Aa Gatot Brajamusti Ditangkap, Jenny Rachman: Alhamdulillah...

Selasa, 30 Agustus 2016 12:15 Penulis: Wulan Noviarina
Aa Gatot Brajamusti Ditangkap, Jenny Rachman: Alhamdulillah... Yenny Rachman ©KapanLagi.com®/Hendra Gunawan

Kapanlagi.com - Tertangkapnya Ketua PARFI, Aa Gatot Brajamusti karena kasus narkoba kini menjadi sorotan media. Tak hanya terjerat kasus narkoba, Aa Gatot juga dikenakan dua pasal lainnya mengenai kepemilikan senjata api dan juga kepemilikan hewan langka yang dilindungi negara.

Salah satu mantan ketua PARFI, Jenny Rachman pun buka suara mengenai kasus narkoba yang dialami Aa Gatot. Secara bijaksana, Jenny mengatakan bahwa yang terpenting saat ini adalah mengembalikan citra PARFI agar terlepas dari imej negatif terutama soal narkoba.

Gatot Brajamusti tertangkap narkoba ©KapanLagi.com®/Budy SantosoGatot Brajamusti tertangkap narkoba ©KapanLagi.com®/Budy Santoso

"Alhamdulillah sekarang mungkin saatnya, kita doa kan saja semoga ada hikmahnya. Narkoba harus diperangi, selamatkan anak-anak kita dari Narkoba dan Ketua Umum PARFI seharusnya memiliki Integritas, dedikasi dan memiliki komitmen terhadap keprofesiannya. Karena artis bukan sekedar figur untuk ditonton tapi dia adalah figur untuk menjadi tuntunan," kata Jenny saat dihubungi lewat telepon, Selasa (30/8).

Mencoba untuk flash back, Yenny bercerita tentang polemik pemilihan ketua PARFI beberapa tahun lalu. Saat itu, Aa Gatot mengajukan diri hanya sebagai ketua pelaksana kongres, namun tiba-tiba mencalonkan diri menjadi ketua umum PARFI yang kala itu masih dijabat oleh Jenny Rachman. Hal ini membuat Jenny kecewa, pasalnya Aa Gatot saat itu dianggap sudah memanipulasi data diri.

"Dulu saya mengeluarkan SK untuk dia sebagai ketua pelaksananya. Tapi entah bagaimana menjelang kongres dia mau maju menjadi Ketua Umum PARFI dengan memanipulasi data dalam pengisian formulir yang mengaku pernah main film dan peran utama sebagaimana yang dicantumkan dalam AD ART PARFI dan memiliki kartu keanggotaan PARFI yang bertipe AB, itu di luar pengetahuan dan seijin saya," ujar Jenny.
Barang bukti narkoba yang dibeber polisi ©KapanLagi.com®Barang bukti narkoba yang dibeber polisi ©KapanLagi.com®

"Dan perlu diketahui tanda tangan kartu keanggotaan itu menggunakan scan tanda tangan saya seharusnya lebih dulu disetujui saya, tapi ini tidak ada persetujuan saya sama sekali, itu jelas Pidana. Itulah sebabnya teman-teman dead lock dan keluar dari kongres kemudian lapor polisi. Tapi selanjutnya kita dikalahkan entah kenapa kurang jelas, mungkin mas Henry Yoso waktu itu yang bisa menjelaskannya secara hukum karena dia pengacara kita. Tapi itu semua sudah berlalu, dan sekarang biarlah sejarah menjadi bukti kenapa kita teman-teman tidak rela PARFI dipimpin oleh orang yang bukan Kompeten di Bidangnya, apalagi yang tidak jelas keartisannya," lanjutnya.

Untuk kedepannya, peraih dua Piala Citra tersebut berharap PARFI kembali menjadi sebuah organisasi yang mampu memperjuangkan kewajiban dan tanggung jawab para artis. Selain itu, ia berharap semua anggota PARFI lain bisa belajar dari penangkapan Aa Gatot yang notabene adalah sebagai Ketua Umum PARFI.

(kpl/pur/phi)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING