11 Cara Mengucapkan 'Tidak' dalam Bahasa Jepang, Lengkap dengan Pola dan Contoh Kalimatnya
Ilustrasi (credit: pixabay.com)
Kapanlagi.com - Dalam interaksi bahasa Jepang, kemampuan untuk menyatakan 'tidak' dengan tepat adalah kunci untuk komunikasi yang efektif. Dari ekspresi formal hingga situasi sehari-hari, terdapat berbagai cara untuk mengungkapkan penolakan atau kata tidak dalam bahasa Jepang yang tepat untuk kalian lakukan.
Artikel ini akan menjelajahi beragam kata dan frase yang digunakan dalam bahasa Jepang untuk menyatakan 'tidak', bersama dengan konteks dan penggunaannya yang sesuai. Dengan memahami pengucapan tidak dalam bahasa Jepang, pembaca dapat memperkaya kemampuan berkomunikasi.
Yuk, simak beberapa cara yang tepat bagaimana mengucapkan 'tidak' dalam bahasa Jepang dengan tepat dan sopan, lengkap dengan pola dan contoh kalimatnya. Langsung saja dicek KLovers.
Advertisement
1. Menjadi Kalimat Negatif
Kata tidak dalam bahasa Jepang merupakan bentuk kata negatif. Kalimat negatif dalam setiap bahasa, seperti bahasa Jepang adalah kalimat yang mengungkapkan penolakan, keberadaan sesuatu yang tidak ada, atau tidak melakukan sesuatu.
Ini berlawanan dengan kalimat positif yang menyatakan keberadaan atau tindakan sesuatu. Salah satu kata negatif adalah kata tidak dalam bahasa Jepang. Tentu saja, kalimat negatif digunakan dalam berbagai konteks dan situasi untuk mengekspresikan penolakan atau ketiadaan.
Dan untuk memahaminya, ada penjelasan pola membuat sebuah kalimat negatif dalam bahasa Jepang, yang sebagian besar mengikuti pola serupa dengan membuat kalimat lain, tergantung pada jenis kalimat dan tingkat formalitas. Berikut ini beberapa contohnya:
1. (Subjek + Partikel + Objek + Partikel + Predikat + Keterangan)
Subjek : "Watashi" (saya)
Partikel: "wa"
Objek: "sono hon" (buku itu)
Partikel: "o"
Predikat: "kaimasen" (tidak membeli)
Keterangan: "ashita" (besok)
Bila disatukan menjadi "Watashi wa sono hon o kaimasen ashita" (Saya tidak membeli buku itu besok).
2. (Subjek + Partikel + Objek + Partikel + Predikat)
Subjek: "Kanojo" (dia)
Partikel: "wa"
Objek: "kohi" (kopi)
Partikel: "o"
Predikat: "nomimasen" (tidak minum)
Bila disatukan menjadi "Kanojo wa kohi o nomimasen" (Dia tidak minum kopi).
(Di luar nurul, Inara Rusli dilaporkan atas dugaan perselingkuhan dan Perzinaan!)
2. Pengucapan Tidak dalam Bahasa Jepang
Dalam bahasa Jepang, ada beberapa kata atau frasa yang dapat digunakan untuk menyatakan "tidak" dalam bahasa Jepang, tergantung pada konteks dan situasi yang berbeda.
Setiap kata atau frasa tidak dalam bahasa Jepang ini memiliki nuansa dan tingkat formalitas yang berbeda, sehingga pemilihan tergantung pada situasi dan konteks percakapan. Beberapa di antaranya adalah:
1. "iie"
Kata atau frase ini adalah cara yang paling umum dan formal untuk mengatakan "tidak" dalam menjawab pertanyaan atau menolak suatu proposisi.
2. "chigaimasu"
Kata atau frase ini artinya "berbeda" atau "salah" dan bisa juga digunakan untuk menyatakan "tidak".
3. "iya"
Kata atau frase ini lebih tidak resmi daripada "iie". Biasanya, kata atau frase ini digunakan dalam situasi informal.
4. "iya"
Kata atau frase ini adalah bentuk tulisan yang lebih formal untuk "tidak", biasanya digunakan dalam konteks tertulis atau formal.
5. "dame"
Kata atau frase ini artinya "tidak boleh" atau "tidak bisa". Biasanya, kata atau frase tidak dalam bahasa Jepang ini digunakan dalam konteks menolak atau melarang.
6. "kesshite"
Kata atau frase ini artinya "tidak mungkin" atau "tidak akan pernah". Biasanya, kata atau frase tidak dalam bahasa Jepang ini digunakan untuk menekankan penolakan.
7. "nashi"
Kata atau frase ini memiliki arti "tidak ada" dan bisa digunakan dalam konteks negatif.
8. "nai"
Kata atau frase ini adalah partikel negatif yang menempel langsung pada kata kerja atau kata benda untuk menyatakan ketiadaan atau negasi. Misalnya saja seperti "tabe-nai" yang memiliki arti tidak makan atau "mi-nai" yang artinya tidak melihat.
9. "masen"
Ini adalah bentuk negatif dari kata kerja dalam bentuk pola kebijakan tinggi untuk menyatakan tidak dalam bahasa Jepang. Digunakan dalam situasi formal. Contohnya saja seperti, "nomi-masen" yang memiliki arti tidak minum atau "iki-masen" yang memiliki arti tidak pergi.
10. "janai"
Ini adalah cara informal untuk menyatakan "tidak" atau "bukan". Biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari. Contoh saja seperti "takakunai" yang artinya tidak mahal atau "nihonjin janai" artinya bukan orang Jepang.
11. "zu"
Ini adalah bentuk kuno untuk menggunakan kata tidak dalam bahasa Jepang yang jarang digunakan dalam bahasa sehari-hari, tetapi masih terdapat dalam beberapa ekspresi atau ungkapan tertentu. Contohnya saja seperti "mi-zu" yang artinya tidak melihat atau "ika-zu" artinya tidak pergi.
Itulah penjelasan kata tidak dalam bahasa Jepang yang bisa kalian ketahui dan pelajari. Kemahiran mengucapkan tidak dalam bahasa Jepang membantu memperdalam pemahaman dan keterampilan komunikasi lintas budaya. Selamat belajar!
Yuk, simak juga
7 Rekomendasi Anime Penuh Edukasi Beragam, Tidak Hanya Menghibur tapi Beri Banyak Ilmu
5 Drama Thailand Tentang Perkuliahan Paling Terbaru yang Penuh Impian - Kisah Cinta Manis
Ada Tokoh Jaksa dan Pengacara Keren, Ini 7 Drakor Tentang Hukum yang Seru untuk Diikuti
Arti Mimpi Dikejar Ular Menurut Islam dan Mimpi-Mimpi Serupa, Bawa Pesan Mendalam
Arti Mimpi Orang Meninggal Hidup Lagi Menurut Primbon Jawa, Psikologi, dan Islam
(Di tengah kondisi kesehatan yang jadi sorotan, Fahmi Bo resmi nikah lagi dengan mantan istrinya.)
Advertisement
-
Teen - Lifestyle Gadget Mau Foto Astetik? Kamera Mini Andalan Anak Skena yang Lagi Viral Ini Patut Dicoba
