Hanung Bramantyo Larang Aktor Reboot 'JOMBLO' Tonton Film Aslinya

Minggu, 01 Oktober 2017 09:36 Penulis: Mita Anandayu
Hanung Bramantyo Larang Aktor Reboot 'JOMBLO' Tonton Film Aslinya Hanung Bramantyo © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Setelah 11 tahun berlalu, Hanung Bramantyo kembali membuat film JOMBLO. Uniknya ini bukan remake dari film adaptasi novel bestseller karya Adhitya Mulya, melainkan sebuah reboot. Di mana Hanung menjadikan drama komedi satu ini lebih segar dan pas untuk penonton milenial.

Mengingat ditujukan untuk pangsa penonton baru, Hanung melarang aktor utama untuk melihat film aslinya. Hal ini dirinya lakukan sebagai langkah antisipasi agar Ge Pamungkas, Arie Kriting, Deva Mahenra dan Richard Kyle tak terbebani.

"Mereka memang saya larang menonton atau berinteraksi dengan pemain aslinya untuk menanggulangi beban JOMBLO pertama. Jadi cukup belajar dari skrip yang ada sekarang," kata Hanung ditemui saat gala premiere film JOMBLO di Kemang Village, Jumat malam (29/9).

Hanung melarang aktor utama untuk melihat film aslinya © KapanLagi.com/Bayu HerdiantoHanung melarang aktor utama untuk melihat film aslinya © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Deva Mahenra yang berperan sebagai Olip membenarkan statement Hanung. Ia memang merasa tidak perlu berkaca pada film versi 2006, karena baginya dua film ini sudah memiliki 'kitab' masing-masing.

"JOMBLO yang dulu itu punya kitab, JOMBLO yang sekarang juga gitu. Kalau dulu novel dibikin film, sekarang dari skenario dibikin novel. Saya juga tanya ke Mas Hanung apa perlu nonton film lama, mereka menyarankan untuk tidak karena pasti ketika melihat akan merekam, dan itu yang bahaya dalam pendekatan keaktoran. Karena ketika kita sudah mempunyai patokan, kita akan berusaha untuk mengalahkan itu. Padahal tidak perlu," jelas pria yang disebut-sebut tengah dekat dengan Velove Vexia ini.

Arie Kriting yang berperan sebagai Doni menambahkan, "Kami tidak menjadikan film 2006 sebagai referensi. Bener-bener menghidupkan sesuatu yang baru secara utuh. Karena kalau saya bilang tahun 2006 udah bagus, udah cukup, kita tidak berusaha membuat sesuatu yang lebih baik dari itu. Saya pikir penonton tinggal memilih mau suka yang mana. Tapi yang kemudian menjadi pertanyaan apakah ini related untuk teman-teman di era milenial? Karena target utama film ini membuat kenangan untuk teman-teman 'hari ini'," pungkasnya.

(kpl/abs/mit)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING