Idris Sardi Sang MaestroIdris Sardi Jago Makan Pedas, Selalu Siap Cabe di Tas

Jum'at, 09 Mei 2014 18:31 Penulis: Darmadi Sasongko
Idris Sardi Jago Makan Pedas, Selalu Siap Cabe di Tas Idris Sardi © KapanLagi.com
Kapanlagi.com - Oleh: Darmadi Sasongko

Hal-hal unik menjadi kenangan teman dan sahabat almarhum Idris Sardi, salah satunya kebiasaan makan masakan pedas. katanya, apapun masakannya asal bercita rasa cabe pasti suka.

Jika orang lain kepanasan karena kepedasan, maka baginya sebuah kenikmatan. Katanya, rasa pedas adalah kenikmatan yang tidak bisa ditawar-tawar kendati lidah terasa terbakar.

"Yang pedas-pedas saja. Kalau nggak pedas jadi sepi. Padang (masakan) yang gampang," jawab Idris Sardi saat stafnya menawarinya makan siang, sebagaimana ditulis dalam buku Idris Sardi, Perjalanan Maestro Biola Indonesia karya Fadli Zon.

Seniman Eros Djarot adalah salah satu junior, sekaligus kawan yang terbawa kebiasaan ikut makan pedas. Dia ikut-ikutan terbiasa makan makan pedas karena kerap berkumpul dengan almarhum.

Idris Sardi - Fadli Zon © KapanLagi.comIdris Sardi - Fadli Zon © KapanLagi.com

"Dia selalu bawa cabe di kantong, tasnya, sampai sekarang, saya murid yang paling sukses makan cabe. Dia kalau nggak ada cabe, nggak makan," kata Eros Djarot di TPU Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (28/4).

Idris bahkan suatu ketika pernah berseloroh kalau dirinya tidak akan bisa menjadi presiden karena kebiasaannya makan cabe. "Saya akhirnya tahu rahasia mengapa saya tak pernah terpilih menjadi presiden. Sebab kalau saya jadi presiden nanti ada instruksi harus menanam cabe," katanya sambil tertawa.

Sajak kecil Idris sudah jago makan pedas. Saat masih tinggal di Yogyakarta, dia kerap berebut sambal dengan guru musiknya, Martono. Sang guru saat itu menerapkan gaya mengajar santai, namun menerapkan hukuman jika terjadi kesalahan. Hukumannya cukup unik, jatah sambal Idris dikurangi.

"Karena saya suka sambal, maka ketika salah not jatah sambal dikurangi. Kalau banyak salah, makanan saya nggak dikasih sambal. Itu hukumannya," kata Idris.

Namun karena usia dan penyakit, sejak tahun 2008, dokter membatasi Idris makan masakan pedas. Putrinya, Santi Sardi dan Ratih Putri (istrinya), menjadi polisi yang terus mengawasi makanannya.

Namun Idris tidak bisa lupa dengan makanan Padang favoritnya yang super pedas. "Kikil sama gule kari. Kalau ada, sama terong, pakai sambel ijo," ujarnya mantap saat ditanya masakan kesukaannya.

(kpl/dar)


REKOMENDASI
TRENDING