Sulis Tak Ingin Promo Takut Ganggu Kuliah

Senin, 13 Desember 2010 07:00 Penulis: Ahmat Effendi
Sulis Tak Ingin Promo Takut Ganggu Kuliah Sulis
Kapanlagi.com - Sulis, penyanyi yang namanya melejit setelah berduet lewat lagu religius dengan Hadad Alwi, saat ini berada di semester 5 Jurusan Psikologi Universitas Paramadina. Saat ini ia tengah melakukan promo lagu di 25 tempat di Indonesia.

"Enggak hanya kuliah tapi masih promo ke 25 tempat di Indonesia. Berbulan-bulan d jalanan. Enggak hanya RBT tapi juga pernah diajak perusahaan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur," tuturnya ketika ditemui di Jln Teuku Umar No.7 Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Menurutnya walau tengah menjalani promo hal itu tak sampai mengganggu jadwal kuliahnya. Menurutnya ia menggunakan kesempatan seperti bulan puasa untuk mempromosikan albumnya.

"Alhamdulillah bulan puasa kampus libur atau libur semester. Nah kesempatan itu yang saya pakai untuk pergi, jadi untuk hari-hari kuliah saya enggak mau ganggu," tuturnya.

Salah satu alasan Sulis tidak mau mengganggu jadwal kuliahnya adalah karena ia mahasiswa yang mendapatkan beasiswa. Sebagai penerima beasiswa ada syarat-syarat yang harus ia penuhi seperti nilai bagus.

"Beda ya anak-anak yang beasiswa dengan yang bukan. Karena harus memenuhi syarat, mungkin yang di luar beasiswa dapat enak-enakan. Saya sudah komitmen dan menjaga nilai-nilai makanya saya menuruti," tuturnya.

Sulis menceritakan bahwa hal paling mengesankan saat ia menjalani promo adalah ketika banyak anak kecil yang hapal dengan lagu-lagunya, bahkan untuk lagu yang kadang anak tersebut belum lahir.

"Bagi saya tiap daerah punya keunikan sendiri-sendiri tapi yang paling mengesankan adalah anak-anak. Mereka hapal tiap lagu yang saya nyanyikan. Surprisenya kala lagu yang saya nyanyikan itu mereka belum ada, misalnya Toibah. Itu 11 tahun lalu. Kalau mereka yang sekarang 7 atau 8 tahun, mereka belum lahir. Itu buat besar hati sehingga ada optimisme dari bangsa yang tengah terpuruk ini. Anak-anak ini yang jadi tumpuan terutama pendidikan," pungkasnya.    

(kpl/dis/sjw)

Editor:

Ahmat Effendi


REKOMENDASI
TRENDING