KOREA

Viral Cerita Lagu BTS Sukses Jadi Terapi Alami Bocah Autis Asal Meksiko

Minggu, 12 September 2021 21:30 Penulis: Iwan Tantomi

Credit via Weverse Magazine/Big Hit Music

Kapanlagi.com - Music transcends language. Kalimat tersebut tak sekali dua kali disampaikan BTS di berbagai kesempatan, ketika ditanya seberapa besar pengaruh musik mereka kepada para penggemar di berbagai belahan dunia.

Hal itu pun tampaknya tak hanya sukses menyentuh hati penggemar, tetapi ada banyak orang lain yang juga merasakan dampak positifnya. Kendati sebagian besar liriknya ditulis dalam bahasa Korea, tetapi melodi yang diramu sedemikian rupa, membuat orang yang jatuh cinta pada musik BTS untuk pertama kali, akan berlanjut untuk mencari tahu arti setiap bait liriknya.

Lewat proses itulah, lirik-lirik yang ditulis BTS dengan penuh makna akhirnya dapat dipahami oleh para penggemar, tak peduli dari mana asalnya. Paling baru, cerita haru tengah viral dari seorang bocah autis asal Meksiko yang hidupnya kini jadi lebih baik setelah mendengarkan lagu BTS.

1. Ialah Arturito, Bocah Autis Asal Meksiko

Sebuah media asal Meksiko bernama Azteca Uno, melaporkan cerita haru tentang seorang bocah bernama Arturito dan kondisi malang yang dialaminya. Arturito yang tinggal di Meksiko bersama keluarganya, didiagnosis autis ketika baru berusia 3 tahun.

"Namanya Arturito dan dia diagnosis autis ketika baru berusia 3 tahun. Selain itu, dia juga menderita epilepsi dan penyakit lainnya, yang membuat kondisinya semakin memburuk. Karena kondisinya itulah, Arturito hanya berinteraksi dengan keluarganya," ulas pihak Azteca Uno.

2. Tersiksa dengan Suara Keras

Lebih detail, Gabriela, ibu Arturito yang diwawancara pihak Azteca Uno, menjelaskan jika penderitaan Arturito meningkat berkali-kali lipat ketika mendengar suara keras. Suara berisik begitu menyiksanya, hingga membuatnya jadi sulit mengontrol diri.

"Arturito kerap merasa cemas hingga terganggu saat mendengarkan suara yang keras atau terlalu bising. Itulah kenapa ia jadi tak suka mendengarkan musik," ungkap Gabriela.

Gabriela kemudian menambahkan, "Ketika mendengar suara yang keras, Arturito akan langsung menutup telinganya. Dia akan menjadi terganggu, bahkan kadang sampai mengalami krisis. Apalagi spektrum krisis autis ini sangat mengerikan. Kalau sudah sangat parah, dia bisa melukai diri sendiri atau menggigit orang lain."

3. Hidup Arturito Tiba-Tiba Berubah

Akan tetapi, hidup Arturito tiba-tiba berubah setelah ia mendengarkan lagu BTS berjudul Fake Love dan lagu solo Jin BTS berjudul Epiphany.

"Sampai suatu hari, Arturito mulai mendengungkan sesuatu yang tidak bisa saya pahami. Sampai akhirnya kami sekeluarganya menyadari, jika dengungan tersebut berasal dari sebuah lagu berjudul Fake Love dari grup K-Pop bernama BTS," jelas Gabriela.

Credit via Azteca Uno

Ia melanjutkan, "Ketika kami memutarkan lagu tersebut di televisi, Arturito sangat bahagia menontonnya. Dia bahkan mengeraskan volumenya sendiri, hal langka yang tak pernah ia lakukan sebelumnya."

Melihat hal itu, Gabriela dan keluarganya tak bisa menutupi kebahagiaan yang dirasakan. "Kejadian itu benar-benar mengejutkan kami. Bahkan, kami tak bisa menahan linang air mata karena rasa haru yang melanda. Mungkin itu tampak sepele, tapi bagi kami itu adalah sebuah keajaiban yang besar," pungkasnya.

Sebagai informasi, Fake Love merupakan title-track dari album trilogi BTS, berjudul LOVE YOURSELF: TEAR. Dalam wawancaranya bersama TeenVogue, RM BTS mengungkapkan jika lirik Fake Love punya makna dalam.

"Jika kamu tak bisa jujur kepada dirimu sendiri, maka cintamu tak akan abadi," jelas RM menganalogikan penafsiran lagu tersebut.

Sementara Epiphany merupakan lagu solo Jin dalam album trilogi BTS lainnya, LOVE YOURSELF: ANSWER. Lagu ini menyiratkan tentang pentingnya mencintai diri sendiri, yang kadang kerap terabaikan, karena sibuk mencari cinta dari orang lain.

Adapun kisah menakjubkan tentang Arturito ini bisa dicek lewat twit akun Twitter @seokjinoficial. Semoga semakin banyak Arturito-Arturito lain di seluruh dunia yang berubah hidupnya lewat hal-hal kecil semacam ini.

 

(kly/tmi)

Reporter: Iwan Tantomi


REKOMENDASI
TRENDING