Butet Kertaredjasa: Jangan Jadi Pemimpin Yang Menyengsarakan Rakyat

Minggu, 09 Juni 2013 08:41 Penulis: Wulan Noviarina
Butet Kertaredjasa: Jangan Jadi Pemimpin Yang Menyengsarakan Rakyat Butet Kertaredjasa @KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Raja Monolog Indonesia, Butet Kertaredjasa dan Djaduk Ferianto malam ini, Sabtu (08/06) sukses membuat perut warga Malang kaku karena tertawa. Bersama orkes Sinten Remen, Butet dan Djaduk menghangatkan hawa dingin kota Malang selepas hujan.

Membuka pertunjukan dengan lantunan irama lagu Kopi Susu, Djaduk lebih dulu mengocok perut penonton dengan celetukan-celetukan canda yang segar.  Lagu seperti Reformasi Haru, Parodi Anak Indonesia, Kere Trendi dilantunkan Djaduk dan 'dua bidadarinya', yang malam itu berkostum tradisional, dengan dominasi warna putih hitam.

Djaduk Ferianto dan Sinten Remen turut memeriahkan monolog Butet Kertaredjasa.Djaduk Ferianto dan Sinten Remen turut memeriahkan monolog Butet Kertaredjasa.

Sinten Remen juga menyuguhkan lagu terbarunya berjudul Mulut, yang merupakan gubahan dari puisi karya KH Mustofa Bisri (Gus Mus). Lirik lagu itu, menurut Djaduk diperoleh dari posting Twitter kiai asal Rembang itu.

Sementara Butet yang tiba-tiba muncul di pertengahan acara, langsung tampil dengan monolognya. Dia mengawali pembicaraannya tentang masyarakat Malang dalam kaca mata budaya, yang jauh dari hiruk pikuk konflik sosial di negeri ini.

"Bahasa Malangan yang mbacanya dibalik, menunjukkan identitas masyarakatnya yang cerdas. Melihat sesuatu dengan cara pandang yang berbeda, karena itu Malang punya sisi berbeda dalam setiap menghadapi persoalan," tegas Butet.

Butet juga menggebrak panggung dengan joke-joke kritis dan segar, yang penuh sindiran ke sistem pemerintahan dan politik negeri ini. Dia juga memparodikan cara pandang enam presiden negeri ini dalam melihat persoalan.

"Jangan percaya apa yang saya bilang, tetapi percayalah pada kata-kata yang berikut ini. Jangan jadi pemimpin yang suka menyengsarakan rakyat, korup berjamaah dan hanya obral janji," pungkas Butet yang tiba-tiba menghilang saat Sinten Remen mengawali lagu Komedi Putar.

(kpl/phi)

Editor:

Wulan Noviarina


REKOMENDASI
TRENDING