KOREA

Keluarganya Demam Korea, Ernest Cokelat Berikan Pujian untuk Produser Super Junior dan BTS

Kamis, 25 Juni 2020 18:20

Ernest Cokelat © KapanLagi.com - Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Mengisi waktu di rumah, Nirina Zubir dan Ernest Cokelat membagikan kabar terbarunya. Saat itu mereka ditemui di studio 41, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2020).

Nirina mengatakan kalau kini dirinya dan anak-anak tengah menyukai segala hal berbau Korea. Saat ditanyakan lebih pilih cowok Korea atau Indonesia, ia lebih memilih cowok lokal.

"Selera saya lokal soalnya. Hitam manis hitam manis," ucap Nirina.

"Kalau dia bilang sih dia lebih ke musik, suruh dengerin lagu ini. Gimana sampai bisa ngetop prosesnya panjang berarti memang pembuat atau produsernya kita pelajarin. Na pernah ke korea melihat SM Entertaiment masuk ke dalem dan cerita, ada satu grup artis sudah 3 tahun latihan tapi belum dikeluarin (debut)," tambah Ernest.

 

 

1. Kekaguman Nirina

Nirina pun menambahkan kalau dirinya sangat mengagumi para trainee SM Entertainment. Pasalnya mereka sudah menujukkan kemampuan layaknya seorang Idol yang siap debut.

"Padahal pas kita dateng diliatin ada artis baru mereka. Dance-nya sudah kompak, ekspresi keren, dan semua keren. Mereka sudah latihan 3 tahun tapi akan keluar 1 tahun lagi. Pantesan pas mereka keluar sudah jadi banget. Komitmennya menjadi artis bagus, walau belum jadi artis mereka komitmen untuk latihan," ucap Nirina.

2. Pujian Ernest Cokelat

Lebih lanjut, Ernest juga memberikan pujiannya kepada para produser musik Korea Selatan. Anggota band Cokelat ini pun mengatakan kalau para produser inilah yang juga turut serta membawa keberhasilan demam Korea.

"Saya keren memujinya produsernya. Dari zaman Super Junior sampai BTS semua ada apa ada apa, tapi pencipta lagu dan produser dia dia aja harus diacungin jempol. Karena mereka lah yang membuat demam Korea ini ke seluruh dunia. Gimana caranya Inggris yang idealis musiknya tinggi, BTS masuk konser di Wembley penuh. Memang mereka dicintai. Gak perlu dibenci, tapi harus dipelajari. Keren sih," puji Ernest.

"Dipelajari dan bisa dipelajari di negara kita. Support system-nya harus dari negaranya itu sendiri juga. Komitmen nya keren. Udah sakit, kaki patah, dan tetap kuat meski sudah disuntik pain killer. Luar biasa sih," tambah Nirina.


REKOMENDASI
TRENDING