan Caleb itu bisa disebut sebagai sebuah gambaran tentang tenggelamnya rasa manusia dalam eksistensi atau kehadiran 'Tuhan Palsu'. Tuhan Palsu di sini bisa mengacu pada berbagai device atau teknologi buatan manusia mengingat AVA dijelaskan sebagai sebuah robot yang hampir mendekati titik kesempurnaan.

Lalu bagaimana dengan sosok AVA sendiri? Robot humanoid ini bisa saja disebut sebagai gambaran sebuah hasil akhir dari karya manusia yang ingin menyaingi Tuhan. Walau tak mungkin, AVA sudah hampir memiliki predikat sempurna dalam film ini. Sedangkan nilai sempurna sendiri hanyalah dimiliki oleh manusia jika dibanding makhluk hidup lainnya.

Ending yang cukup mengejutkan dalam EX MACHINA juga tak luput dari konsep 'Aku Adalah Tuhan'. Di akhir film nanti, Alex Garland sang sutradara seakan ingin menyampaikan bahwa seorang manusia pastilah memiliki batas. Manusia tak bisa menyebut dirinya Tuhan dengan menciptakan sebuah karya yang sempurna. Manusia juga tak akan bisa menyamai sang pencipta dalam menciptakan sebuah hal yang mustahil. 

Ex Machina @foto: Official Instagram Ex MachinaEx Machina @foto: Official Instagram Ex Machina
Lalu, para manusia yang tenggelam dengan perasaannya terhadap 'Tuhan Palsu' nantinya akan terkungkung di dalam rasa cinta semunya terhadap hal tersebut. Dan akhirnya, justru mesin atau 'Tuhan Palsu' itulah yang nantinya akan menguasai dunia. Pesan ini nantinya akan ditemukan dalam adegan akhir antara Caleb dengan AVA.

Overall, film ini sebenarnya membeberkan hal tersebut dengan cara yang mudah. Cerita ringan dari film ini sungguh membuat pesan yang tersembunyi di dalamnya disampaikan dengan manis.Well, EX MACHINA membuktikan jika film Sci-Fi tak hanya melulu tentang hasil karya aneh dari seorang profesor atau proyek yang tak masuk di akal hingga alien. Lebih dari itu, ada juga sebuah nilai filsafat yang terdapat di film ini. Two thumbs!

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/abl)

Rekomendasi
Trending