SELEBRITI

Catatan Penting Dari Glenn Fredly Terkait Pilpres 2019 Mendatang

Rabu, 15 Agustus 2018 21:35 Penulis: Guntur Merdekawan

Glenn Fredly / Credit: KapanLagi - Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Setelah sempat bikin banyak orang penasaran, Presiden Joko Widodo akhirnya membeberkan nama calon wakilnya untuk Pilpres 2019 mendatang. Pilihan itu jatuh pada Ma'ruf Amin yang merupakan ketua dari Majelis Ulama Indonesia.

Keputusan Jokowi di atas lantas mengundang pro dan kontra yang cukup riuh dari publik, seperti salah satunya musisi Glenn Fredly. Penyanyi yang juga sangat aware akan politik ini mengutarakan pendapatnya mengenai terpilihnya Ma'ruf Amin sebagai cawapres pendamping Jokowi.

"Saya pertama senang dalam arti konteks pembicaraan tentang siapa yang mendampingi Pak Jokowi. Jadi terjawab dan kayaknya ini rematch, pertemuan antara kandidat yang sama seperti di awal 2014, Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Tapi yang penting buat saya ini pasti sudah berdasarkan pertimbangan besar," ujar Glenn ketika ditemui di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Jum'at (10/8).

1. Bicara Tentang Persatuan Indonesia

Seperti diketahui, persaingan dalam dunia politik dalam beberapa tahun terakhir sangat memanas. Ada perang dingin yang terjadi di hampir semua media sosial antara 2 kubu berbeda. Glenn pun menggarisbawahi 'perpecahan' tersebut.

"Yang jelas saya sebagai musisi melihat, memantau, ini supaya ke depan dampak ini justru mempersatukan masyarakat kita. Jangan hanya karena elektoral kemudian kepentingan yang lebih besar itu terabaikan sebagai sebuah bangsa. Itu catatan penting buat kita semua," sambung pria berusia 42 tahun ini.

"Mungkin (nanti) ada orang yang kecewa, tapi buat saya inilah demokrasi yang harus kita lihat secara utuh, nggak bisa cuma setengah-setengah karena buat saya apapun yang terjadi Indonesia itu menjadi catatan penting, rumah bersama yang harus dilihat lebih besar daripada hanya kepentingan elektoral sesaat," lanjut Glenn.

2. Jangan Lihat Suku, Ras dan Agama

Tak bisa dipungkiri jika beberapa pihak menyangkutpautkan isu agama dan ras dalam politik dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu menimbulkan keresahan dalam diri Glenn, yang berharap agar untuk Pilpres mendatang publik bisa menilai seseorang dari kinerja dan sejarah politiknya, bukan agama maupun ras.

"Pemimpin itu harus mencerminkan keberadaan masyarakat secara umum. Bukan siapa yang memimpin tapi justru visi dari pemimpin itu yang memikirkan tentang keberadaan bangsa dan negara ke depan, bukan hanya karena dia siapa. Saya melihatnya menjadi catatan penting untuk bisa melihat karakter seorang pemimpin dari perjalanannya, bukan berdasarkan apa agamanya, berdasarkan apa ras, latar belakangnya, karena kita ada hidup di sebuah era di mana kebutuhan kita semakin tidak bisa terpisahkan satu dengan yang lain. Pengaruhnya dampak saat itu pasti akan berdampak dengan yang lain. Karena plus minus itu pasti ada," pungkasnya.


REKOMENDASI
TRENDING