This Is the End
Synopsis
Pesta besar di rumah James Franco (James Franco) seharusnya menjadi ajang kumpul santai para selebritas Hollywood. Malam itu di Los Angeles, James mengundang teman temannya seperti Seth Rogen (Seth Rogen), Jay Baruchel (Jay Baruchel), Jonah Hill (Jonah Hill), Danny McBride (Danny McBride), dan Craig Robinson (Craig Robinson). Suasana awal terasa ringan dan penuh canda, khas pertemanan lama yang diwarnai ejekan dan obrolan tidak penting. Jay yang baru datang dari Kanada terlihat agak canggung dan merasa terasing di tengah gaya hidup glamor Los Angeles yang sudah tidak lagi ia kenali.
Segalanya berubah dalam hitungan menit ketika gempa besar mengguncang kota. Lampu padam, tanah terbelah, dan kepanikan melanda. Kekacauan di luar rumah terlihat mengerikan, dengan api, ledakan, dan orang orang berlarian tanpa arah. Sebagian tamu berhasil keluar, sementara James dan beberapa temannya terjebak di dalam rumah yang perlahan menjadi benteng darurat. Mereka menyadari bahwa apa yang terjadi bukan sekadar bencana alam biasa, melainkan awal dari kehancuran besar yang tidak bisa dijelaskan secara logika.
Ketika situasi mulai sedikit tenang, kelompok kecil ini mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi. Dari jendela dan layar televisi yang masih menyala, mereka melihat gambaran kehancuran kota dan rumor tentang akhir zaman. Ketakutan bercampur dengan sikap egois mulai muncul. Persediaan makanan terbatas, listrik tidak stabil, dan rasa saling percaya mulai goyah. Seth dan Jay berusaha menjaga kewarasan, sementara Danny justru menunjukkan sisi paling egois dan tidak peduli pada orang lain.
Ketegangan di dalam rumah semakin meningkat seiring waktu. Jonah yang awalnya terlihat ramah mulai menunjukkan perilaku manipulatif, sementara Craig mencoba menjadi penengah agar semua tetap bekerja sama. James terjebak antara keinginannya untuk menjadi tuan rumah yang baik dan kebutuhan untuk bertahan hidup. Di tengah kondisi genting ini, konflik lama dan rasa iri yang selama ini terpendam muncul ke permukaan, membuat situasi semakin tidak terkendali.
Ancaman tidak hanya datang dari dalam rumah. Makhluk makhluk aneh mulai terlihat di luar, menandakan bahwa dunia benar benar sedang berakhir. Setiap usaha keluar rumah selalu berujung pada bahaya. Mereka menyaksikan orang orang diseret ke langit oleh cahaya misterius, sementara yang tertinggal harus menghadapi teror yang tak terbayangkan. Keadaan ini memaksa mereka bertanya pada diri sendiri tentang moralitas, pengorbanan, dan arti menjadi orang baik ketika dunia sudah di ambang kehancuran.
Jay menjadi sosok yang paling gelisah karena merasa tidak cocok dengan gaya hidup teman temannya yang penuh kesenangan dangkal. Ia mulai mempertanyakan apakah mereka pantas selamat atau tidak. Seth berada di posisi sulit karena harus memilih antara sahabat lamanya dan lingkungan barunya. Di tengah kekacauan, mereka mulai membicarakan konsep keselamatan, dosa, dan kesempatan kedua, meski semua dibalut dengan humor gelap dan situasi absurd.
Ketika persediaan semakin menipis dan harapan kian tipis, kelompok ini dipaksa membuat keputusan ekstrem. Siapa yang layak bertahan, siapa yang harus berkorban, dan apakah perubahan sikap bisa membawa keselamatan. Masing masing karakter diuji bukan oleh monster atau bencana, tetapi oleh sifat asli mereka sendiri. Ego, kesetiaan, ketakutan, dan keberanian saling bertabrakan dalam ruang sempit yang dulu menjadi simbol kemewahan.
Seiring berjalannya waktu, mereka mulai menyadari bahwa kiamat bukan hanya tentang kehancuran fisik, tetapi juga cermin bagi kehidupan yang selama ini mereka jalani. Setiap pilihan memiliki konsekuensi yang tidak bisa ditarik kembali. Di tengah humor kasar dan situasi yang semakin gila, muncul momen reflektif tentang persahabatan, penyesalan, dan kesempatan untuk berubah sebelum semuanya benar benar berakhir.
Saat pintu rumah terbuka menuju kemungkinan terakhir, satu pertanyaan besar menggantung di udara apakah mereka bisa mengalahkan ego dan menyelamatkan diri ketika dunia menuntut lebih dari sekadar bertahan hidup?
Penulis Artikel: Anastashia Gabriel
Pemeran
Jadwal Film
Ek Din
Michael (2026)
Dilan ITB 1997
The Drama
Para Perasuk
Kupilih Jalur Langit
Ikatan Darah
Dalam Sujudku
The Magic Faraway Tree
Project Hail Mary
Tiba Tiba Setan
Warung Pocong
Ghost in the Cell
Ready or Not 2: Here I Come
Lee Cronin's The Mummy
Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?
They Will Kill You
Yohanna
Ip Man: Kung Fu Legend
The King's Warden
Hoppers
David
The Super Mario Galaxy Movie
Aku Harus Mati
The Hostage's Hero
Dhurandhar 2
Tunggu Aku Sukses Nanti
Danur: The Last Chapter
Na Willa
Pelangi Di Mars
Senin Harga Naik
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
Number One
Everyday, We
Reminders of Him
Ek Din
01 Mei 2026
The Bell: Panggilan Untuk Mati
07 Mei 2026
Fuze
08 Mei 2026
Tears of the Azure Sea
08 Mei 2026
Tumbal Proyek
13 Mei 2026
Semua Akan Baik-Baik Saja
13 Mei 2026
Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan
13 Mei 2026
In the Grey
15 Mei 2026
Keluarga Suami Adalah Hama
21 Mei 2026
Gudang Merica
21 Mei 2026
Children of Heaven (2026)
27 Mei 2026
The Furious
29 Mei 2026
Colony (2026)
03 Juni 2026
Masters of the Universe (2026)
05 Juni 2026
Mortal Kombat II
05 Juni 2026
Air Mata Buaya
07 Juni 2026Berita Lainnya
Sinopsis Film KNIVES OUT, Tayang Jumat 8 Mei 2026 Pukul 21.00 WIB
Film 'SEMUA AKAN BAIK-BAIK SAJA' Hadirkan Kisah Keluarga Penuh Luka dan Harapan
Sinopsis Film KILL CHAIN, Tayang Jumat 8 Mei 2026 Pukul 23.00 WIB