FILM INDONESIA

Perjalanan Panjang Marthino Lio, Mimpi Jadi Anggota Militer Hingga Sabet Piala Maya

Sabtu, 09 Februari 2019 05:38 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini

Marthino Lio ©KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Pencapaian aktor Marthino Lio menyabet Piala Maya 2019 dalam kategori "Aktor Pendukung Pria Terpilih" layak untuk diapresiasi. Pasalnya, Lio, panggilan akrabnya, menjadi aktor paling muda dibanding para pesaingnya.

Tidak tanggung-tanggung, aktor berusia 29 tahun tersebut mengalahkan empat pesaingnya yang terbilang lebih senior. Mereka adalah Nicholas Saputra, Denny Sumargo, Ence Bagus, dan Versi Solaiman.

Menariknya, penghargaan tersebut bukanlah yang pertama. Sebelumnya, Lio pernah menorehkan prestasi dengan memenangkan Piala Citra dalam kategori "Lagu Tema Terbaik" bersama Melly Goeslaw untuk Film "Ada Apa dengan Cinta 2".


1. Ingin Jadi Anggota Militer

Semua pencapaiannya tersebut ternyata bertolak belakang dengan mimpinya ketika dirinya masih kecil. Melihat kakek dan adik-adik neneknya, Lio kecil bercita-cita ingin menjadi seorang anggota militer.

"Dulu Opa militer, adik-adik nenek juga militer. Kayaknya gagah aja ya, pakai seragam. Dulu maunya jadi militer juga, tapi enggak dibolehin," ucap Marthino Lio usai makan siang bersama beberapa media di Balai Sarwono, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (8/2).

Kekaguman pada seragam militer yang gagah nyatanya menjadi alasannya. Kendati ingin mengikuti jejak keluarga, asanya ditolak oleh orangtua, terutama sang ibu. "Pas ngobrol sama nyokap ngga boleh. Takut kali ya kenapa-napa."


2. Takdir di Bidang Seni

Takdir sepertinya lebih memihak seniman untuk menjadi pilihan kariernya. Selepas tidak mendapat izin dari orangtua, Lio akhirnya memilih untuk menggeluti bidang seni lebih dalam.

Meskipun begitu, dalam perjalanannya menyelami dunia seni, banyak tantangan yang dihadapinya. Menjadi aktor dan penyanyi tidak semudah yang banyak orang kira, apalagi oleh orangtua.

"Enggak langsung (disetujui). Kan mikirnya ini (aktor dan penyanyi) bayarannya enggak jelas, tapi tetap ngeyel aja. Memang batu dari kecil," katanya.


3. Passion Jadi Aktor

Menjadi seorang aktor, menurutnya, bukan hanya sebagai mata pencaharian, melainkan untuk memenuhi passion-nya. Terlebih lagi, karya yang diciptakannya bisa memberikan inspirasi ke banyak orang.

"Lebih ke passion, dengan menjadi seniman, kita bisa menciptakan sesuatu karya. Itu salah satu anugerah yang diberikan oleh yang Mahakuasa dan kita dikasih kebebasan. Kita juga bisa membuat orang punya mimpi yang besar," jelas Lio.

Jiwa seni Lio rupanya bukan suatu hal yang didapatkan secara instan. Sejak kecil, ternyata Lio sudah dibekali untuk menyelami dunia seni. Dirinya telah memainkan alat musik tradisional gamelan. Hebatnya lagi, pemain EIFFEL I'M IN LOVE 2 ini bermain gamelan hingga mengelilingi negeri Paman Sam.

"Dulu kan tinggal di Amerika, tapi sering main ke konsulat, di situ ada Gamelan Bali, terus belajar deh. Kita sudah keliling US mainnya,"pungkas Lio.

(kpl/apt/phi)


REKOMENDASI
TRENDING