Ananda Mikola: Saya Ingin ke Sirkuit Lagi

Kapanlagi.com - Ananda Mikola berjalan santai menuju lantai II Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (25/6) siang. Ia mencoba tersenyum ketika belasan wartawan media cetak dan elektronik mengerubutinya. "Tunggu dulu Mas, saya mau ke kamar kecil dulu," katanya, seraya berjalan ke arah toilet.Setelah keluar dari toilet, pembalap kelahiran Jakarta, 27 April 1980 itu, kembali dikerumuni wartawan yang menanyakan tentang keyakinannya bebas dalam kasus penganiayaan dan penculikan terhadap Agung Setiawan."Saya harusnya bebas. Tapi, semuanya tergantung Allah," kata Ananda yang siang itu mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana panjang berwarna abu-abu.Ia mengaku selama ini telah menjalani proses persidangan dengan baik. Bahkan, sudah hampir tujuh bulan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba. "Publik silahkan menilai saya salah satu tidak," kata pria bertinggi badan 173 cm itu. Namun sebelum masuk ke ruang sidang, ia mengomentari pertanyaan tentang kelanjutan hubungannya dengan Marcella Zalianty. Mantan pacar artis cantik Wulan Guritno itu hanya menjawab singkat, "Tergantung jodoh." Tak berada lama di ruang sidang Ananda keluar bersama penasehat hukumnya, Timothy J. Inkirawang, SH, setelah mendengar hakim anggota Lexsy Mamonto menyatakan sidang ditunda karena orangtua hakim ketua Makmum Masduki, meninggal dunia. Sejurus kemudian, wartawan kembali berdesak-desakan untuk meminta tanggapan kakak kandung pembalap F3 Moreno Soeprapto itu."Apakah kecewa dengan penundaan vonis ini?" tanya salah seorang wartawan. "Kecewa, ya sedikit kecewa. Tapi sabar aja," jawabnya santai.Saat ditanya tentang hal yang paling dirindukannya, Ananda mengatakan, "Saya ingin kumpul lagi bersama keluarga, ingin keliling Jakarta, ingin ke sirkuit lagi, dan saya ingin ketemu adik saya yang paling kecil," katanya dengan mata berkaca-kaca.Anak mantan pembalap terkenal Tinton Soeprapto itu juga menyatakan optimis bisa bebas dari jeratan hukum."Sebagai pembalap saya selalu optimis. Kalau tidak optimis, itu berarti kita sudah kalah," kata pembalap yang pernah membela tim A1 Indonesia di ajang A1GP pada musim 2005/2006 dan musim 2006/2007.Usai diwawancarai wartawan, ia mencium pipi ibunya, Dewi Anggraini, yang duduk di kursi panjang, di luar ruang sidang.    

(kpl/bun)

Rekomendasi

Trending