Idris Sardi Sang MaestroKisah Idris Sardi Dimarahi Bung Karno Setelah Dikerjai Pria Ambon

Selasa, 13 Mei 2014 15:31 Penulis: Darmadi Sasongko
Kisah Idris Sardi Dimarahi Bung Karno Setelah Dikerjai Pria Ambon Idris Sardi © KapanLagi.com
Kapanlagi.com - Oleh: Darmadi Sasongko

Presiden Republik Indonesia (RI) pertama Ir. Soekarno dikenal memiliki perhatian serius pada perkembangan dunia musik. Almarhum Idris Sardi adalah salah satu dari sekian musisi yang terlibat dalam berbagai even besar di zaman Orde Lama.

Dia memiliki banyak pengalaman, bersentuhan dengan sang Proklamator. Idris juga punya kisah pernah menjadi sasaran kemarahan Bung Karno sebagaimana tertulis dalam buku Idris Sardi, Perjalanan Maestro Biola Indonesia karya Fadli Zon.

Kemarahan Bung Karno itu sebenarnya berawal dari tingkah jahil seorang pria asal Ambon, anggota pasukan Tjakrabirawa yang bertugas khusus menjaga keamanan Presiden. Saat itu, Idris Sardi bersama grup musiknya Eka Sapta mendapat jadwal tampil live di lingkungan Istana Negara.

Idris Sardi, Gordon Tobing dan Presiden Soekarno Sebelum Keberangkatan ke Irian Barat, Foto Koleksi Keluarga diambil dari @fadlizonIdris Sardi, Gordon Tobing dan Presiden Soekarno Sebelum Keberangkatan ke Irian Barat, Foto Koleksi Keluarga diambil dari @fadlizon

Bung Karno memang setiap Sabtu menghadirkan live musik bersama Eka Sapta dan beberapa grup kesenian lain di Istana. Idris bersama Eka Sapta sering mendapat giliran jadwal menghibur, sehingga sangat akrab dengan para personel yang bertugas di lingkungan Istana.

Ceritanya, malam itu, Idris yang mendapat tugas menggebuk drum mendapat bisikan dari seorang anggota Tjakrabirawa yang mengatakan kalau Bung Karno suka dengan beat keras. Setelah dibisiki, dia pun langsung memainkan musik dengan beat keras dan penuh semangat. "Saya langsung gebuk itu drum dengan keras dan semangat," kata Idris.

Posisi Bung Karno yang saat itu sedang menari langsung tersentak melihat permainan Idris. Beliau yang semula mengikuti irama musik dengan santai mendadak kaget dengan perubahan beat yang mendadak.

Sebaliknya Idris yang merasa sudah mendapat bisikan dari seorang Tjakrabirawa justru semakin percaya diri. Dia merasa Bung Karno sangat menyukai permainannya. Bahkan saat Bung Karno yang berhenti menari dan menghampirinya, yang ada dalam pikirannya adalah sebuah pujian. Dia sama sekali tidak menyangka kalau akan mendapat amarah.

"Kamu tahu nggak, main musik itu kebersamaan. Ada harmoninya," ungkap Idris menirukan kalimat keras dari Bung Karno.

Idris pun langsung memperbaiki permainannya, sambil matanya menengok ke sana sini mencari pria Ambon yang membisikinya.

"Saya lihat ke belakang. Ternyata si Ambon sudah menghilang. Habislah saya dikerjain. Saya lihat di ujung Pak Yani (red, - Jenderal Ahmad Yani) juga mukanya merah. Pak Yani itu kan penggemar saya. Mungkin dia kecewa atau marah juga pada saya," kata Idris.

(kpl/dar)


REKOMENDASI
TRENDING