Ulasan 'ONE BATTLE AFTER ANOTHER' Borong Penghargaan, Karya Terbaik Paul Thomas Anderson

Ulasan 'ONE BATTLE AFTER ANOTHER' Borong Penghargaan, Karya Terbaik Paul Thomas Anderson
Credit: Warner Bross

Kapanlagi.com - Film ONE BATTLE AFTER ANOTHER telah mencuri perhatian dunia perfilman dengan raihan penghargaan yang fantastis. Karya Paul Thomas Anderson ini mendominasi berbagai ajang bergengsi sepanjang musim penghargaan 2025-2026. Kualitas penyutradaraan, skenario, dan aktingnya diakui secara global. Film ini berhasil memenangkan banyak trofi di Critics' Choice, Golden Globe, dan BAFTA, serta mendapatkan 13 nominasi Oscar.

Kisah film ini berpusat pada Bob Ferguson, seorang mantan revolusioner yang harus kembali ke masa lalunya untuk mencari putrinya yang hilang. Film ini menyajikan perpaduan unik antara komedi gelap, aksi, dan thriller. Para penonton dan kritikus terpukau oleh narasi yang kuat dan penampilan para aktornya.

Paul Thomas Anderson sekali lagi membuktikan kepiawaiannya sebagai sutradara. Film ini disebut sebagai salah satu karya terbaiknya. Dominasi ONE BATTLE AFTER ANOTHER di musim penghargaan menegaskan posisinya sebagai salah satu film paling penting tahun 2025.

Baca juga berita lainnya di Liputan6.com

1. Dominasi Film ONE BATTLE AFTER ANOTHER di Ajang Bergengsi

Cuplikan film ONE BATTLE AFTER ANOTHER - Credit: Warner Bross

Film ONE BATTLE AFTER ANOTHER berhasil memborong banyak penghargaan di berbagai festival film. Film ini meraih tiga penghargaan di Critics' Choice Awards ke-31, termasuk kategori Film Terbaik dan Sutradara Terbaik.

Pada Golden Globe Awards ke-83, film ini menerima sembilan nominasi dan sukses membawa pulang empat penghargaan. Kemenangan tersebut meliputi Film Terbaik – Musikal atau Komedi, Sutradara Terbaik, Skenario Terbaik, dan Aktris Pendukung Terbaik untuk Teyana Taylor.

British Academy Film Awards (BAFTA) ke-79 juga menjadi saksi kehebatan film ini. ONE BATTLE AFTER ANOTHER memimpin dengan empat belas nominasi dan memenangkan enam di antaranya, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Skenario Adaptasi Terbaik.

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

2. Film ONE BATTLE AFTER ANOTHER Puncaki Nominasi Oscar 2026

Cuplikan film ONE BATTLE AFTER ANOTHER - Credit: Warner Bross

Film ONE BATTLE AFTER ANOTHER memperoleh pengakuan tertinggi di Academy Awards (Oscar) ke-98. Film ini menerima total 13 nominasi, menjadikannya film dengan nominasi terbanyak kedua pada tahun tersebut.

Nominasi Oscar untuk film ini mencakup kategori-kategori prestisius seperti Film Terbaik, Sutradara Terbaik untuk Paul Thomas Anderson, dan Aktor Terbaik untuk Leonardo DiCaprio. Selain itu, Benicio del Toro dan Sean Penn juga masuk nominasi Aktor Pendukung Terbaik, sementara Teyana Taylor dinominasikan untuk Aktris Pendukung Terbaik.

3. Inti Cerita Film ONE BATTLE AFTER ANOTHER: Black Comedy Penuh Aksi

Cuplikan film ONE BATTLE AFTER ANOTHER - Credit: Warner Bross

ONE BATTLE AFTER ANOTHER merupakan film black comedy action-thriller Amerika produksi tahun 2025. Film ini diproduksi, ditulis, dan disutradarai oleh Paul Thomas Anderson, terinspirasi dari novel Vineland karya Thomas Pynchon.

