Artika Beri Pesan bagi Putri Indonesia 2005

Sabtu, 30 Juli 2005 06:33 Penulis: Darmadi Sasongko
Kapanlagi.com - Putri Indonesia 2004, Artika Sari Devi, berpesan kepada siapa pun yang terpilih menjadi Putri Indonesia 2005 untuk mempunyai kesiapan mental, mengingat perjuangan untuk menjadi duta Indonesia tersebut tidak berhenti sampai di malam final saja.

"Tolong diingat bahwa perjuangan mereka tidak berhenti hanya menjadi finalis, tetapi setelah mereka kembali ke daerah masing-masing, mereka harus menjadi tauladan bagi daerahnya," kata Artika di Jakarta, Jumat (29/7).

Final Putri Indonesia 2005 akan dilangsungkan di Balai Sidang Jakarta (JCC) Jumat (29/7) malam, yang dihadiri oleh Runner-up Miss Universe 2005 asal Puerto Rico, Cynthia Olavarria, yang menggantikan Miss Universe Natalie Glebova asal Kanada yang batal berkunjung ke Indonesia karena alasan "travel warning".

Selain harus mempersiapkan mental, Artika berpesan agar mahkota yang akan dikenakan salah satu dari 38 perwakilan dari seluruh daerah di Indonesia itu tidak dianggap sebagai beban, melainkan sebagai "titipan".

"Jangan dilihat sebagai beban, tapi sebagai amanah, suatu titipan, untuk membantu orang lain dan untuk menjalankan misi-misi yang positif serta untuk membawa nama bangsa," ujarnya.

Artika yang berasal dari Propinsi Bangka Belitung itu juga menyampaikan kekhawatirannya bahwa kebanyakan calon Putri Indonesia sekarang hanya melihat ajang tersebut sebagai jalan pintas menjadi tenar atau populer.

"Jangan dilihat sebagai satu kesempatan untuk menjadi populer saja, tetapi untuk membuktikan peran kita di masyarakat," katanya.

Bagi Artika, menyandang gelar Putri Indonesia bisa berarti banyak hal. "Saya melihatnya sebagai kesempatan bagi saya untuk bisa memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia misalnya menjadi duta narkoba atau menjadi duta pariwisata, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri," ujarnya.

Sebagai salah seorang finalis 15 besar Miss Universe 2005, Artika mengaku bahwa ia mendapat banyak tekanan dari berbagai pihak, terutama karena keikutsertaannya di ajang putri sedunia itu membuat ia juga harus ikut dalam kompetisi mengenakan baju renang, yang menuai kontroversi.

"Saya mendapat tekanan yang banyak dan tidak mudah `melawan` tekanan tersebut, tetapi saya berpikir bagaimana caranya mengubah tekanan tersebut menjadi sebuah semangat untuk membuktikan bahwa kamu bisa," katanya.

Untuk calon penggantinya, Artika juga memberikan "tugas" bahwa sebagai Putri Indonesia terpilih, siapa pun dia juga wajib memberikan kesadaran kepada masyarakat mengenai berbagai permasalahan yang timbul, seperti merebaknya polio atau kasus busung lapar.

Pesan panjang Artika bagi calon penggantinya tidak berhenti sampai disitu saja, "Jadi Putri Indonesia juga harus menjadi pribadi yang rendah hati, siap menerima pendapat berbeda," demikian Artika.

(*/dar)


REKOMENDASI
TRENDING