Ini Jawaban Hanung Bramantyo Soal Kontroversi Film 'TANDA TANYA'

Sabtu, 25 Maret 2017 07:15 Penulis: Agista Rully
Ini Jawaban Hanung Bramantyo Soal Kontroversi Film 'TANDA TANYA' © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Film TANDA TANYA yang diderek oleh Hanung Bramantyo sempat menuai beberapa respon keras dari sebagian golongan. Film yang dirilis tahun 2011 silam ini dinilai mengangkat isu sensitif dan disampaikan tidak sesuai dengan keyakinan yang dianut di Indonesia. Meski demikian, film TANDA TANYA ini berhasil mendapatkan 9 nominasi Piala Citra.

Namun Hanung Bramantyo menanggapi dengan santai perihal kontroversi dan protes yang diterimanya pada film tersebut, "Film TANDA TANYA itu pandangan subyektif Hanung Bramantyo. Sudah, selesai." tukasnya saat dijumpai di acara media gathering peluncuran Trailer dan Soundtrack KARTINI, Djakarta Theatre XXI, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (21/03).

Suami Zaskia Adya Mecca ini sebelumnya sempat menyinggung bahwa film bukanlah kebenaran namun murni subjektifitas yang digubah oleh sang sutradara. "Film itu mau dokumenter atau apa adalah subjektifitas yang diciptakan. Berbeda dengan media, media harus cover both sides." jelas Hanung.

Hanung tanggapi santai masalah kontroversi film TANDA TANYA yang dirilis tahun 2011 lalu © KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaHanung tanggapi santai masalah kontroversi film TANDA TANYA yang dirilis tahun 2011 lalu © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

"Jadi orang-orang salah persepsi, orang-orang menganggap bahwa apa yang ada di dalam sini (film) adalah sesuatu yang terjadi beneran. Sedangkan itu adalah subjektifitas saya." lanjut pria berusia 41 tahun ini.

Hanung juga mengkritisi kecenderungan masyarakat yang menganggap apa yang ditampilkan di film adalah kenyataan, padahal sebetulnya itu salah. "Apa yang tertuang di layar baik itu tv atau film, kita selalu menganggapnya sebagai objek. Itu salah."

Oleh sebab itu Hanung memberi masukan lain untuk jadi penonton yang lebih kritis. "Kalau ada orang yang tidak suka dengan sebuah film itu harus menciptakan film lain atau mengkritisi film tersebut karena sekali lagi, film adalah subjektifitas." tutup sutradara AYAT-AYAT CINTA ini.

(kpl/far/agt)

Reporter:

Fikri Alfi Rosyadi


REKOMENDASI
TRENDING