Dituduh Menjiplak, Sutradara 'SURAT DARI PRAHA' Beri Klarifikasi

Senin, 01 Februari 2016 14:35 Penulis: Ferry Sanjaya
Dituduh Menjiplak, Sutradara 'SURAT DARI PRAHA' Beri Klarifikasi Angga Dwimas Sasongko © Kapanlagi/ ® Budi Santoso
Kapanlagi.com - Beberapa waktu lalu seniman dan dosen Universitas Brawijaya, Yusri Fajar, melancarkan protes terhadap film SURAT DARI PRAHA besutan Angga Dwimas Sasongko. Drama romantis bersetting kota Praha ini dituding menjiplak buku kumpulan cerpennya yang berjudul sama.

Menanggapi hal tersebut, Angga melakukan klarifikasi terkait tuduhan plagiarisme. Ia menyayangkan statement sepihak yang merugikan nama baik Visinema Pictures selaku rumah produksi karena menggiring opini publik untuk menghakimi tanpa legal standing yang kuat.

"Kami merasa dirugikan karena dikesankan sebagai pihak yang tidak mau diajak mediasi dan keras kepala. Perlu ditegaskan kami tidak pernah mendapat somasi dan karena itu sulit mempelajari dan merespon keberatan saudara Yusri," kata Angga dalam jumpa pers di Filosofi Kopi, kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Senin (1/2).

Visinema Merasa Dirugikan © Kapanlagi/® Budi SantosoVisinema Merasa Dirugikan © Kapanlagi/® Budi Santoso

Diterangkan bila SURAT DARI PRAHA merupakan film yang memiliki legal standing sesuai undang-undang hak cipta. Ia memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh Ditjen HKI Kemenkumham dan telah terdaftar paten atas judul di kelas 41 terkait dengan Fim Bioskop, kelas 9 terkait dengan Cakram Digital dan kelas 16 terkait Poster.

Dengan ini tuduhan yang dilancarkan dinyatakan tidak berdasar dan perlu dikaji ulang. "Terkait kesamaan tema perlu dipahami bahwa tema eksil politik di Praha merupakan bagian dari fakta sejarah yang tidak bisa diklaim. Lalu soal kesamaan judul, itu bukan bentuk pelanggaran hak cipta," imbuhnya.

Setelah pertemuan pertama Agustus tahun lalu, pihak Visinema Pictures dan kuasa hukum sudah menawarkan bentuk mediasi kongkret.  Namun gagasan tersebut tak mendapat respon baik dari Yursi maupun kuasa hukumnya.

Gerah, Visinema Pictures pun mengirimkan somasi balik. Sayang, sampai berita ini diturunkan belum ada respon. Bahkan ketika ada itikad baik untuk melakukan kontak, pihak Yusri dan kuasa hukum selalu menolak.

"Kami masih menunggu kedewasaan saudara Yursi untuk menyelesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya dan menyadari kerugian yang telah ditimbulkan baik pada reputasi profesional kami beserta rekanan lain yang memungkinkan terciptanya karya ini," tutup Angga.

(kpl/abs/frs)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING