EX MACHINA @foto: hdwallpapers.in
KapanLagi.com - Oleh: Risang Sudrajad
Advertisement
EX MACHINA dinahkodai langsung oleh Alex Garland. Yap, penulis naskah film indie 28 DAYS LATER itu akhirnya memberanikan diri untuk terjun langsung menjadi sutradara dalam film ini. Kualitasnya sebagai seorang penulis naskah tentu tak perlu diragukan lagi terlebih ia juga seorang novelis yang cukup dikenal.
Film ini dibintangi oleh tiga nama beken sebagai karakter utamanya. Domhnall Gleeson, Oscar Isaac dan Alicia Vikander beradu akting dengan manis dalam film ini. Kisah EX MACHINA menceritakan karakter bernama Caleb (Domhnall Gleeson), seorang pekerja di sebuah perusahaan bernama Blue Book yang mendapatkan sebuah hadiah istimewa. Caleb dinobatkan menjadi pemenang kontes dan berkesempatan untuk datang ke kediaman bos besarnya selama seminggu penuh.
Bukan hanya sebuah kunjungan biasa. CEO Blue Book, Nathan (Oscar Isaac) ternyata memberikan sebuah tugas untuk Caleb selama seminggu berada di kediamannya. Caleb diminta untuk menjadi bagian dari proyek A.I (Artifal Intelegent) yang sedang dikembangkannya. Dalam tugas yang diberi nama Turing Test itu, Caleb diminta untuk memberikan evaluasi dari sebuah robot humanoid wanita bernama AVA (Alicia Vikander). Percobaan yang dilakukan meliputi kemampuan berbahasa hingga sisi emosional dalam proyek A.I tersebut.
Selama satu minggu, Caleb diharuskan untuk saling berinteraksi dengan AVA. Berbagai pertanyaan dilontarkannya untuk mengetahui kemampuan dari robot humanoid itu. AVA memang dirancang untuk menjadi proyek A.I yang paling sempurna alias mendekati manusia dengan berbagai sisi emosionalnya.
Ex Machina @foto: Official Instagram Ex MachinaBila harus menyebut kekurangan dari EX MACHINA adalah kurangnya interaksi antara tokoh Caleb dengan AVA. Yap, mereka berdua dipisahkan oleh dinding kaca hampir dalam keseluruhan film. Hal inilah yang membuat dua tokoh utama ini hanya berinteraksi sebatas bahasa verbal saja tanpa adanya pertemuan secara langsung. Satu hal inilah yang dirasa menjadi salah satu miss dari Alex Garland.
Namun satu hal yang membuat EX MACHINA sangat mengena di hati adalah nilai filsafatnya. Yap, film yang diproduksi oleh A24 ini membawa sebuah konsep tentang keberadaan Tuhan dalam kisah atau plot yang dibuat. 'Aku Adalah Tuhan' benar-benar bermain di sini. Hal itu dibuktikan melalui karakter Nathan. Karakter dengan perawakan besar dan brewok ini digambarkan sebagai Tuhan yang mampu membuat segalanya menjadi nyata.
Proyek A.I seakan gambaran akan penciptaan manusia. Dalam EX MACHINA, AVA tak mengetahui dari mana ia berasal atau bagaimana ia dapat berbicara. Hal itu sama persis dengan perasaan manusia yang tak akan bisa menjawab dua pertanyaan tersebut.
Bukti kedua jika Nathan merupakan gambaran Tuhan adalah kemampuannya untuk mengetahui segala sisi kehidupan Caleb. Sebagai seorang founder sebuah search engine terbesar, Nathan membocorkan jika dia menaruh sebuah chip dalam setiap gadget yang dimiliki oleh manusia.
Ex Machina @foto: Official Instagram Ex MachinaLalu bagaimana dengan sosok AVA sendiri? Robot humanoid ini bisa saja disebut sebagai gambaran sebuah hasil akhir dari karya manusia yang ingin menyaingi Tuhan. Walau tak mungkin, AVA sudah hampir memiliki predikat sempurna dalam film ini. Sedangkan nilai sempurna sendiri hanyalah dimiliki oleh manusia jika dibanding makhluk hidup lainnya.
Ending yang cukup mengejutkan dalam EX MACHINA juga tak luput dari konsep 'Aku Adalah Tuhan'. Di akhir film nanti, Alex Garland sang sutradara seakan ingin menyampaikan bahwa seorang manusia pastilah memiliki batas. Manusia tak bisa menyebut dirinya Tuhan dengan menciptakan sebuah karya yang sempurna. Manusia juga tak akan bisa menyamai sang pencipta dalam menciptakan sebuah hal yang mustahil.Â
Ex Machina @foto: Official Instagram Ex MachinaOverall, film ini sebenarnya membeberkan hal tersebut dengan cara yang mudah. Cerita ringan dari film ini sungguh membuat pesan yang tersembunyi di dalamnya disampaikan dengan manis.Well, EX MACHINA membuktikan jika film Sci-Fi tak hanya melulu tentang hasil karya aneh dari seorang profesor atau proyek yang tak masuk di akal hingga alien. Lebih dari itu, ada juga sebuah nilai filsafat yang terdapat di film ini. Two thumbs!
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/abl)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
