The Internship
Synopsis
Berusia di atas kepala empat dan merasa tertinggal oleh zaman, Billy McMahon (Vince Vaughn) dan Nick Campbell (Owen Wilson) mengalami titik balik hidup yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Keduanya bekerja sebagai salesman jam tangan dengan gaya lama yang mengandalkan relasi, obrolan langsung, dan insting membaca manusia. Dunia yang mereka kenal perlahan runtuh ketika perusahaan tempat mereka bekerja gulung tikar akibat perubahan industri dan dominasi teknologi digital. Tanpa pekerjaan, tanpa rencana cadangan, dan dengan masa depan yang terasa semakin sempit, Billy dan Nick dihadapkan pada kenyataan bahwa cara lama tidak lagi cukup untuk bertahan.
Dalam situasi terdesak itu, Billy menemukan sebuah peluang yang terdengar mustahil. Program magang di Google, perusahaan teknologi raksasa yang identik dengan anak muda jenius, algoritma, dan inovasi tanpa henti. Tanpa latar belakang teknologi dan dengan kemampuan komputer yang sangat terbatas, Billy tetap mendaftarkan dirinya dan Nick. Keajaiban kecil terjadi ketika mereka diterima sebagai peserta magang, meski harus bersaing dengan ratusan kandidat muda yang jauh lebih cerdas secara teknis dan terbiasa hidup di dunia digital.
Setibanya di lingkungan Google, Billy dan Nick langsung menyadari betapa jauhnya mereka tertinggal. Mereka bertemu dengan rekan satu tim yang terdiri dari anak anak muda dengan karakter kuat dan keahlian tinggi. Ada Stuart Twombly (Dylan OBrien) yang cerdas namun canggung secara sosial, Neha Patel (Tiya Sircar) yang ambisius dan terorganisir, Yo Yo Santos (John Cho) yang tenang dan berpengalaman, serta Lyle Spaulding (Josh Brener) yang terlalu percaya diri dan fanatik terhadap budaya perusahaan. Perbedaan usia dan cara berpikir membuat Billy dan Nick sering dianggap tidak relevan, bahkan menjadi bahan ejekan.
Program magang ini tidak sekadar belajar, tetapi juga kompetisi. Setiap tim harus menyelesaikan berbagai tantangan yang menguji kemampuan berpikir, kerja sama, kreativitas, dan pemahaman teknologi. Tim dengan performa terbaik akan mendapatkan kesempatan bekerja penuh waktu di Google, sementara yang lain harus pulang dengan tangan kosong. Tekanan semakin besar ketika Billy dan Nick berkali kali gagal memahami istilah teknis dan sistem kerja yang serba cepat.
Meski tertinggal secara pengetahuan, Billy dan Nick memiliki keunggulan yang tidak dimiliki peserta lain. Pengalaman hidup, kemampuan berkomunikasi, dan empati menjadi senjata utama mereka. Perlahan, mereka mulai menyatukan tim yang awalnya berjalan sendiri sendiri. Billy mendorong rekan satu timnya untuk saling percaya dan berani keluar dari zona nyaman. Nick menunjukkan bahwa mendengarkan dan memahami orang lain adalah bagian penting dari kerja profesional.
Konflik internal dan eksternal terus muncul. Stuart harus menghadapi rasa minder terhadap masa lalunya. Neha terjebak antara ambisi pribadi dan kerja tim. Lyle semakin tertekan karena ekspektasi tinggi terhadap dirinya sendiri. Di sisi lain, Billy dan Nick juga harus berhadapan dengan tim pesaing yang dipimpin Graham Hawtrey (Max Minghella), mantan rekan magang yang menyimpan dendam dan siap menjatuhkan mereka dengan segala cara.
Seiring berjalannya waktu, dinamika tim mulai berubah. Tantangan demi tantangan membuka mata semua anggota bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh kecerdasan teknis semata. Keberanian untuk belajar, kemampuan bekerja sama, dan sikap pantang menyerah justru menjadi penentu utama. Billy dan Nick yang awalnya diremehkan mulai mendapatkan tempat sebagai figur yang mampu menjaga semangat tim tetap hidup di tengah tekanan.
Menjelang akhir program magang, kompetisi mencapai titik paling menegangkan. Setiap keputusan menjadi krusial dan kesalahan kecil bisa mengakhiri mimpi mereka. Billy dan Nick harus membuktikan bahwa usia, latar belakang, dan keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mencoba. Pertanyaannya kini bukan lagi soal siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling siap beradaptasi dan berkembang di dunia yang terus berubah, apakah Billy dan Nick mampu memenangkan persaingan dan membuktikan bahwa mereka masih punya tempat di era digital?
Penulis Artikel: Anastashia Gabriel
Pemeran
Jadwal Film
Ek Din
The Bell: Panggilan Untuk Mati
Mortal Kombat II
Fuze
Tears of the Azure Sea
Ek Din
The Devil Wears Prada 2
Michael (2026)
Dilan ITB 1997
The Drama
Para Perasuk
Kupilih Jalur Langit
Ikatan Darah
Dalam Sujudku
The Magic Faraway Tree
Project Hail Mary
Tiba Tiba Setan
Warung Pocong
Ghost in the Cell
Ready or Not 2: Here I Come
Lee Cronin's The Mummy
Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?
They Will Kill You
Yohanna
Tumbal Proyek
13 Mei 2026
Semua Akan Baik-Baik Saja
13 Mei 2026
Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan
13 Mei 2026
Top Gun : Maverick ( re-release )
13 Mei 2026
In the Grey
15 Mei 2026
Pati Patni Aur Woh Do
15 Mei 2026
Keluarga Suami Adalah Hama
21 Mei 2026
Gudang Merica
21 Mei 2026
Kamu Harus Mati
21 Mei 2026
Chand Mera Dil
22 Mei 2026
Children of Heaven (2026)
27 Mei 2026
The Furious
29 Mei 2026
Colony (2026)
03 Juni 2026
Nobody Loves Kay
04 Juni 2026
Masters of the Universe (2026)
05 Juni 2026
Air Mata Buaya
07 Juni 2026
Minions & Monsters
30 Juni 2026
402 Rumah Sakit Angker Korea
09 Juli 2026
Badut Gendong
27 Mei 2026
Passenger (2026)
27 Mei 2026
Kucing Hitam
04 Juni 2026
Love Barista (2026)
05 Juni 2026
Dosa
11 Juni 2026
Garuda di Dadaku
11 Juni 2026
Dukun Magang
18 Juni 2026Berita Lainnya
Sinopsis Film SAS: RED NOTICE (2021), Tayang Sabtu 6 Juni 2026 Pukul 21.00 WIB