Dorce: Kalau Soal Quran, Saya Pasti Membela
Dorce Gamalama
Kapanlagi.com - Isu akan pembakaran Al-Quran masal sedunia yang dipimpin oleh Pastor Terry Jones di Florida, Amerika Serikat pada 11 September 2010 yang bertepatan dengan Idul Fitri nanti memicu reaksi keras baik dari masyarakat muslim maupun non muslim. Dorce Gamalama ketika ditemui di Gedung KWI (Komisi Wali Gereja Indonesia) Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (11/08) memberikan komentarnya secara bijak dan memohon masalah ini tidak dilebih-lebihkan dan menjadi keruh.
"Kalau sudah menyangkut tentang Al-Quran, saya pasti akan membela. Menurut saya itu hanya pembualan, karena menurut saya kitab suci adalah suatu pemberitaan dari Tuhan. Apa yang disampaikan bapak Pendeta dan bapak Ustad mudah-mudahan tidak berlebihan. Saya bicara bukan siapa saya, terlepas dari apa yang saya lakukan, hanya membela kemanusiaan," ujarnya.
Dorce Gamalama
Dorce juga menambahkan, "Saya berpikir apakah berdosa memberikan makan kepada orang yang beda agama. Biarlah ini menjadi jalan hidup saya. Saya siap untuk masuk Neraka, tapi izinkan saya membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Kita kembali menghormati semua akidah apa yang dilakukan, mudah-mudahan kita tidak mengagamakan orang yang sudah punya agama."
Bagi presenter kelahiran Solok, Sumatera Barat ini, banyak orang dunia masih belum mengakui isu pluralisme, bahkan di Indonesia sendiri diskriminasi antar ras, agama ataupun transgender masih mewarnai. Bahkan Dorce saat ini juga masih mengalami diskriminasi hidup. Namun dia tidak memperdulikannya, dan tetap memberikan dukungan kemanusiaan apapun itu agamanya.
"Sayapun masih mengalami diskriminasi hidup, tapi saya terus berjuang. Sebagai manusia saya akan melakukan yang terbaik untuk anak-anak bangsa. Saya belajar banyak dari Mother Theresia yang membantu cinta kasih tanpa membeda-bedakan agama. Dia tidak peduli, saya tidak peduli orang mengatakan saya orang yang murtad, apa yang Allah akan kasih tapi saya terima. Kitab orang Kristen pun dibakar saya akan membela. Biarlah ini jadi pelajaran buat saya. Karena berbicara agama di Indonesia sangat sensitif, apalagi saya yang menyampaikannya. Saya tidak mencari sensasi, tapi keridhaan Allah. Kesempurnaan hanya milik Allah, kekurangan milik manusia. Terlepas siapapun dia, saya wajib menolong selama saya dikasih kesempatan oleh Allah," pungkasnya.     Â
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/gum/faj)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
