'SANG DEWI' Bukan Kisah Asmara Biasa

Kapanlagi.com - Dalam kebisuan, cinta menemukan sejuta jawaban, demikian pesan dalam prolog film layar lebar SANG DEWI produksi Big Daddy Production, yang mulai edar di seluruh bioskop nasional, pekan lalu. Pesan itu merupakan ungkapan pembuat film tersebut, yang mengaku ingin memberi "sengatan" di industri perfilman nasional.Menurut mereka, saat ini film drama didominasi tema cinta ABG (remaja) dan kebanyakan menjual kemewahan. "Saya ingin memperlihatkan hal berbeda dan cerita yang lebih dewasa," kata sutradara Dwi Ilalang kepada wartawan di Jakarta, Sabtu.SANG DEWI merupakan kisah asmara yang tumbuh dari persahabatan dua "orang kecil" yang berusaha bangkit dari kemiskinan dan apatisme cinta.Dwi mengatakan, meskipun film ini terinpirasi kehidupan seorang petinju tuna wicara bernama Syarif, tinggal di daerah Tanjung Priok, Jakarta Utara, namun film ini bukanlah kisah nyata.Dalam film, diceritakan petinju bisu bernama Deno (Volland Humonggio) berkenalan dan bersahabat dengan seorang wanita PSK (pekerja seks komersil) bernama Laras (Sabai Morscheck).Mereka dipertemukan oleh masalah dan memutuskan untuk menghadapinya berdua. "Yang satu ingin bunuh diri, satunya lagi lari dari kejaran polisi," kata Dwi, yang memulai debut sebagai sutradara setelah sebelumnya berprofesi editor untuk 13 film.Mengaku menggunakan trik editing untuk membuat film, ia mengatakan dirinya ingin mengangkat kisah cinta dan persahabatan dari kalangan bawah, yang selama ini sarat dengan kekerasan.Crouching Tiger, Hidden DragonDibuat dalam kerjasama dengan Star Vision, SANG DEWI menghabiskan waktu syuting 35 hari di Jabodetabek. Produser, Kemal, menyatakan pihaknya berharap film ini bisa menyedot sedikit-dikitnya 700.000 penonton. "Kalau orang lain BEP cukup dengan 300.000 penonton, kami membutuhkan lebih dari itu," katanya.Ia mengungkapkan pula, proses mixing film dilakukan di Hong Kong, bekerjasama dengan pembuat film CROUCHING TIGER HIDDEN DRAGON (2000). "Untuk adegan tinju, dua petinju sungguhan didatangkan dan disuruh bertanding, untuk mendapatkan suara yang riil," katanya.Sampai tiga hari pemutarannya, Kamis-Sabtu (2-4/8), SANG DEWI baru menyedot 30.000 penonton, jumlah yang bisa dikatakan kurang di era film nasional yang rata-rata hanya kuat bertahan di bioskop selama dua pekan.Big Daddy Production pun berencana melakukan upaya promosi ke sejumlah kota besar, Bandung (6/8), Jogja (9,10/8), Surabaya (13/8), Makassar (24/8), Bali (30/8).Menurut Kemal, road show ini juga atas permintaan pengusaha di daerah. "Kami terima telepon dari Banjarmasin. Rencananya, road show juga akan ke sana," katanya.Bertabur BintangSebagai sebuah film layar lebar dengan pemeran utama pendatang baru, SANG DEWI boleh dibilang cukup royal menhadirkan bintang besar, mulai dari artis film hingga atlet.Titi DJ dihadirkan dalam special performance karena theme song film ini memang menggunakan lagu sang diva. Menurut Dwi, film yang menjadi produksi ke-14-nya ini bukan berdasarkan pada lagu tersebut. "Filmnya sudah jadi, baru kita secara kebetulan mendengarkan lagu itu dan merasa cocok," kata Dwi.Selain Titi, aktris peraih Citra Ria Irawan-pun muncul dalam special appearance, juga aktor senior Dolly Martin. Dari sisi atlet dihadirkan Syamsul Anwar Harahap, mantan juara tinju kelas berat, dan ElyasPical, mantan juara dunia.Sang sutradara mengatakan, semua itu bertujuan satu, membangkitkan perfilman nasional dari keterlenaan membuat cerita cinta remaja penuh warna mewah dan mulai mengangkat hal-hal yang lebih membumi.SANG DEWI mengisahkan kehidupan Laras, seorang pekerja seks komersil yang sudah tidak percaya lagi tentang cinta sejati. Hidupnya hancur saat mencari cinta dan mencoba bunuh diri.Sebelum niat Laras terlaksana, Deno, si petinju bisu, datang sebagai penyelamat. Kehadiran Deno membawa perubahan berarti bagi Laras, pelan-pelan ia kembali mempercayai makna cinta dalam kehidupan.  

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(*/erl)

Rekomendasi
Trending