Bolpoin Happy Salma Tertinggal di Rumah Pramoedya Selama 12 Tahun, Tak Disangka..

Rabu, 18 April 2018 13:53 Penulis: Ellyana Mayasari
Bolpoin Happy Salma Tertinggal di Rumah Pramoedya Selama 12 Tahun, Tak Disangka.. Happy Salma Foto: Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Memang, bagi Happy Salma pribadi, sosok Pramoedya Ananta Toer bukan sekedar penulis besar, bahkan lebih dari penulis idola. Sosok Pram, bagi Happy, adalah dokumentator sejarah melalui karyanya, sekaligus pemberi inspirasi bagi semua gneerasi.

Begitu yang disampaikan artis piala Citra untuk kategori Pendukung Wanita Terbaik ini dalam jumpa pers pembukaan pameran Namaku Pram: Catatan & Arsip pada Selasa (17/4). Pameran ini sendiri mengambil venue di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Happy selanjutnya menjelaskan alasan dan idenya untuk membuat pameran tersebut. "Jadi tahun 2016, saya main ke Bojong Gede (rumah Pram)," ujarnya. "Saya ketemu Mbak Titi (Astuti Ananta Toer, anak Pram), minta izin untuk mementaskan Bunga Penutup Abad," kata artis kelahiran 4 Januari ini.

Happy Salma dan Reza Rahadian dalam Behind The Scene Pementasan Teater Bunga Penutup abad Dalam rangka pameran The Solitude (Foto: Bayu Herdianto)Happy Salma dan Reza Rahadian dalam Behind The Scene Pementasan Teater Bunga Penutup abad Dalam rangka pameran The Solitude (Foto: Bayu Herdianto)

Pada saat itulah tercetus ide untuk membuat pameran. "Saya tidak mampu beli, karya Pram tak ternilainya (harganya)," ungkap Happy. "Jadi saya mikir apa yang harus saya berikan (sebagai gantinya)," lanjutnya lagi.

Selain penghargaan, ada alasan unik lain yang melatarbelakangi munculnya ide pameran tersebut. "Bayangkan, saya ketinggalan bolpen tahun 2004 di rumahnya (Pram). Sampai sekarang, masih ada catatannya 'milik Happy'," ungkapnya tanpa bisa menyembunyikan rasa kagum pada sosok penulis besar tersebut.

Kekaguman itu juga yang mendorong Happy membuat pameran untuk mengenalkan sosok Pram sebagai panutan dan pemberi inspirasi bagi generasi selanjutnya. "Makanya bagi saya, dokumentator terbaik adalah Pramoedya Ananta Toer," pujinya. "Jadi apa yang sudah dikumpulkan oleh Pram, (membuat) saya berpikir bagaimana caranya biar bisa dilihat semua orang," katanya berharap.

(kpl/apt/mae)


REKOMENDASI
TRENDING