KOREA

[REVIEW] 'THE MAN STANDING NEXT' - Kisah di Balik Pembunuhan Presiden Ketiga Korea Selatan

Rabu, 26 Februari 2020 16:30 Penulis: Rahmi Safitri

THE MAN STANDING NEXT © Showbox

Kapanlagi.com - Masyarakat Korea Selatan menyimpan sejarah kelam atas kasus pembunuhan presiden ketiga mereka bernama Park Chung Hee yang dilakukan rekannya sendiri yakni Kim Jae Gyu pada 26 Oktober 1979. Peristiwa miris itulah yang melandasi pembuatan film THE MAN STANDING NEXT.

Drama politik besutan Woo Min Ho ini menyorot empat puluh hari sebelum Presiden Park dibunuh oleh Kim yang notabene seorang direktur di Korea Central Intelligence Agency (KCIA). Rupanya banyak hal melatarbelakangi aksi penembakan yang membuat Kim pada akhirnya dihukum gantung pada 24 Mei 1980.

Aktor Korea Selatan yang berhasil menapaki karir internasional yakni Lee Byung Hun didapuk memerankan karakter Kim. Sementara tokoh Presiden Park jatuh pada Lee Sung Min. Meski adaptasi kisah nyata, perlu diketahui bila nama lengkap para tokoh sengaja diubah, kecuali untuk panggilannya.

 

1. Review THE MAN STANDING NEXT

Selayaknya film adaptasi kejadian nyata, sebagai penonton paling tidak sudah mengetahui bagaimana akhirnya. Namun resep menikmati tontonan jenis ini adalah melihat seberapa dekat orang di balik layar memvisualkan para tokoh serta proses menuju akhir yang tentu menarik untuk disimak.

THE MAN STANDING NEXT memakai alur maju dengan ritme penceritaan yang cepat. Pastikan fokus saat menonton karena jika lengah dalam memerhatikan dialog atau sekuen adegan, bisa jadi akan sedikit dibuat bingung.

2.

Beruntung film ini diisi jajaran aktor yang kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Duet Lee Byung Hun dan Lee Sung Min mampu mencengkeram penonton untuk tetap duduk di kursi menikmati intrik politik yang dieksekusi dengan cukup baik dan detail.

Film yang turut dibintangi oleh Kwak Do Won, Lee Hee Joon dan Kim So Jin ini meraih kesuksesan secara finansial saat rilis di Korea Selatan pada awal tahun. Untuk peredaran Indonesia, filmnya akan tayang di bioskop non XXI mulai 26 Februari 2020.


REKOMENDASI
TRENDING