Afgan Ungkap Diary Pribadi Lewat Teknologi Mirror Perspective di Konser 'Retrospektif'

Afgan Ungkap Diary Pribadi Lewat Teknologi Mirror Perspective di Konser 'Retrospektif'
Afgan Bakal Gelar Konser 'Retrospektif' © KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Konser "Retrospektif: The Concert" milik Afgan yang akan digelar di JCC pada 18 Juli mendatang tak hanya menonjolkan sisi musikalitas, tetapi juga visual. Tim kreatif telah menyiapkan konsep panggung yang akan menceritakan perjalanan hidup sang penyanyi secara personal.

Head Creative, Saptoto Prasetyo, menjelaskan bahwa penonton akan diajak melihat sisi lain Afgan melalui visual yang belum pernah ditampilkan sebelumnya. Konsep panggung ini merupakan penggabungan dari inspirasi panggung-panggung Afgan terdahulu yang ditingkatkan levelnya.

"Basic nya, ini first time Afgan open up diary nya dia. Jadi kita bisa lihat ceritanya full dari visual. Nanti panggungnya kita bilangnya ada mirror perspektif ya. Nanti akan ada Flor LED dan flor LED," ujar Saptoto Prasetyo saat ditemui di Kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

1. Konser yang Terasa Personal

Poster Konser Retrospektif Afgan © Instagram/afgan__

Afgan sendiri menginginkan agar visual dalam konsernya nanti terasa sangat personal bagi penonton. Ia ingin menciptakan suasana yang membuat orang merasa berada di dalam dunianya sendiri saat menyaksikan pertunjukan tersebut.

"Secara visual kita bikin di rumah, yang sepersonal mungkin, yang mungkin orang gak pernah lihat. Saya ingin kembalikan lagi betapa hebatnya musik dengan memberikan eksperiens yang beda," jelas Afgan.

2. Libatkan Banyak Tenaga Ahli

Persiapan konser ini melibatkan banyak tenaga ahli di bidang produksi. Pihak promotor menggandeng beberapa nama besar untuk merancang desain panggung hingga tata cahaya guna mencapai target "Grand Symphonic Universe".

"Kita juga menghadirkan Mas Widi sebagai head of production. Ada juga Mas Sabil yang akan merancang panggung dan desain panggung, lighting. Gak salah serunya Mbak Asti yang akan memimpin show sebagai show director," kata Dolly Sartika selaku promotor.

3. 18 Tahun Karier Afgan

Tim produksi berkomitmen memberikan pengalaman utuh 18 tahun karier Afgan bagi para pemegang tiket. Segala aspek mulai dari sound hingga tampilan visual dikurasi secara ketat agar selaras dengan musik orkestra yang dibawakan.

"Kita diskusi dan membuat gimana visual, lighting, sound, tampilan, aransemen musik, kita namanya grand symphonic universe," pungkas Saptoto Prasetyo.

Rekomendasi

Trending