Deddy Mizwar Tolak Pembubaran LSF

Kapanlagi.com - Wacana pembubaran Lembaga Sensor Film semakin memanas. Kubu pro dan kontra kembali saling melempar argumen. Salah satunya Deddy Mizwar selaku Ketua BP2N. Menurut aktor kawakan yang kerap disapa Pak Haji ini, saat ditemui di Mahkamah Konstitusi, Kamis (24/1), permasalahan film nasional bukan hanya soal LSF semata.

"Dalam sidang ini saya hanya ingin bertanya, ingin memajukan film Indonesia atau berekspresi bebas. Kalau hanya ingin berekspresi bebas setiap orang bisa. Membuat film untuk konsumsi masyarakat tidak hanya butuh duit dan ekspresi bebas saja, tetapi ada norma-norma yang harus ditaati. Jadi, saya tidak setuju LSF atau apa pun namanya dibubarkan atau ditiadakan," tutur Deddy.

Namun di sisi lain, Deddy mengakui LSF bukanlah lembaga yang ideal, sebab kinerja LSF tidaklah efektif. Harus ada pembaruan. Dan ini yang harus dibahas bersama. "Jadi kebebasan itu harus diatur, kalau tidak justru akan mengorbankan industri film itu sendiri," tandas sutradara NAGA BONAR JADI 2 ini.

Di dalam BP2N, lembaga yang diketuainya, sebenarnya sudah ada rancangan LSF yang ideal, yang di dalamnya ada lembaga penilai film yang bertugas mengklasifikasi film. Tinggal bagaimana pemerintah mendekat ke DPR untuk membuat Rancangan Undang-Undang tersebut. "Bagi BP2N masalah seperti ini kecil," pungkas Deddy.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/wwn)

Rekomendasi
Trending