#KartiniDalamLelaki: Ditentang Ayah Sampai Luka Bakar, Chef Haryo Terus Kejar Mimpi

Sabtu, 28 April 2018 12:09 Penulis: Dhefa Mauren Roos Mary
#KartiniDalamLelaki: Ditentang Ayah Sampai Luka Bakar, Chef Haryo Terus Kejar Mimpi Chef Haryo (credit : kapanlagi.com/Fikri Alfi Rosyadi)

Kapanlagi.com - Siapa bilang bahwa Hari Kartini hanya boleh dirayakan oleh kaum wnaita saja? Kaum pria juga boleh kok merayakan dan diapresiasi di hari yang jatuh pada tanggal 21 April tersebut. Contohnya saja Chef Haryo!

Sebelum bicara banyak tentang Chef Haryo, KLovers perlu tahu bahwa hari yang diidentikan dengan emansipasi wanita ini tak lagi terbatas untuk wanita saja. Karena bukan hanya wanita saja yang perlu diapresiasi dan dihargai haknya untuk mendapatkan akses hidup yang lebih luas, kaum pria juga perlu lho! Kenapa? Sejak dahulu kala banyak juga lho kaum pria yang dipandang sebelah mata ketika memasuki bidang yang identik dengan wanita, contohnya saja memasak. Nah bicara soal memasak, Chef Haryo akan membagikan pengalamannya dalam bidang ini untuk kalian. Stay tune!

Chef Haryo (credit : kapanlagi.com/Fikri Alfi Rosyadi)Chef Haryo (credit : kapanlagi.com/Fikri Alfi Rosyadi)

For your information, Chef Haryo dikenal sebagai salah satu celebrity chef. Dimana Chef haryo sering kali muncul di acara memasak di stasiun televisi ternama tanah air. Berprofesi sebagai Chef handal, dijamin deh masakan Chef Haryo bukan hanya menggugah secara visual saja, namun rasanya juga nendang!

Ditemui di sebuah kesempatan wawancara pada Kamis (12/4), Chef Haryo membagikan kisahnya. Memulai ceritanya, Chef Haryo mengatakan bahwa ia menyukai dunia memasak sejak berumur 4 tahun. Dimana pengalaman kuliner pertamanya adalah mencicipi garam! Selain itu, memiliki Ibu asal Yogyakarta dan Ayah asal Jombang membuatnya akrab dengan masakan khas Jawa.

Terkait dengan ketertarikannya akan dunia kuliner, rupanya Chef Haryo pernah mendapatkan penolakan dari sang Ayah. "Saya ingat sekali, 'Itu pekerjaan perempuan, jangan ke dapur!' ujar Chef Haryo menceritakan kenangan penolakan dari sang Ayah. "Ibu saya pandai memasak dna ternyata Ayah saya juga, tapi dia nggak mau anaknya memasak. Dia seperti takut anaknya jadi banci!" lanjut Chef Haryo.

Chef Haryo (credit : kapanlagi.com/Fikri Alfi Rosyadi)Chef Haryo (credit : kapanlagi.com/Fikri Alfi Rosyadi)

Tak patah arang, penolakan ini justru menguatkan tekat Chef Haryo muda untuk belajar memasak secara akademis! Dimana dukungan dari teman-teman yang senang akan masakannya pun turut menguatkan tekadnya ini. "Waktu itu saya bercita-cita ingin ke luar negeri tapi nggak punya biaya. Saya mencari beasiswa dan saya dapat! Di Belanda, tahun 98 sampai 2000," kata Chef Haryo yang menjadikan masakan Eropa sebagai masakan pertamanya ini.

Bukan hanya penolakan dari sang Ayah saja yang menjadi pengalaman tidak mengenakan untuknya, ternyata Chef Haryo juga pernah mengalami kecelakaan kerja sampai terpental dan mengalami luka bakar! "Waktu itu aja kecapekan kerja. Saya kerja 15 jam itu karena kelalaian saya. Itu kompornya meledak dan saya terpental! Tidak parah, tapi mengagetkan sampai rambut saya hilang, rambut alis, mata merah, terbakar, dan itu luka bakar pertama," ungkap Chef Haryo tentang kejadian di tahun 2005 saat ia mengerjakan pesanan katering.

Lagi-lagi Chef Haryo tak merasa kapok. Ia justru sadar bahwa setiap pekerjaan memiliki resikonya masing-masing. "Kelelahan dan lalai. Gas terbuka, tapi api nyala, gas terperangkap di dalam oven. Jadi oven itu besar, udara harus masuk baru api dinyalakan sambil buka keran gas. 'Kok nggak nyala?' Saya tutup, gas keluar dan terkumpul di oven tadi. Saya buka, saya nyalakan korek. Meledak dan terbakar," lanjutnya.

Chef Haryo (credit : kapanlagi.com/Fikri Alfi Rosyadi)Chef Haryo (credit : kapanlagi.com/Fikri Alfi Rosyadi)

Meskipun begitu, Chef Haryo mengaku bahwa ia mendapatkan kepuasan ketika ia menjalani profesinya ini. "... dimakan sampai habis, itu sebuah kepuasan! Tanya Ibu-Ibu!" Di samping kepuasan, Chef Haryo juga menyampaikan bahwa ia dapat belajar kebudayaan dari setiap tempat yang ia datangi dimana ia mencicipi makanan khas daerah tersebut. " Karena dari makanan itu terpancar kultur yang ada di sana," ujar Chef Haryo.

Bicara soal makanan dan budaya, Chef yang gemar mengendarai motor gede ini mengungkapkan bahwa makanan Indonesia adalah makanan yang paling sulit. Wah kenapa ya? "Ada 3 kultur, Arab, Cina dan Melayu jadi satu, itulah Indonesia. ... Soulfood! Dibuat dengan hati dengan bahan-bahan natural," pungkasnya. Walau dirasa paling sulit, makanan khas Indonesia, khususnya makanan Jawa merupakan currated dish Chef Haryo lho! Dimana rupanya Chef Haryo terinspirasi dari makanan buatan Ibundanya. Menurut Chef Haryo, "Stylenya Ibu, ... nyamman, padat, bergizi, halal, kemudian bahannya mudah didapat di pasaran, di gerobak sayur."

Masakan yang terinspirasi dari Ibundanya inilah yang membawa Chef Haryo melesat sebagai salah satu Chef yang diperhitungkan. Bahkan Chef Haryo pernah masak untuk pejabat lho! "Kalau Presiden, belum. Petinggi, pejabat antar negara, pertemuan Qatar-Indonesia pernah.

Menutup statementnya, Chef Haryo membagikan kesibukannya saat ini. "Saya ngisi di Ammar TV, tayang di YouTube," katanya. Dimana untuk syuting acara memasak yang belum lama dijalaninya ini ia harus bolak-balik ke Pulau Dewata, Bali untuk syuting 7 episode per harinya. Sukses terus buat Chef Haryo!

(kpl/far/ren)

Reporter:

Fikri Alfi Rosyadi


REKOMENDASI
TRENDING