Soal Hari Film Nasional, Mira Lesmana: Fokus Bikin Film Terbaik

Rabu, 22 Maret 2017 10:35 Penulis: Agista Rully
Soal Hari Film Nasional, Mira Lesmana: Fokus Bikin Film Terbaik © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Bulan Maret merupakan bulan film nasional sebab Hari Film Nasional jatuh tiap tanggal 30 Maret. Alasan jatuhnya hari film nasional pada tanggal tersebut adalah untuk memperingati hari pertama pengambilan gambar film DARAH & DOA. Meski demikian era awal perfilman Indonesia telah dimulai sejak tahun 1900-an.

Pemilihan tanggal 30 Maret tersebut memang didasarkan pada sejarah film DARAH & DOA yang disutradarai oleh Umar Ismail. Alasannya adalah film yang diproduksi pada tahun 1950 tersebut merupakan film pertama yang memiliki ciri khas Indonesia, disutradarai oleh orang Indonesia asli, dan diproduksi oleh perusahaan film Indonesia. Tak heran bila kini tanggal 30 Maret selalu diperingati sebagai Hari Film Nasional.

Setiap hari merupakan hari film bagi produser sekaligus sutradara, Mira Lesmana © KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaSetiap hari merupakan hari film bagi produser sekaligus sutradara, Mira Lesmana © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Berkaitan dengan Hari Film Nasional, Mira Lesmana berbagi opini tentang hari spesial bagi sineas tersebut. "Buat saya, setiap hari adalah hari film Indonesia. Berjuang untuk film Indonesia itu segalanya. Tentunya ada hari film nasional untuk mengingatkan seluruh masyarakat dan penonton untuk memperingati dan mengingat sejarah film Indonesia bersama." tukas produser sekaligus sutradara ini saat ditemui usai jumpa pers Indonesian Box Office Movie Award 2017 di Kawasan Senayan City, Jakarta Pusat, Senin (20/03).

Menurut Mira daripada membicarakan kekurangan film Indonesia, seorang sineas lebih baik menghasilkan film terbaik saja. "Kalau menurut saya, berusaha saja untuk membuat film terbaik. Menyalahkan pihak lain itu tidak kondusif sama sekali." jelasnya.

Daripada mengeluh, seorang sineas seharusnya berfokus untuk menghasilkan karya terbaik © KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaDaripada mengeluh, seorang sineas seharusnya berfokus untuk menghasilkan karya terbaik © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

"Tentu kita harus berusaha berbicara pada pemerintah soal kebijakan bioskop untuk menabmah layar dan memperkaya SDM. Tapi pada dasarnya menyalahkan pihak lain itu tidak kondusif, lebih baik bikin film terbaik saja untuk penonton."lanjut produser PETUALANGAN SHERINA, GIE, dan KULDESAK tersebut.

Menurut Mira masalah terbesar sineas Indonesia adalah terlalu banyak mengeluh. "Bikin film terbaik saja. Masalah terbesar (perfilman Indonesia) itu terlalu banyak komplain dari para pembuat film. Kita harus mengurangi itu dan fokus bikin film bagus."

Sementara itu, industri perfilman Indonesia sendiri dinilai Mira telah mengalami peningkatan yang cukup bagus. "Sudah semakin baik, jumlah (film) sudah signifikan walaupun banyak yang tidak memiliki standar." tandas wanita yang tahun ini berusia 53 tahun ini.

(kpl/rhm/agt)

Reporter:

Nuzulur Rakhmah


REKOMENDASI
TRENDING