Abidzar Katakan Uje Meninggal Karena Kesalahannya

Rabu, 11 Mei 2016 14:45 Penulis: Girindra Permana Cahya
Abidzar Katakan Uje Meninggal Karena Kesalahannya Abidzar © KapanLagi.com/Bambang E. Ros
Kapanlagi.com - Tiga tahun silam tepatnya pada 26 April, berita mengejutkan datang dari Jeffry Al Buchori. Ustaz kondang ini menghembuskan nafas terakhirnya pada hari itu.

Meninggalnya pria yang kerap disapa Uje ini sangat membekas di hati anak laki-lakinya yang paling besar, Muhammad Abidzar Al Ghifari hingga kini. Bukan hanya karena kehilangan sosok ayah saja, ia merasa kematian Uje adalah salahnya.

Abidzar menceritakan momen yang tak akan dilupakannya tersebut pada Storibriti.com. Jam menunjukkan pukul 12 malam, namun ayah remaja berusia 14 tahun ini belum pulang. Telepon yang datang dan Umi Pipik yang mengangkatnya i telepon yang sampai membuat Umi Pipik menangis.

“Ia (Umi Pipik langsung) ganti baju dan buru-buru pergi ke rumah sakit. Saya bingung. Nggak tahu ada kejadian apa. Tak ada yang memberitahu saya,” kenang Abidzar.

Abidzar merasa kematian Uje merupakan kesalahannya © KapanLagi.com®/Bambang E. RosAbidzar merasa kematian Uje merupakan kesalahannya © KapanLagi.com®/Bambang E. Ros

Langkah bundanya ini diikuti oleh Abidzar. Sesampainya di rumah sakit, ia melihat ayahnya sudah ditutupi oleh sebuah kain panjang. Saat disentuh, Abidzar masih ingat jelas bahwa badan sang abi masih hangat.

“Pas saya datang, Abi (panggilan anak-anak kepada Uje) sudah ditutupi. Tapi saya pegang, badannya masih hangat,” ucap Abidzar lirih.

Abidzar akhirnya tahu bahwa sang ayah meninggal karena mengalami kecelakaan. Motor yang dikendarai Uje menabrak pohon dan tubuhnya terhempas cukup jauh. Ia pun merasa kecelakaan ini terjadi karena salahnya.

“Saya merasa, Abi meninggal karena salah saya. Waktu itu, sore harinya saya minta dibelikan sepatu. Saya dan umi pergi. Pas pulang, Abi sudah jalan naik motor. Coba kalau saya tidak pergi? Tidak minta dibelikan sepatu? Mungkin saat itu saya bisa melarang Abi untuk pergi. Atau minta ikut pergi sama dia,” sesalnya.

Umur sudah ada yang mengatur dan tentu tidak dapat ditebak oleh manusia. Semangat dan jangan bersedih ya Abidzar? Buat ayahmu bangga ya!

(sto/otx)


REKOMENDASI
TRENDING