SELEBRITI

Anang dan Glenn Fredly Beri Bocoran Kelanjutan Diskusi RUU Permusikan

Selasa, 12 Februari 2019 15:15 Penulis: Galuh Esti Nugraini

Anang dan Glenn Fredly © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Diskusi soal RUU Permusikan berlanjut pada hari Senin (11/2). Sayangnya, diskusi ini berlangsung secara tertutup dan tempatnya pun berpindah-pindah.

Rencana lokasi diskusi yang awalnya akan digelar di Sekretariat DPP PAPPRI
(Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia), kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, secara tiba-tiba dipindahkan.

Diskusi tersebut akhirnya berlangsung di sekolah Tinggi Hukum Militer, kawasan Matraman, Jakarta Timur. Namun, untuk tempat spesifiknya tidak diketahui karena tidak bisa diakses oleh media.

 

 

 

1. Sedikit Bocoran

Glenn Fredly, seusai diskusi yang sebelumnya tidak mau memberikan keterangan akhirnya mau sedikit memberikan bocoran.

"Poinnya adalah apa yang jadi aspirasi itu didengar semuanya, pokoknya untuk musik Indonesia, kita harus jaga semuanya," ucap Glenn Fredly yang tidak lama langsung lekas pergi.

2. Beri Apresiasi

Setelah diskusi usai, Anang Hermansyah, Anggota X DPR RI bersama PAPPRI akhirnya berkenan menggelar jumpa pers mengenai hasil diskusi.

Menurut Anang yang juga merupakan Ketua Harian PAPPRI, ada aturan dalam RUU Permusikan yang harus dikembangkan. Aturan tersebut untuk memberikan upah minimum bagi pelaku musik.

"Pemerintah akan memberikan apresiasi dan upah minimum, itu bagus, itu ada hal yang menarik untuk dikembangkan," katanya.

"Apa yang masih kurang, kita sama-sama perbaiki. Kita dapatkan satu Undang Undang Musik untuk kita semua, isinya dari kita untuk kita semua," lanjut Sekretaris Jendral PAPPRI, Johnny William Maukar.

3. Diajak Mengkaji Ulang

Selain itu, hasil diskusi tersebut cukup positif. Pelaku industri musik akan diajak untuk mengkaji ulang naskah akademik dan draft Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikan.

Sementara menurut Kepala Bidang Humas PAPPRI, Bens Leo, setidaknya ada 9 Pasal yang bermasalah dan membuat musisi resah.

"Ada beberapa pasal yang dalam pasal itu wajib, kata harus dan wajib yang meresahkan berbagai pihak," pungkasnya.


REKOMENDASI
TRENDING