Ceritanya mengikuti Bob Ferguson, seorang mantan revolusioner yang hidup terpencil dengan putrinya, Willa. Kehidupan tenang mereka hancur saat musuh bebuyutan Bob, Kolonel Steven J. Lockjaw, muncul kembali dan Willa menghilang, memaksa Bob kembali ke gaya hidup penuh konflik.

4. Kekuatan Sutradara dan Aktor Film ONE BATTLE AFTER ANOTHER

Cuplikan film ONE BATTLE AFTER ANOTHER - Credit: Warner Bross

Film ini disutradarai dan ditulis oleh Paul Thomas Anderson, seorang auteur yang dikenal luas atas karyanya. ONE BATTLE AFTER ANOTHER disebut sebagai salah satu karya terbaik Anderson, menunjukkan kredibilitasnya yang tak diragukan.

Penampilan aktornya sangat kuat, termasuk Leonardo DiCaprio, Sean Penn, Benicio del Toro, dan Teyana Taylor. Penampilan Teyana Taylor dan Sean Penn secara khusus disebut sebagai pendorong utama narasi cerita yang mendalam.

5. Film ONE BATTLE AFTER ANOTHER Angkat Tema Sosial dan Politik Mendalam

Cuplikan film ONE BATTLE AFTER ANOTHER - Credit: Warner Bross

Film ini mengeksplorasi tema-tema relevan seperti revolusi, obsesi, kebebasan, dan kesetiaan keluarga. Isu-isu kontrol imigrasi, kelompok vigilante sayap kanan, serta pelanggaran militer juga disinggung dalam cerita.

Beberapa kritikus memuji kemampuan film ini membahas isu-isu politik dan sosial kontemporer tanpa terkesan menggurui. Film ini juga secara eksplisit mengkritik supremasi kulit putih dan ketidakadilan sistemik.

6. Performa Komersial Film ONE BATTLE AFTER ANOTHER: Antara Pujian dan Tantangan

Cuplikan film ONE BATTLE AFTER ANOTHER - Credit: Warner Bross

Meskipun mendapat pujian kritis dan banyak penghargaan, ONE BATTLE AFTER ANOTHER dianggap sebagai kegagalan box office. Film ini meraup total sekitar Rp 3,51 triliun secara global, dengan Rp 1,21 triliun dari Amerika Serikat dan Kanada.

Anggaran produksi film ini berkisar antara Rp 2,18 triliun hingga Rp 2,94 triliun. Film ini gagal mencapai titik impas yang diperkirakan sebesar Rp 5,04 triliun, meskipun pembukaan di AS menghasilkan Rp 376,3 miliar, menandai pembukaan akhir pekan terbaik bagi Paul Thomas Anderson.

7. Fakta Menarik di Balik Produksi Film ONE BATTLE AFTER ANOTHER

Cuplikan film ONE BATTLE AFTER ANOTHER - Credit: Warner Bross

Film ini terinspirasi dari novel VINELAND karya Thomas Pynchon tahun 1990, sebuah buku yang ingin diadaptasi Anderson sejak lama. ONE BATTLE AFTER ANOTHER adalah salah satu film pertama yang menggunakan format VistaVision sejak tahun 1960-an untuk fotografi utamanya.

Banyak adegan aksi, termasuk kejar-kejaran mobil, dilakukan dengan stunt nyata oleh para aktor daripada menggunakan CGI. Film ini didedikasikan untuk Adam Somner, produser dan asisten sutradara pertama yang meninggal pada November 2024.

8. Cara Nonton Film ONE BATTLE AFTER ANOTHER Sekarang

Cuplikan film ONE BATTLE AFTER ANOTHER - Credit: Warner Bross

Per Februari 2026, film ONE BATTLE AFTER ANOTHER sudah tersedia di berbagai platform. Penonton dapat menikmatinya melalui layanan streaming HBO Max sejak 19 Desember 2025.

Film ini juga dirilis untuk streaming digital (PVOD) pada 14 November 2025, dan tersedia untuk disewa atau dibeli di Prime Video, Apple TV, serta platform digital lainnya. Selain itu, versi 4K Ultra HD Blu-ray, Blu-ray, dan DVD telah dirilis pada 20 Januari 2026.

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

(kpl/ums)

Rekomendasi
Trending